Jakarta | DHL Express Indonesia memperkuat jaringan logistiknya dengan memperluas penggunaan kendaraan listrik untuk kegiatan pengiriman. Setelah sebelumnya mengoperasikan 28 kendaraan listrik, perusahaan menambahkan 30 unit Wuling Mitra EV Blind Van Long Range. Dengan penambahan tersebut, total armada listrik DHL Express Indonesia kini mencapai 58 kendaraan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan operasional yang lebih efisien sekaligus memperhatikan dampak lingkungan. Kendaraan tambahan dirancang untuk mendukung kebutuhan pengangkutan barang dalam kegiatan harian, termasuk pengambilan dan pengiriman kiriman pelanggan. Perluasan armada juga menunjukkan bahwa teknologi kendaraan listrik semakin diterapkan dalam jaringan logistik perusahaan di Indonesia, bukan hanya diuji dalam skala terbatas.
Pengoperasian armada baru tersebut diarahkan untuk mendukung konektivitas perdagangan, terutama dengan membantu kelancaran pergerakan barang bagi pelaku usaha. Layanan pengiriman yang andal menjadi unsur penting dalam perdagangan internasional, ketika kiriman harus bergerak secara tepat waktu melalui beragam tahapan logistik. Kendaraan listrik dapat membantu perusahaan menjaga efisiensi pengiriman di wilayah operasionalnya, seraya menekan emisi yang dihasilkan dari aktivitas kendaraan. Dengan demikian, perluasan ini menghubungkan sasaran layanan dan pertimbangan keberlanjutan dalam satu pendekatan operasional. Penggunaan van listrik pada rute pengiriman juga dapat mendukung upaya perusahaan mengelola kebutuhan transportasi perkotaan, tanpa mengabaikan tuntutan pelanggan atas layanan yang konsisten. Jumlah kendaraan yang bertambah memperluas kapasitas penerapan pendekatan tersebut.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, menyampaikan bahwa pelanggan kini mengharapkan layanan logistik yang unggul sekaligus menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan. Menurutnya, kendaraan listrik membantu menekan emisi dari kegiatan pengiriman dan mendukung pelanggan yang terlibat dalam perdagangan internasional. Pandangan ini menempatkan pilihan armada sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pelanggan, bukan semata-mata perubahan pada jenis kendaraan. Bagi perusahaan yang mengirimkan barang lintas negara, dukungan logistik yang bertanggung jawab dapat menjadi pertimbangan penting dalam rantai pasok. Karena itu, penambahan 30 unit Wuling Mitra EV Blind Van Long Range memperkuat kapasitas operasional sekaligus mendukung arah pengurangan emisi. Dengan total 58 kendaraan listrik, DHL Express Indonesia memperluas pemanfaatan solusi tersebut dalam layanan pengiriman di jaringan nasionalnya.
DHL Express Indonesia menempatkan 30 kendaraan listrik tambahan dalam armada operasionalnya di empat kota. Dari jumlah tersebut, 20 unit dialokasikan untuk Jakarta, delapan unit untuk Surabaya, sementara Bandung dan Semarang masing-masing menerima satu unit. Distribusi ini memperluas penggunaan kendaraan listrik dalam kegiatan pengiriman perusahaan, sekaligus membawa operasional beremisi lebih rendah ke luar Jakarta.
Penempatan di Surabaya, Bandung, dan Semarang menjadi bagian dari perluasan jangkauan armada ke sejumlah pusat logistik yang berkembang di Indonesia. Dengan hadirnya kendaraan listrik di kota-kota tersebut, penggunaan teknologi ini tidak lagi terbatas pada wilayah ibu kota. Alokasi tiap kota berbeda, sesuai jumlah kendaraan yang disebutkan: Surabaya memperoleh delapan unit, sedangkan Bandung dan Semarang masing-masing memperoleh satu unit. Informasi ini menggambarkan sebaran kendaraan tambahan, tanpa menyatakan target khusus atau capaian operasional terpisah di setiap lokasi.
Jakarta tetap menerima porsi terbesar dari tambahan armada, yakni 20 kendaraan. Pengaturan tersebut melengkapi perluasan ke tiga kota lain dan menunjukkan cakupan penempatan kendaraan baru pada skala nasional. Kendaraan listrik kini tercatat berjumlah 58 unit dari total 261 kendaraan operasional DHL Express Indonesia. Angka itu mencakup armada listrik yang sudah ada maupun kendaraan tambahan yang baru ditempatkan, sehingga menyediakan gambaran mengenai komposisi armada perusahaan saat ini.
Penambahan ini merupakan bagian dari upaya memperluas pilihan kendaraan yang digunakan untuk mendukung pengiriman. Dengan distribusi di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang, DHL Express Indonesia memperlebar cakupan operasional pengiriman beremisi lebih rendah, termasuk ke kota-kota yang disebut sebagai pusat logistik yang berkembang. Namun, rincian penempatan tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan besaran pengurangan emisi, jumlah pengiriman yang ditangani, ataupun dampak tertentu di masing-masing kota. Data yang tersedia menjelaskan jumlah unit, lokasi penempatan, dan proporsi kendaraan listrik dalam keseluruhan armada operasional perusahaan.
