Alim Setiawan Siapkan Riset Kampus untuk Perkuat Swasembada Pangan

oleh -95 Dilihat
oleh
Alim Setiawan Siapkan Riset Kampus untuk Perkuat Swasembada Pangan

Jakarta | Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet berencana membawa hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi ke dalam lingkungan pemerintahan. Langkah ini dimaksudkan agar pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat menjadi salah satu bahan dalam merancang dan menjalankan kebijakan sektor pertanian. Dengan mempertemukan kegiatan akademik dan kebutuhan pemerintah, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai kajian, tetapi dapat dipertimbangkan untuk mendukung program pembangunan pangan nasional.

Upaya tersebut diarahkan untuk membantu agenda Presiden Prabowo Subianto, terutama pencapaian swasembada sejumlah komoditas pangan dan pengembangan hilirisasi sektor pertanian. Riset kampus dapat menawarkan dasar ilmiah, gagasan, serta inovasi yang relevan dengan tantangan produksi dan pengolahan. Namun, pemanfaatannya memerlukan penyesuaian terhadap kebutuhan program dan kondisi pelaksanaan. Karena itu, koordinasi pemerintah dan perguruan tinggi menjadi penting agar pengetahuan akademik dapat diterjemahkan menjadi masukan yang berguna bagi kebijakan.

Rencana membawa hasil riset ke pemerintahan juga membuka ruang bagi kolaborasi yang lebih terarah peneliti, pembuat kebijakan, dan pelaku sektor pertanian. Perguruan tinggi memiliki kapasitas untuk menghasilkan kajian dan inovasi, sementara pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan program serta mempertimbangkan penerapan hasil tersebut. Keterhubungan ini berpotensi memperkuat proses pengambilan keputusan, termasuk dalam mendukung swasembada pangan dan hilirisasi. Dengan demikian, inovasi akademik dapat memperoleh jalur pemanfaatan yang lebih dekat dengan agenda nasional, tanpa mengabaikan proses penilaian dan kebutuhan di lapangan.

Alim Setiawan menempatkan varietas unggul sebagai salah satu bentuk inovasi yang dapat dikembangkan melalui riset perguruan tinggi untuk mendukung sektor pangan. Varietas tersebut menjadi bagian dari hasil penelitian kampus yang diharapkan relevan dengan kebutuhan penguatan produksi dan upaya menuju swasembada pangan. Di samping varietas unggul, ia juga merujuk pada berbagai hasil pengembangan lain yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Dengan demikian, perhatian terhadap riset tidak hanya terbatas pada satu jenis keluaran, tetapi mencakup beragam inovasi yang berpotensi dimanfaatkan dalam kegiatan terkait pangan.

Harapan Alim ialah agar hasil penelitian dan pengembangan kampus tidak berhenti sebagai pengetahuan atau keluaran akademik, melainkan dapat diterapkan. Penerapan tersebut dipandang penting agar riset memiliki keterkaitan dengan kebutuhan nyata dalam mendukung swasembada pangan. Perguruan tinggi, melalui inovasi yang dihasilkannya, dapat berkontribusi dengan menyediakan hasil pengembangan yang dapat dipertimbangkan dan digunakan dalam proses yang relevan. Namun, penekanannya adalah pada harapan agar hasil itu dapat diterapkan, bukan pada klaim bahwa seluruh riset telah digunakan atau telah menghasilkan dampak tertentu.

Selain penerapan untuk mendukung swasembada pangan, Alim juga mengaitkan riset kampus dengan hilirisasi. Arah ini menekankan pentingnya membawa hasil pengembangan menuju pemanfaatan yang dapat meningkatkan nilai tambah. Dalam konteks tersebut, varietas unggul dan berbagai inovasi perguruan tinggi diharapkan tidak sekadar menjadi hasil penelitian, tetapi juga memiliki peluang untuk memberi nilai lebih melalui proses hilirisasi. Harapan ini menunjukkan bahwa penguatan riset dan pemanfaatannya perlu berjalan beriringan. Dengan menjaga fokus pada penerapan serta nilai tambah, kontribusi kampus diharapkan dapat mendukung agenda pangan tanpa mengabaikan beragam hasil pengembangan yang telah dihasilkan.

