JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Upacara peringatan HUT ke-81 TNI digelar di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap. Dalam kegiatan tersebut, Letjen TNI Lucky Avianto bertindak sebagai komandan upacara. Penunjukan itu menempatkannya sebagai sosok yang memimpin jalannya upacara dari posisi terdepan, sekaligus menjadi perhatian dalam momentum peringatan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia. Kehadirannya terlihat menonjol ketika ia menjalankan tugas sebagai pemimpin upacara dengan sikap tegas dan penuh kesiapan.
Lucky Avianto tampil mengenakan seragam loreng tactical yang memberikan kesan khas dan tangguh. Ia juga mengenakan rompi taktis berwarna olive, melengkapi penampilannya saat berdiri memimpin di lapangan. Di tangannya tergenggam pedang kehormatan, perlengkapan yang semakin memperkuat wibawanya sebagai komandan upacara. Perpaduan seragam, rompi, dan pedang tersebut membuat penampilan Letjen TNI Lucky Avianto mudah dikenali sepanjang pelaksanaan peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima.
Saat memberikan instruksi, Lucky Avianto menggunakan suara yang lantang. Perintah yang disampaikannya terdengar jelas ketika ia mengarahkan pelaksanaan upacara. Ketegasan suara dan sikapnya memperlihatkan peran penting komandan upacara dalam menjaga keteraturan jalannya kegiatan. Ia tetap berdiri dengan pembawaan yang mantap, mengenakan perlengkapan tugas dan menggenggam pedang kehormatan. Penampilan serta cara menyampaikan instruksi itu menjadikan sosoknya menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap. Momen tersebut memperlihatkan Letjen TNI Lucky Avianto menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin upacara dengan penampilan yang tegas, formal, dan berwibawa.
Letnan Jenderal Lucky Avianto lahir di Jakarta pada 2 Oktober 1974. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga militer yang memperkenalkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengabdian sejak usia dini. Ayahnya merupakan seorang prajurit TNI. Sosok sang ayah menjadi salah satu sumber inspirasi penting yang memengaruhi keputusan Lucky untuk menekuni dunia militer. Pengalaman melihat kehidupan prajurit serta dedikasi ayahnya dalam menjalankan tugas turut membentuk pandangan Lucky mengenai arti pengabdian kepada negara.
Ketertarikannya terhadap pendidikan dan pembentukan karakter kemudian membawanya menempuh pendidikan di SMP 45 Jakarta. Setelah menyelesaikan jenjang tersebut, Lucky melanjutkan sekolah ke SMA Taruna Nusantara pada 1990. Pada saat itu, sekolah tersebut dikenal sebagai lembaga pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik dengan penanaman kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan. Lucky tercatat sebagai salah satu siswa angkatan pertama, sebuah posisi yang menempatkannya dalam kelompok awal peserta didik yang menjalani sistem pendidikan khas Taruna Nusantara.
Selama berada di SMA Taruna Nusantara, ia memperoleh pengalaman yang memperkuat kesiapan mental dan intelektualnya untuk memasuki lingkungan militer. Pendidikan tersebut menjadi tahap penting sebelum Lucky melanjutkan langkah ke Akademi Militer pada 1993. Memasuki lembaga pendidikan calon perwira itu, ia menjalani proses pembentukan yang menuntut ketahanan fisik, kecakapan akademik, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama. Rangkaian pendidikan tersebut menjadi fondasi bagi perjalanan kariernya di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Ketekunan Lucky selama mengikuti pendidikan, ditambah kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik, membuka kesempatan penting pada masa awal pembentukan dirinya sebagai calon perwira. Ia terpilih mengikuti program pertukaran kadet ke Australia. Program ini tidak hanya memperluas pengalaman pendidikannya, tetapi juga memberinya kesempatan mengenal pola latihan, budaya, dan lingkungan pendidikan militer di luar negeri. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses panjang yang membantu mematangkan wawasan Lucky sebelum menjalankan berbagai penugasan dalam karier militernya.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada 1996 dengan predikat Adhi Makayasa, Lucky Avianto melanjutkan pengembangan dirinya melalui pendidikan komando. Penghargaan tersebut menandai prestasi akademik dan kepemimpinan yang menonjol selama menempuh pendidikan sebagai calon perwira. Seusai mengikuti pendidikan komando, ia bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan TNI Angkatan Darat yang memiliki tuntutan tinggi dalam kemampuan operasi khusus, kepemimpinan lapangan, serta kesiapan menghadapi berbagai situasi strategis.
