Pergantian Direksi JAI Diharapkan Perkuat Produktivitas dan Layanan Pelabuhan

oleh -34 Dilihat
oleh
Pergantian Direksi JAI Diharapkan Perkuat Produktivitas dan Layanan Pelabuhan

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu (SPPI Bersatu) Dewan Pimpinan Cabang PT Jasa Armada Indonesia Tbk memandang perubahan jajaran direksi JAI, yang dikenal pula sebagai IPCM, sebagai bagian dari kesinambungan perjalanan perusahaan. Pergantian kepemimpinan tersebut tidak semata-mata dipahami sebagai perubahan struktur organisasi, melainkan sebagai proses untuk menjaga kesinambungan arah strategis, memperkuat tata kelola, serta memastikan perusahaan mampu merespons dinamika industri kepelabuhanan. Dukungan terhadap proses ini menunjukkan harapan agar jajaran direksi baru dapat melanjutkan berbagai capaian yang telah dibangun sekaligus menghadirkan penyempurnaan dalam pengelolaan bisnis.

Di tengah penguatan bisnis maritim Pelindo Group, momentum perubahan direksi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan JAI. Sebagai perusahaan yang berperan dalam mendukung kegiatan pemanduan, penundaan, serta layanan kapal, JAI dituntut menjaga keandalan operasional, ketepatan waktu, keselamatan kerja, dan kepuasan pengguna jasa. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan koordinasi yang lebih efektif di seluruh lini operasi menjadi faktor penting untuk mendorong kinerja yang konsisten. Dengan kepemimpinan yang adaptif dan berorientasi pada hasil, perusahaan diharapkan mampu memperkuat daya saing sekaligus memenuhi standar layanan yang terus berkembang.

Tantangan JAI ke depan tidak hanya berkaitan dengan upaya memperbesar skala usaha atau memperluas pangsa pasar. Pertumbuhan perlu diarahkan agar menghasilkan kinerja yang lebih kuat, sehat, dan berkelanjutan bagi perusahaan serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk pekerja, pelanggan, pemegang saham, dan mitra usaha. Karena itu, kesinambungan kebijakan harus berjalan seiring dengan keberanian melakukan inovasi dan perbaikan operasional. Kolaborasi manajemen dan pekerja juga menjadi landasan penting untuk membangun lingkungan kerja yang produktif, menjaga kualitas layanan, dan mendukung pencapaian target perusahaan. Melalui momentum ini, JAI diharapkan semakin siap menghadapi persaingan dan berkontribusi lebih besar terhadap penguatan ekosistem maritim nasional.

Ketua DPC SPPI Bersatu PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Agung Subali, menyampaikan penghargaan kepada jajaran direksi sebelumnya atas dedikasi, kerja, serta kontribusi yang telah diberikan bagi JAI. Pernyataan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap peran pimpinan terdahulu dalam menjalankan tanggung jawabnya selama berada di dalam jajaran manajemen perusahaan.

Agung secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Shanti Puruhita atas kepemimpinannya sebagai direktur utama JAI. Penghargaan itu mencakup dedikasi dan kerja yang telah diberikan Shanti selama menjalankan amanah kepemimpinan di perusahaan. Apresiasi tersebut juga mencerminkan pengakuan atas kontribusinya bagi JAI selama menjabat sebagai direktur utama.

Selain itu, penghargaan disampaikan kepada Arief Hermawan atas kontribusinya sebagai direktur armada dan operasi. Agung mengakui dedikasi serta kerja Arief dalam menjalankan tanggung jawabnya pada bidang tersebut, termasuk kontribusinya bagi JAI selama menjadi bagian dari jajaran direksi sebelumnya. Penyebutan kedua nama tersebut menegaskan bahwa penghargaan diberikan secara khusus berdasarkan peran dan tanggung jawab masing-masing.

Apresiasi Agung kepada Shanti Puruhita dan Arief Hermawan mencakup dedikasi, kerja, serta kontribusi keduanya bagi JAI. Penghargaan itu disampaikan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka dalam menjalankan tugas di perusahaan. Dengan demikian, pergantian jajaran direksi tetap disertai pengakuan terhadap sumbangsih pimpinan sebelumnya, tanpa mengurangi penghormatan atas peran yang telah mereka jalankan masing-masing, yakni Shanti sebagai direktur utama serta Arief sebagai direktur armada dan operasi.

Agung memandang pergantian direksi JAI sebagai bagian dari kesinambungan perjalanan perusahaan, bukan sebagai garis pemisah yang menandai berakhirnya satu periode dan dimulainya periode lain secara terpisah. Menurut pandangan tersebut, perubahan kepemimpinan perlu ditempatkan dalam kerangka keberlanjutan, sehingga berbagai capaian, pengalaman, serta pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya tetap menjadi rujukan bagi jajaran pimpinan berikutnya.

