Danramil Dringu Ikut Bahas Kasus Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Dringu

oleh -393 Dilihat
oleh

**Probolinggo** – Komandan Koramil 0820/22 Dringu, Kapten Inf M Yahudin, turut ambil bagian dalam pembahasan kasus kesehatan ibu dan anak (KIA) di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Dringu, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (19/11). Dalam kesempatan ini, Kapten Inf M Yahudin menekankan pentingnya isu kesehatan ibu dan anak, mengingat angka kematian ibu (AKI) di Indonesia yang masih tergolong tinggi.

 

Pembahasan yang dihadiri oleh jajaran forum koordinasi pimpinan tingkat kecamatan ini juga diikuti oleh seluruh bidan desa dan kader se-Kecamatan Dringu. Kapten Inf M Yahudin menjelaskan bahwa dalam diskusi tersebut, beberapa isu krusial tentang kesehatan ibu dan anak dibahas, termasuk aksesibilitas layanan kesehatan, permasalahan KIA di Puskesmas, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah pesisir.

 

“Kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan isu yang sangat penting untuk kita angkat bersama, mengingat tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Beberapa masalah yang kita bahas termasuk akses ke layanan kesehatan dan kondisi pelayanan di Puskesmas serta di masyarakat pesisir,” ujar Kapten Inf M Yahudin.

 

Dalam kesempatan ini, Kapten Inf M Yahudin juga memberikan tips terkait upaya menjaga kesehatan ibu dan anak, antara lain melalui pola makan sehat, memenuhi waktu tidur yang ideal, menghindari paparan asap rokok, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

 

Selain itu, ia menjelaskan bahwa beberapa jenis pelayanan kesehatan ibu dan anak mencakup pemeriksaan kehamilan, konsultasi kesehatan reproduksi, imunisasi, deteksi tumbuh kembang balita, dan pengobatan anak atau balita. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai layanan ini harus terus ditingkatkan guna mendukung kesehatan ibu dan anak yang lebih baik.

 

Kapten Inf M Yahudin juga mengungkapkan bahwa indikator-indikator kesehatan di Kabupaten Probolinggo masih perlu ditingkatkan. “Ini tantangan kita bersama. Kami optimis bisa mengatasi masalah ini asalkan ada koordinasi dan kolaborasi yang baik di antara semua pihak,” tegasnya.

 

Dengan adanya pembahasan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara pihak militer, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah Kecamatan Dringu dan sekitarnya. (Edi D/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *