JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Lurah Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Muhammad Yusuf Rajab, menyatakan optimismenya terhadap peluang wilayah tersebut dalam babak final Benyamin S Award 2026. Ia berharap Cilandak Barat mampu meraih kategori Sejahtera melalui berbagai potensi lokal dan upaya yang telah dikembangkan bersama masyarakat.
Festival Pesona Cilandak Barat menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan kekuatan wilayah, sekaligus memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan lokal. Potensi tersebut menjadi modal penting bagi Cilandak Barat untuk menunjukkan karakter dan keunggulannya di hadapan tim penilai. Dukungan warga, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan kegiatan yang memberi manfaat sosial diharapkan dapat memperkuat posisi kelurahan dalam kompetisi.
Cilandak Barat merupakan salah satu dari 10 kelurahan yang melaju ke babak final Benyamin S Award 2026. Jumlah tersebut menjadi bagian kecil dari keseluruhan peserta, mengingat terdapat 267 kelurahan di wilayah DKI Jakarta. Masuknya Cilandak Barat ke tahap akhir menunjukkan bahwa sejumlah program dan potensi lokalnya dinilai memiliki daya saing.
Menjelang penilaian final, Yusuf menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi pemerintah kelurahan dan warga. Optimisme yang disampaikan bukan hanya berorientasi pada penghargaan, melainkan juga pada upaya memperlihatkan hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat. Dengan mengandalkan potensi lokal dan partisipasi bersama, Cilandak Barat berharap dapat tampil meyakinkan serta meraih hasil terbaik pada kategori Sejahtera.
Benyamin S Award merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan apresiasi kepada kelurahan yang berhasil mengembangkan tata kelola lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Penghargaan ini tidak hanya menilai tampilan wilayah, tetapi juga melihat kemampuan kelurahan dalam menciptakan kondisi kehidupan yang lebih baik bagi warganya. Melalui ajang tersebut, pemerintah mendorong setiap kelurahan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.
Penilaian dalam Benyamin S Award mencakup empat aspek utama, yaitu bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Aspek bersih berkaitan dengan pengelolaan lingkungan serta kebiasaan hidup sehat. Aspek nyaman menilai keamanan, ketertiban, dan kualitas ruang hidup warga, sedangkan aspek indah menyoroti penataan kawasan dan pemeliharaan estetika lingkungan. Adapun aspek sejahtera memiliki cakupan yang lebih luas karena menilai dampak berbagai inisiatif kelurahan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.
Kategori Sejahtera menempatkan potensi lokal sebagai salah satu dasar penting dalam penilaian. Potensi tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan budaya, pariwisata, maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program yang dinilai bukan sekadar keberadaan kegiatan, melainkan manfaat nyata yang dihasilkan, seperti terciptanya lapangan usaha, meningkatnya pendapatan warga, terbukanya akses pemasaran, dan tumbuhnya kemandirian ekonomi. Karena itu, Cilandak Barat berupaya menampilkan kekuatan lokal sebagai keunggulan utama dalam final Benyamin S Award 2026. Beragam inisiatif berbasis komunitas diharapkan mampu menunjukkan bahwa identitas wilayah, kreativitas warga, dan pengelolaan potensi secara konsisten dapat berjalan beriringan. Pendekatan ini memperlihatkan peran kelurahan sebagai penghubung sumber daya lokal, kebutuhan masyarakat, dan peluang ekonomi yang lebih luas.
Cilandak Barat memiliki visi untuk berkembang sebagai destinasi wisata baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru. Visi tersebut bertumpu pada pemanfaatan potensi lokal yang sudah dimiliki wilayah ini. Dengan mengembangkan kekuatan budaya, wisata, dan kreativitas masyarakat, Cilandak Barat dinilai dapat membangun identitasnya sendiri serta menghadirkan ruang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Yusuf menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu gagasan penting dalam mewujudkan visi tersebut. Menurutnya, Cilandak Barat telah memiliki dasar potensi yang dapat dikembangkan secara lebih terarah. Wilayah ini juga dinilai siap menjadi model atau cikal bakal destinasi wisata baru. Pengembangan itu diharapkan tidak hanya memperkuat daya tarik wilayah, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi berbasis potensi setempat.
Rencana kerja jangka pendek akan diawali melalui pelaksanaan Festival Pesona Cilandak Barat. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi wilayah sekaligus membangun perhatian terhadap gagasan pengembangan wisata dan ekonomi kreatif. Festival itu juga dapat menjadi bagian dari proses untuk menunjukkan kesiapan Cilandak Barat dalam mengolah kekuatan lokal menjadi program yang memiliki arah pengembangan.
Untuk rencana jangka menengah dan panjang, pengembangan akan dilakukan melalui kerja sama dengan pelaku UMKM serta perusahaan lain. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan potensi yang tersedia dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Cilandak Barat. Seluruh proses pengembangan akan bertumpu pada kekayaan lokal yang disebut Yusuf, yaitu Museum Basoeki Abdullah, Batik Betawi Terogong, dan Kampung Asri Banjarsari. Ketiga potensi tersebut menjadi bagian penting dalam gagasan menjadikan Cilandak Barat sebagai destinasi wisata baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Tahapan berikutnya dalam Benyamin S Award 2026 adalah penilaian final yang akan diikuti oleh Lurah Cilandak Barat bersama sembilan lurah lainnya. Dalam tahap ini, para lurah akan mempresentasikan berbagai program, inovasi, serta hasil pengelolaan wilayah yang telah dijalankan di hadapan tim penilai. Presentasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober 2026. Kesempatan ini menjadi ruang bagi setiap kelurahan untuk menjelaskan secara lebih menyeluruh potensi lokal, strategi pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan capaian pembangunan yang menjadi keunggulan masing-masing wilayah.
Penilaian final diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai konsistensi, kreativitas, dan dampak program yang dikembangkan oleh para peserta. Selain menilai hasil, proses presentasi juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik baik antarkelurahan. Dengan demikian, Benyamin S Award tidak hanya berfungsi sebagai ajang penghargaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat budaya inovasi serta kolaborasi pemerintah kelurahan dan warga.
Puncak pemberian penghargaan Benyamin S Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026. Momen tersebut akan menjadi penanda atas rangkaian proses penilaian sekaligus apresiasi terhadap lurah dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam memajukan wilayahnya. Harapannya, ajang ini dapat terus mendorong para lurah untuk menghadirkan kebijakan yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan, serta mengajak warga DKI Jakarta berperan aktif dalam pembangunan kota.
Semangat tersebut penting untuk memastikan setiap potensi lokal dapat berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas. Melalui kerja sama pemerintah, masyarakat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan, Jakarta diharapkan mampu melangkah menjadi kota global yang maju, inklusif, berdaya saing, dan tetap berbudaya. Benyamin S Award 2026 pun diharapkan menjadi bagian dari perjalanan tersebut, dengan menempatkan inovasi, kepedulian, dan partisipasi warga sebagai fondasi kemajuan Jakarta.