Pernyataan itu disampaikan Agung di Jakarta pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Ia menekankan bahwa setiap kepemimpinan memiliki peran dalam membangun dan memperkuat perusahaan sesuai dengan tantangan serta kebutuhan pada masanya. Karena itu, pergantian direksi tidak semestinya dipahami sebagai penghapusan terhadap upaya yang telah dilakukan sebelumnya, melainkan sebagai kesempatan untuk meneruskan pekerjaan yang sudah berjalan sekaligus menyempurnakannya melalui arah strategis yang relevan.

Dalam pandangan Agung, setiap kepemimpinan meninggalkan fondasi bagi pemimpin berikutnya. Fondasi tersebut dapat berupa sistem kerja, tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, hubungan dengan para pemangku kepentingan, maupun berbagai program yang telah memberikan manfaat bagi operasional perusahaan. Keberadaan fondasi ini menjadi modal penting bagi JAI untuk melangkah lebih jauh, termasuk dalam meningkatkan produktivitas dan memperkuat kualitas layanan pelabuhan.

Pendekatan berkesinambungan juga memungkinkan direksi baru menjalankan agenda perubahan secara lebih terukur. Inovasi dan penyegaran tetap diperlukan, tetapi pelaksanaannya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi, kekuatan, serta hasil yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Dengan demikian, perubahan arah tidak menimbulkan keterputusan dalam pengelolaan perusahaan, melainkan memperkuat kesinambungan pengalaman masa lalu dan sasaran JAI ke depan.

Kerangka tersebut menempatkan pergantian direksi sebagai momentum untuk mengonsolidasikan fondasi perusahaan sekaligus membuka ruang bagi peningkatan kinerja. Kepemimpinan baru diharapkan mampu mengembangkan modal yang telah tersedia, menjaga hal-hal yang telah berjalan baik, dan menghadirkan perbaikan pada area yang masih perlu diperkuat. Dengan cara ini, transisi kepemimpinan dapat mendukung langkah JAI menuju operasional yang semakin produktif serta layanan pelabuhan yang lebih andal.

SPPI Bersatu menyampaikan sambutan dan apresiasi atas penunjukan Dwi Rahmad Toto sebagai Direktur Utama JAI serta I Wayan Wirawan sebagai Direktur Armada dan Operasi. Kehadiran jajaran direksi baru diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan perusahaan sekaligus menjaga kesinambungan arah bisnis yang telah berjalan. Pergantian tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan koordinasi, memperjelas prioritas kerja, dan mempererat kolaborasi manajemen, pekerja, serta seluruh pemangku kepentingan.

Dalam aspek operasional, SPPI Bersatu berharap direksi baru memberikan perhatian berkelanjutan terhadap keselamatan kerja dan keandalan layanan pelabuhan. Setiap proses perlu didukung oleh standar operasi yang konsisten, pengawasan yang efektif, serta pengelolaan risiko yang terukur. Keandalan operasional menjadi unsur penting untuk menjaga kelancaran arus barang, memenuhi kebutuhan pengguna jasa, dan mempertahankan kepercayaan terhadap JAI sebagai bagian dari ekosistem kepelabuhanan.

Peningkatan produktivitas armada juga menjadi salah satu harapan utama. Optimalisasi penggunaan kapal dan peralatan, perencanaan pemeliharaan yang disiplin, serta pengendalian waktu operasi dapat mendukung efisiensi dan kesinambungan bisnis. Sejalan dengan itu, kualitas pelayanan perlu terus diperkuat melalui respons yang cepat, komunikasi yang terbuka, dan pemenuhan standar layanan secara konsisten. Langkah tersebut penting untuk menghadirkan pengalaman layanan yang lebih baik bagi pelanggan dan mitra kerja.

SPPI Bersatu turut mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengambilan keputusan dan pengelolaan operasional. Digitalisasi data, pemantauan kinerja, serta integrasi informasi diharapkan dapat meningkatkan transparansi, ketepatan, dan efisiensi kerja. Penguatan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kompetensi sumber daya manusia, melalui pelatihan, peningkatan keahlian, dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung profesionalisme.

Seluruh harapan tersebut merupakan agenda penguatan perusahaan sebagaimana disampaikan dalam bahan sumber, dengan menempatkan kesinambungan bisnis, keselamatan, produktivitas, kualitas layanan, teknologi, dan kompetensi sumber daya manusia sebagai perhatian bersama.