Wisuda Ke-22 UNUSA: Merayakan Keragaman dan Kesiapan Kerja

oleh -74 Dilihat
oleh
Wisuda Ke-22 UNUSA: Merayakan Keragaman dan Kesiapan Kerja

SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 29 September 2026, Wisuda ke-22 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) diadakan dengan meriah, menandai pencapaian krusial bagi 1.038 wisudawan yang telah menyelesaikan studi mereka. Acara ini merupakan lebih dari sekadar seremoni formal; ia melambangkan dedikasi terhadap pendidikan yang inklusif dan mencerminkan keragaman nilai-nilai yang diusung oleh UNUSA.

Pembukaan wisuda dimulai dengan sambutan hangat dari rektor, yang menggugah semangat dan memberikan motivasi kepada semua wisudawan. Dalam sambutannya, rektor menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membekali individu dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dunia kerja saat ini. UNUSA berkomitmen untuk mengembangkan kurikulum yang tidak hanya akademis, tetapi juga mempersiapkan mahasiswanya untuk berkontribusi secara nyata dalam masyarakat.

Selama acara, wisudawan dari berbagai program studi dipanggil secara bergiliran untuk menerima ijazah. Momen ini selalu dipenuhi dengan emosi dan kebanggaan, baik dari para wisudawan maupun keluarganya. Wisuda ke-22 ini menunjukkan keragaman dalam background etnis, budaya, dan gender, yang mencerminkan lingkungan belajar yang inklusif di kampus. UNUSA percaya bahwa keberagaman tidak hanya memperkaya pengalaman pendidikan, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih dinamis dan inovatif.

Akhir acara ditandai dengan sesi foto dan ungkapan syukur dari semua peserta. Wisuda ini menjadi perayaan yang tidak hanya menghargai pencapaian akademis, tetapi juga merayakan perjalanan seluruh wisudawan dalam mengatasi berbagai tantangan selama masa studi. Dengan demikian, wisuda ke-22 UNUSA bukan sekadar penutup, tetapi juga langkah awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia kerja dengan penuh percaya diri dan semangat baru.

Pada wisuda ke-22 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), terdapat 1.038 lulusan yang menyemarakkan acara, di mana 14 di antaranya adalah wisudawan beragama non-Muslim. Angka ini mencerminkan keberagaman yang ada dalam lingkungan akademik UNUSA, menunjukkan bahwa universitas ini tidak hanya terbuka bagi mahasiswa yang beragama Islam, tetapi juga menghargai kontribusi dari mahasiswa dengan latar belakang agama yang berbeda. Keberagaman ini sangat penting dalam menciptakan atmosfer pendidikan yang inklusif dan saling menghargai.

Dari 14 wisudawan yang beragama non-Muslim, sebanyak 78,6 persen berhasil meraih predikat lulus dengan sangat memuaskan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menerima pendidikan yang berkualitas, tetapi juga dapat berprestasi dengan baik di tengah keragaman. Kesuksesan ini menjadi bukti bahwa kebijakan UNUSA dalam mendukung mahasiswa dari berbagai latar belakang agama memberikan hasil yang positif dalam hal pencapaian akademik.

UNUSA telah berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang setara bagi semua mahasiswa, tanpa memandang agama, etnis, atau latar belakang sosial lainnya. Kebijakan ini dirancang untuk mendorong semua mahasiswa, termasuk lulusan non-Muslim, agar dapat berkembang dan mencapai potensi terbaik mereka. Dengan mengakui prestasi lulusan non-Muslim dan memberikan penghargaan yang setara, UNUSA menunjukkan bahwa semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dalam lingkungan akademis yang mendukung dan sehat.

Wisuda Ke-22 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menjadi momen yang sangat berarti, terutama bagi mahasiswa non-Muslim yang berhasil menyelesaikan studi mereka. Dua dari wisudawan tersebut, Meylani Fernanda Bessie dan Maria Franciska Xaveria, berbagi pengalaman positif mereka selama menempuh pendidikan di UNUSA. Mereka merasakan keberagaman yang mendukung suasana akademik yang inklusif, dengan toleransi sebagai salah satu nilai utama yang diterapkan oleh institusi ini.

Salah satu aspek yang diungkapkan oleh Meylani adalah pendekatan terbuka yang diambil oleh dosen-dosen di UNUSA. Dosen-dosen tersebut tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga berperan sebagai mentor yang memberikan bimbingan moral dan akademis kepada semua mahasiswa, terlepas dari latar belakang agama mereka. Hal ini membuat Meylani merasa didukung dan terbantu dalam proses belajar mengajar. Begitu pula dengan Maria, yang menekankan pentingnya suasana harmonis mahasiswa berbagai latar belakang. Dia merasakan tidak ada diskriminasi atau perlakuan berbeda yang diterima dari teman-temannya, sehingga sangat memudahkan dalam menjalin interaksi sosial.

Dalam perjalanan akademis mereka, keduanya merasa bahwa UNUSA memberikan ruang bagi pengembangan diri yang optimal. Kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan mahasiswa dari berbagai agama juga turut memperkuat rasa persaudaraan di mereka. Meylani dan Maria sama-sama berpendapat bahwa dukungan timbal balik seperti ini sangat penting dalam membangun rasa percaya diri dan kematangan mental mereka. Pengalaman tersebut memberi kenyamanan dan keyakinan bahwa mereka dapat bersaing di dunia kerja, meskipun datang dari latar belakang yang berbeda.

Secara keseluruhan, pengalaman positif yang dialami oleh Meylani dan Maria menunjukkan bahwa UNUSA berhasil menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mendukung akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Keduanya siap menghadapi tantangan di dunia kerja berkat fondasi yang kokoh ini.

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menunjukkan komitmen yang kuat dalam mempersiapkan lulusannya untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Untuk mencapai tujuan ini, UNUSA tidak hanya fokus pada kurikulum akademis yang ketat, tetapi juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang relevan dengan dunia kerja. Banyak mahasiswa dari berbagai program studi memiliki pengalaman kerja yang signifikan sebelum mereka menyelesaikan studi mereka, yang memberikan mereka keunggulan dalam pasar kerja yang sangat kompetitif.

Keterlibatan ini dapat berupa magang di perusahaan-perusahaan terkemuka, proyek penelitian yang berkolaborasi dengan industri, maupun jalinan kerjasama dengan berbagai instansi. Selain itu, UNUSA juga memberikan akses kepada mahasiswa untuk mengikuti berbagai pelatihan dan seminar yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan di berbagai sektor industri. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademis tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan untuk beradaptasi dan bersaing di lingkungan profesional.

UNUSA juga memberikan sertifikat kompetensi kepada mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pelatihan atau program tertentu. Sertifikat ini berfungsi sebagai bukti kredensial yang menunjukkan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diakui oleh industri. Dalam dunia kerja yang semakin kompleks, memiliki sertifikat kompetensi dapat menjadi faktor yang membedakan bagi para lulusannya saat melamar pekerjaan.

Dengan segala upaya yang dilakukan oleh UNUSA, lulusannya akan siap menghadapi berbagai tantangan yang muncul di dunia kerja. Selain pengetahuan dan keterampilan, mereka memperoleh nilai tambah berupa pengalaman langsung yang sangat berharga. Dengan demikian, UNUSA tidak hanya mencetak lulusan yang berpendidikan tinggi tetapi juga profesional yang siap memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan industri.