JAKARTA, 9 September 2026 — Rangkaian Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) anggota DPRD provinsi serta kabupaten/kota dari Fraksi Partai Demokrat se-Indonesia memasuki agenda terakhir pada Rabu (9/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Grand Emerald Ballroom, RedTop Hotel, Jalan Pecenongan, Gambir, Jakarta Pusat, tersebut diikuti sekitar 800 peserta dengan mengangkat tema “Seperempat Abad Demokrat Prakarsa Keadilan Negeri, Memajukan Ekonomi, Menajamkan Kapasitas Dalam Mengawal Demokrasi”.
Pembahasan pada hari kedua tidak hanya berkutat pada peningkatan kapasitas legislator daerah, tetapi juga diarahkan pada bagaimana DPRD menjalankan fungsi politik dan pemerintahan secara lebih efektif. Sejumlah pejabat dan pimpinan Partai Demokrat hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala Badiklat DPP Partai Demokrat Rizki Aulia Rahman Natakusumah, Ketua Pelaksana Harlans Muharraman Fachra, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni, serta Wakil Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi.
Materi mengenai penguatan posisi DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi salah satu agenda utama. Agus Fatoni menekankan pentingnya pemahaman legislator terhadap tugas dan kewenangan DPRD, termasuk dalam menyusun Pokok-Pokok Pikiran (Pokir). Menurutnya, Pokir semestinya tidak diperlakukan sebatas kumpulan daftar proyek, melainkan harus lahir dari proses penyerapan aspirasi masyarakat yang kemudian diterjemahkan secara terukur dan terintegrasi ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dalam pembahasan tersebut, fungsi DPRD juga ditempatkan lebih luas, bukan hanya berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah maupun pengawasan terhadap pemerintah daerah. Legislator dituntut mampu menjaring kebutuhan masyarakat melalui kegiatan reses serta memperjuangkan aspirasi tersebut melalui mekanisme perencanaan yang berbasis data. Pola tersebut dinilai penting agar usulan pembangunan benar-benar memiliki keterkaitan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.
Sementara itu, dinamika menuju Pemilu 2029 menjadi perhatian dalam sesi yang disampaikan Dede Yusuf. Ia menyoroti pentingnya menjaga kekompakan, loyalitas, dan konsolidasi internal partai sebagai modal menghadapi kontestasi politik mendatang. Partai Demokrat disebut menargetkan peningkatan suara dan kursi legislatif dengan menjadikan capaian Pemilu 2009 sebagai salah satu pijakan untuk membangun kembali kekuatan politik partai.
Menghadapi perubahan maupun pembahasan regulasi Pemilu 2029, Demokrat menyatakan siap mengikuti keputusan yang nantinya ditetapkan, termasuk mengenai parliamentary threshold. Untuk memperkuat persiapan, partai menyiapkan tiga jalur utama, yakni penguatan struktur melalui konsolidasi Musda dan Muscab, penjaringan lebih awal terhadap calon legislatif potensial, serta kaderisasi untuk mendorong kader terbaik ke tingkat kepemimpinan yang lebih tinggi. Di sisi pemerintahan, Demokrat juga menyatakan komitmennya mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan pada 2029.
Bimteknas kemudian ditutup sekitar pukul 12.30 WIB oleh ketua pelaksana dan dilanjutkan penyampaian ucapan terima kasih serta salam perpisahan dari Rizki Aulia Rahman Natakusumah. Setelah seluruh rangkaian kegiatan resmi berakhir, peserta diarahkan untuk mengikuti agenda puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Senayan. Pergerakan peserta dari hotel akomodasi menuju lokasi acara dijadwalkan menggunakan shuttle bus mulai pukul 14.30 WIB.
Pewarta: Abdul Latif