Perusahaan logistik menghadapi tuntutan untuk menekan emisi dari kegiatan operasional, sekaligus menjaga kecepatan, keandalan, dan kualitas layanan. Pelanggan tetap mengharapkan pengiriman yang tepat waktu dan proses yang konsisten, sementara pelaku usaha semakin memperhatikan dampak lingkungan dari barang yang mereka beli, jual, dan distribusikan. Perhatian tersebut juga meluas ke rantai pasok: pilihan transportasi, mitra, dan cara produk sampai ke tujuan menjadi bagian dari pertimbangan bisnis. Karena itu, upaya pengurangan emisi perlu berjalan seiring dengan kebutuhan layanan, bukan mengorbankan standar pengiriman yang dibutuhkan pelanggan.
Hubungan dagang internasional yang erat turut membentuk kebutuhan tersebut. DHL Global Connectedness Report 2026 menggambarkan hubungan dagang Indonesia dengan Tiongkok, Singapura, dan Amerika Serikat sebagai bagian dari keterhubungan perdagangan negara ini dengan pasar global. Ketiga hubungan tersebut menegaskan bahwa arus barang lintas batas menghubungkan perusahaan dan konsumen di berbagai kawasan. Bagi penyedia logistik, jaringan pengiriman harus mampu mendukung hubungan itu dengan alur yang lancar, mulai dari pergerakan internasional hingga distribusi di dalam negeri. Pada saat yang sama, bisnis semakin mencermati bagaimana proses distribusi berkontribusi terhadap jejak lingkungan rantai pasok mereka.
Perkembangan regional juga penting bagi pengelolaan jaringan tersebut. DHL Globalization Tracker mencatat bahwa perdagangan intra-Asia terus meningkat, sehingga hubungan ekonomi dan pertukaran barang di kawasan ini semakin menonjol. Arus perdagangan yang berkembang membutuhkan jaringan logistik yang dapat menghubungkan titik lintas negara dengan pelanggan di kota-kota lokal. Tantangannya bukan hanya memindahkan kiriman dalam skala luas, melainkan memastikan tahapan distribusi domestik tetap terintegrasi dengan layanan internasional. Keandalan pengiriman pada tahap akhir berpengaruh pada pengalaman penerima dan kelancaran kegiatan usaha yang bergantung pada barang yang dikirim.
Transportasi darat menjadi penghubung penting jaringan logistik global dan pelanggan lokal. Tahap ini membawa kiriman dari fasilitas distribusi menuju alamat penerima, sekaligus menjadi bagian operasional yang dapat dikembangkan untuk mendukung sasaran emisi yang lebih rendah. Kendaraan listrik dipandang sebagai salah satu unsur penting dalam perubahan tersebut, khususnya untuk mengurangi emisi pada tahap akhir pengiriman. Penerapannya perlu diselaraskan dengan kebutuhan rute dan mutu layanan agar pelanggan tetap menerima pengiriman secara cepat dan andal. Dengan demikian, perluasan armada listrik dapat dipahami sebagai bagian dari upaya menyesuaikan logistik dengan perdagangan yang erat dan perhatian lingkungan yang semakin besar.
Vice President of Wuling Motors Arif Pramadana menyampaikan apresiasi kepada DHL Express atas kepercayaan menggunakan Mitra EV sebagai bagian dari armada operasionalnya. Menurut Arif, keputusan tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik dapat dipertimbangkan untuk mendukung kebutuhan mobilitas perusahaan, termasuk dalam kegiatan operasional sehari-hari. Ia berterima kasih atas kesempatan bagi Wuling untuk menjadi bagian dari upaya DHL Express dalam mengembangkan armada yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.
Arif menggambarkan penggunaan Mitra EV sebagai wujud kolaborasi Wuling dan DHL Express untuk menghadirkan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Pemilihan kendaraan untuk armada operasional perlu mempertimbangkan fungsi dan kebutuhan layanan, sehingga kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menjajaki penerapan kendaraan listrik pada kegiatan usaha. Ia berharap Mitra EV dapat memberikan manfaat bagi operasional DHL Express, sekaligus mendukung penerapan mobilitas listrik yang relevan bagi sektor logistik.
Lebih jauh Arif berharap kemitraan ini tidak hanya memberi manfaat bagi kedua perusahaan tetapi juga membuka.
Baca juga: Menerima Ketum PERIKLINDO Jenderal Moeldoko Bamsoet Dorong Indonesia Jadi Basis Industri Kendaraan Listrik Dunia | Penghentian Listrik Sementara di Jakarta | Jadwal Pemadaman Listrik di Jakarta: Pantau Waktu dan Lokasi
