Betrand Peto Ungkap Video Viral Berasal dari Dokumen Pribadi yang Diretas

oleh -428 Dilihat
oleh
Betrand Peto Ungkap Video Viral Berasal dari Dokumen Pribadi yang Diretas

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Betrand Peto memberikan klarifikasi mengenai video pesta dan minum-minum yang beredar luas di media sosial. Penjelasan tersebut disampaikan setelah ia menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Kamis (8/10). Seusai pemeriksaan, Betrand menjelaskan bahwa video yang menjadi perhatian publik itu berkaitan dengan persoalan keamanan data pribadi miliknya.

Betrand, yang dikenal sebagai putra angkat Ruben Onsu dan Sarwendah serta akrab disapa Onyo, membenarkan adanya pembobolan terhadap akun email miliknya. Menurut keterangannya, sejumlah materi pribadi kemudian tersebar dan menjadi konsumsi publik melalui berbagai platform media sosial. Pernyataan tersebut disampaikan untuk memberikan konteks atas kemunculan video yang ramai diperbincangkan, sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Meski demikian, Betrand belum memaparkan secara terperinci bagaimana akun tersebut dapat diretas maupun pihak yang diduga bertanggung jawab. Ia menyatakan bahwa persoalan peretasan akan dibahas lebih lanjut pada waktu yang tepat, termasuk melalui langkah hukum apabila diperlukan. Saat ini, ia memilih untuk tidak memperluas pembicaraan mengenai aspek teknis pembobolan akun tersebut.

Betrand menegaskan bahwa perhatian utamanya terlebih dahulu diarahkan pada persoalan yang sedang diproses setelah pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Ia ingin memberikan keterangan secara bertahap agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru. Dengan demikian, klarifikasi mengenai video tersebut disampaikan bersamaan dengan penegasan bahwa materi itu berasal dari dokumen pribadi yang diakses tanpa izin. Proses pemeriksaan dan penanganan laporan selanjutnya diharapkan dapat memberikan kejelasan atas seluruh perkara yang berkaitan.

Betrand Peto membantah kesan yang muncul setelah potongan video tersebut beredar dan menjadi perhatian publik. Menurut penjelasannya, materi yang dibagikan bukanlah rekaman utuh yang dapat menggambarkan suatu situasi secara lengkap. Video itu disebut sebagai materi lama yang telah mengalami banyak penyuntingan sebelum kemudian disebarkan dalam bentuk yang beredar di berbagai platform.

Betrand menjelaskan bahwa video tersebut terlalu banyak diedit dan disatukan oleh pihak lain. Sejumlah bagian dari materi yang berbeda disebut telah digabungkan, sehingga rekaman yang diterima publik tidak lagi tampil sebagai satu rangkaian kejadian yang utuh. Proses pemotongan dan penggabungan itu membuat bagian-bagian sebelum maupun sesudah adegan tertentu tidak terlihat.

Menurut keterangan Betrand, kondisi tersebut menyebabkan konteks asli dalam video menjadi tidak tampak. Potongan yang berdiri sendiri dapat menimbulkan kesan tertentu karena penonton tidak memperoleh keseluruhan rekaman sebagai pembanding. Dengan demikian, materi yang beredar tidak dapat dipahami dengan cara yang sama seperti ketika video tersebut dilihat dalam bentuk aslinya.

Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan anggapan yang terbentuk dari video viral tersebut. Betrand menekankan bahwa materi yang beredar merupakan hasil penyuntingan dan penyatuan potongan oleh pihak lain, bukan rekaman lengkap yang ditampilkan tanpa perubahan. Karena bagian-bagiannya telah dipilih, dipotong, lalu ditempatkan dalam satu video, informasi mengenai konteks awalnya menjadi terbatas. Bantahan Betrand berfokus pada bentuk dan proses pengolahan video, terutama banyaknya editan serta penggabungan materi yang membuat isi rekaman tidak terlihat secara menyeluruh.