Perjalanan karier Lucky kemudian diperkuat melalui pendidikan pengembangan umum, lain di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) serta Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI). Pendidikan tersebut membekali dirinya dengan wawasan perencanaan operasi, manajemen pertahanan, dan koordinasi lintas matra. Pengalaman penugasan yang diraih setelahnya menunjukkan peningkatan tanggung jawab secara bertahap. Di lingkungan Kopassus, ia pernah menjabat sebagai Waasops Danjen Kopassus, Asren Danjen Kopassus, dan Asops Danjen Kopassus. Rangkaian jabatan itu memberinya pengalaman dalam mengelola aspek operasi, perencanaan, serta pembinaan organisasi pada tingkat komando.
Pengalaman Lucky juga berkembang melalui penugasan di wilayah dan lembaga pendidikan TNI AD. Ia dipercaya menjadi Asops Kasdam XVIII/Kasuari, kemudian mengemban amanah sebagai Danrindam XII/Tanjungpura. Dalam perkembangan berikutnya, ia menjabat sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Hubungan Internasional Panglima TNI. Posisi tersebut mencerminkan pemanfaatan pengalamannya dalam urusan strategis dan hubungan pertahanan. Kariernya berlanjut ketika ia dipercaya memimpin sebagai Pangdam XXIV/Mandala Trikora. Kodam XXIV/Mandala Trikora merupakan salah satu komando utama kewilayahan TNI AD yang dibentuk pada 2025, sehingga penunjukan tersebut menempatkan Lucky pada peran penting dalam pengelolaan pertahanan wilayah serta pembinaan satuan di lingkungan komando baru tersebut.
Pada April 2026, Lucky Avianto mendapat promosi ke posisi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III atau Pangkogabwilhan III. Penunjukan ini menempatkannya pada salah satu jabatan strategis dalam struktur pertahanan nasional. Sebagai Pangkogabwilhan III, ia bertanggung jawab atas wilayah pertahanan Indonesia bagian timur, termasuk Papua. Cakupan tersebut menjadikan penugasannya berkaitan langsung dengan kawasan yang memiliki arti penting bagi keutuhan wilayah dan pertahanan negara.
Promosi itu memperlihatkan kesinambungan perjalanan Lucky sebagai perwira TNI yang memperoleh kepercayaan untuk memimpin wilayah komando pertahanan yang luas. Rekam jejaknya, yang berawal dari pencapaian sebagai peraih Adhi Makayasa hingga pengalaman memegang berbagai jabatan militer, berpadu dengan mandat barunya sebagai Pangkogabwilhan III. Dalam konteks tersebut, penugasan pada April 2026 menjadi bagian penting dari profil kariernya, sekaligus menegaskan posisi Lucky dalam kepemimpinan pertahanan Indonesia bagian timur.
Di luar jalur pendidikan kedinasan, Lucky juga membangun landasan akademik melalui pendidikan tinggi umum. Ia meraih gelar sarjana Ilmu Pemerintahan dari Universitas Jenderal Achmad Yani pada 2012. Enam tahun kemudian, ia menyelesaikan gelar magister Ilmu Administrasi di Universitas Krisnadwipayana pada 2018. Kedua jenjang pendidikan tersebut ditempuh dengan predikat cum laude. Dengan demikian, profil Lucky memadukan pengalaman dan tanggung jawab dalam karier militer dengan pencapaian akademik yang menonjol. Latar pendidikan itu melengkapi perjalanan profesionalnya, sementara promosi sebagai Pangkogabwilhan III memperluas tanggung jawabnya atas wilayah pertahanan Indonesia bagian timur, termasuk Papua.