Setelah resmi menjabat, Alim Setiawan menyampaikan bahwa ia belum bertemu secara langsung dengan Presiden Prabowo Subianto maupun Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia juga mengatakan belum menerima arahan langsung dari kedua pejabat tersebut. Keterangan itu menggambarkan situasi komunikasi yang ia alami pada awal masa tugasnya, setelah pelantikan. Alim menyampaikan hal tersebut sebagai informasi mengenai kontak yang telah berlangsung sejauh itu, tanpa merinci adanya pertemuan atau instruksi langsung dari Presiden ataupun Menteri Pertanian.

Menurut Alim, komunikasi yang diterimanya sebelum itu berasal dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Teddy menghubunginya pada pagi hari pelantikan. Pada saat panggilan tersebut berlangsung, Alim masih berada di kampus. Dengan demikian, kontak dari Sekretaris Kabinet itu terjadi ketika ia belum meninggalkan lingkungan kampus pada hari pelantikan. Ia menyebut keterangan mengenai waktu dan tempat tersebut untuk menjelaskan konteks awal komunikasi, bukan sebagai gambaran tentang adanya arahan langsung dari Presiden atau Menteri Pertanian.

Pernyataan Alim memberikan gambaran terbatas mengenai komunikasi yang telah terjadi sejak ia resmi menjabat: ia belum melakukan pertemuan langsung dan belum menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo maupun Mentan Andi Amran Sulaiman, sementara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah menghubunginya pada pagi pelantikan ketika ia masih di kampus. Informasi tersebut dapat dipahami sebagai konteks awal masa tugasnya. Alim tidak menyampaikan alasan belum adanya komunikasi langsung, dan keterangan yang tersedia juga tidak menetapkan kapan koordinasi dengan Presiden atau Menteri Pertanian akan berlangsung. Karena itu, konteks ini hanya merujuk pada apa yang ia sampaikan mengenai komunikasi sejauh ini.

Presiden Prabowo Subianto melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 42/M/2026 tentang pengangkatan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Pelantikan ini menandai penugasan Alim dalam jajaran pemerintahan pusat, khususnya pada kementerian yang memegang peran penting dalam agenda pangan nasional. Keputusan presiden itu menjadi dasar formal bagi pengangkatannya, sementara pelantikan menegaskan bahwa Alim kini mulai menjalankan tanggung jawab sebagai wakil menteri. Penunjukannya berlangsung ketika isu peningkatan produksi dan penguatan swasembada pangan menjadi perhatian pemerintah. Kehadirannya di kementerian juga membawa latar belakang kepemimpinan perguruan tinggi ke dalam kerja pemerintahan.

Sebelum ditunjuk sebagai wakil menteri, Alim dikenal sebagai Rektor IPB University. Jabatan tersebut menempatkannya sebagai pimpinan salah satu perguruan tinggi yang berfokus pada bidang pertanian, pangan, dan ilmu hayati. Namun, informasi mengenai apakah Alim akan tetap menjabat sebagai rektor setelah pelantikan belum disampaikan. Karena itu, belum dapat dipastikan bagaimana status jabatan kampusnya akan diatur, termasuk apakah akan ada pergantian pimpinan atau mekanisme lain di lingkungan IPB University. Keterangan resmi lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan hubungan tugas barunya di kabinet dan posisinya di universitas. Sampai ada penjelasan, informasi yang dapat dipastikan ialah bahwa Alim telah dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian dan sebelumnya menjabat sebagai rektor.

Pengangkatan Alim menambah jumlah wakil menteri di Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian kini memiliki dua wakil, yakni Muhammad Saleh Mustafa dan Alim Setiawan Slamet. Keduanya berada dalam susunan kepemimpinan kementerian yang bertugas mendukung pelaksanaan kebijakan pertanian. Dengan adanya dua wakil, pembagian tanggung jawab dapat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan agenda kementerian, meskipun rincian tugas masing-masing belum dijelaskan dalam informasi pelantikan. Untuk saat ini, susunan tersebut menempatkan Saleh Mustafa dan Alim sebagai dua pejabat yang mendampingi Menteri Pertanian. Latar belakang Alim sebagai Rektor IPB University menjadi bagian dari profil pejabat baru itu, sedangkan perkembangan mengenai statusnya di kampus masih menunggu keterangan resmi. Pelantikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 42/M/2026 menjadi landasan pengangkatan Alim dalam Kabinet Merah Putih.

Baca juga: Kapolda PBD Sambangi Kodaeral XIV Sorong, Perkuat Sinergi Keamanan Makin Solid dan Jaga Stabilitas Wilayah | Cooling System dan DDS, Aipda S. Hamdi Sambangi Desa Cikupa Perkuat Kamtibmas | Kapolres Maybrat Sambangi Pemda Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Bersama