Betrand menjelaskan bahwa dokumentasi yang kemudian beredar luas dibuat dalam suasana kebersamaan bersama teman-temannya. Ia menyebut, orang-orang yang hadir dalam dokumentasi tersebut sama-sama berasal dari Indonesia timur. Pertemuan itu berlangsung setelah mereka bermain sepak bola dalam kegiatan kumpulan anak-anak timur. Keterangan tersebut menjadi penting untuk memahami latar asli foto atau video yang kini diperbincangkan, karena dokumentasi itu pada awalnya tidak dibuat untuk menggambarkan situasi sebagaimana kesan yang muncul dari potongan rekaman yang telah diedit.

Menurut penuturan Betrand, kegiatan setelah bermain sepak bola tersebut dilanjutkan dengan makan papeda bersama sejumlah teman yang hadir. Dokumentasi dibuat dalam rangka mengabadikan kebersamaan mereka ketika berkumpul dan menyantap makanan. Dengan demikian, konteks yang ia sampaikan berkaitan dengan pertemanan, kegiatan bersama, serta suasana makan papeda, bukan peristiwa lain yang mungkin terbentuk setelah bagian tertentu dari video dipisahkan atau disusun ulang.

Penjelasan langsung itu memberikan gambaran bahwa foto atau video tersebut perlu dilihat secara utuh dan sesuai konteks pembuatannya. Potongan yang telah diedit dapat menimbulkan tafsir berbeda apabila dilepaskan dari keterangan mengenai kegiatan sebelumnya. Betrand menegaskan bahwa dokumentasi itu berasal dari momen ketika ia berkumpul dengan teman-teman sesama anak Indonesia timur setelah bermain sepak bola, lalu makan papeda bersama. Karena itu, makna awal dokumentasi tersebut adalah catatan kebersamaan dalam sebuah kegiatan kelompok, bukan gambaran seperti yang terbentuk dari penyebaran potongan video tanpa konteks lengkap.

Betrand Peto meyakini video yang beredar luas tersebut diperoleh melalui akses ilegal karena materi itu merupakan bagian dari dokumentasi pribadi. Menurut keterangannya, video tersebut tidak pernah diunggah ke platform media sosial, situs berbagi video, maupun layanan publik lain. Arsip itu juga tidak dibagikan melalui grup percakapan atau dikirimkan kepada teman-temannya. Dengan demikian, ia menilai kecil kemungkinan materi tersebut tersebar melalui jalur distribusi yang dilakukan secara sadar oleh dirinya.

Keyakinan tersebut mengarah pada dugaan bahwa video diambil dari ruang penyimpanan pribadi setelah akun emailnya dibobol. Bagi Betrand, keberadaan dokumen yang semula hanya tersimpan untuk kepentingan pribadi menunjukkan adanya pihak lain yang berhasil memperoleh akses tanpa izin. Ia pun memandang penyebaran video itu bukan sekadar persoalan pelanggaran privasi, melainkan juga dugaan pengambilan dan penyebarluasan data secara tidak sah. Namun, dugaan tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai pernyataan berdasarkan penilaiannya, sementara pembuktian mengenai cara materi itu diperoleh memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Penyebaran arsip pribadi itu membuat Betrand merasa dirugikan, terutama karena materi tersebut muncul ke ruang publik tanpa persetujuannya. Kendati demikian, ia menyatakan akan memprioritaskan penyelesaian perkara dugaan tindak asusila yang saat ini sedang diproses di Polda Metro Jaya. Langkah tersebut dipandang perlu agar perhatian dan proses yang tengah berjalan dapat diselesaikan terlebih dahulu. Setelah perkara itu selesai, Betrand baru akan menentukan langkah hukum lanjutan terkait dugaan peretasan akun emailnya serta penyebaran dokumen pribadi tersebut. Sampai tahap itu, belum ada pernyataan bahwa laporan peretasan telah dibuat atau proses hukum khusus mengenai dugaan akses ilegal tersebut sudah dimulai.