Tuban, 8 Oktober 2025 — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tuban kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan publik dengan menggelar kegiatan “POLANTAS MENYAPA”, sebuah program sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai prosedur resmi penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah lokasi strategis seperti pasar tradisional, terminal, kawasan sekolah, hingga area publik lainnya. Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas memberikan edukasi menyeluruh mengenai persyaratan administrasi, proses pendaftaran SIM, serta tahapan ujian teori dan praktik yang harus dilalui oleh pemohon.
Kepala Satlantas Polres Tuban, AKP [Nama Pejabat, jika diketahui], menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan aktif kepolisian dalam menciptakan pemahaman yang benar di tengah masyarakat.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa proses pembuatan SIM tidak sulit, tidak mahal, dan bisa dilakukan sendiri tanpa perantara. Melalui kegiatan ini, kami memberikan pemahaman yang benar dan langsung dari sumber resmi,” ujarnya.
Tak hanya edukatif, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi dua arah antara polisi dan warga. Berbagai pertanyaan, keluhan, hingga kesalahpahaman yang kerap muncul terkait pengurusan SIM, dijawab langsung oleh petugas di lapangan.

Warga menyambut positif inisiatif ini. Rahmat (28), seorang pengemudi ojek daring di kawasan Kota Tuban, mengaku terbantu dengan informasi yang disampaikan.
“Selama ini saya pikir ngurus SIM harus pakai jasa orang dalam. Ternyata prosedurnya jelas dan bisa dikerjakan sendiri. Penjelasan dari polisi sangat bermanfaat,” katanya.
Program “POLANTAS MENYAPA” ini juga bertujuan menekan praktik percaloan dan memperkuat transparansi pelayanan publik di sektor kepolisian, khususnya dalam penerbitan dokumen resmi seperti SIM.

Satlantas Polres Tuban memastikan kegiatan ini akan terus berlanjut secara berkala dengan menyasar lebih banyak lokasi dan kalangan masyarakat, sebagai bagian dari strategi menciptakan budaya tertib berlalu lintas berbasis edukasi dan partisipasi aktif masyarakat.


