Dari Usaha Toko Besi, Nilam Sari Kembangkan 15 Gerai BRILink di Medan

oleh -69 Dilihat
oleh
Dari Usaha Toko Besi, Nilam Sari Kembangkan 15 Gerai BRILink di Medan

Medan | Perjalanan Nilam Sari dalam mengembangkan usaha bermula dari kegiatan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Ia menjalankan toko besi sekaligus pangkalan gas elpiji 3 kilogram sebelum memperluas usahanya ke layanan keagenan BRILink. Dari usaha tersebut, kegiatan bisnisnya kemudian berkembang menjadi jaringan gerai yang kini berjumlah 15 titik. Perubahan ini menunjukkan bagaimana usaha yang berawal dari penjualan barang dapat bertambah dengan layanan transaksi keuangan, tanpa meninggalkan peran usaha yang telah lebih dahulu dijalankan. BRILink menjadi bagian baru dalam kegiatan usahanya dan memperluas jenis layanan yang dapat diakses pelanggan melalui gerai-gerai tersebut.

Saat ini, Nilam mengelola 15 gerai BRILink di kawasan perkebunan dan industri di Medan, Sumatra Utara. Keberadaan gerai di lingkungan tersebut membuat layanan transaksi tersedia bagi masyarakat di sekitar kawasan. Pengunjung dapat memanfaatkan gerai untuk berbagai keperluan, termasuk pencairan bantuan sosial. Dengan demikian, gerai tidak hanya menjadi tempat untuk melakukan transaksi keuangan, tetapi juga titik layanan yang membantu masyarakat menjalankan kebutuhan pembayaran dan penerimaan dana. Ragam transaksi yang dilayani mencerminkan fungsi BRILink sebagai layanan yang dapat digunakan untuk kebutuhan berbeda, sementara pengelolaan banyak gerai memungkinkan layanan itu hadir di sejumlah titik.

Jumlah transaksi yang datang ke gerai dapat berubah mengikuti kebutuhan masyarakat. Pada hari tertentu, aktivitas di gerai-gerai tersebut dapat mencapai ratusan transaksi. Angka itu menggambarkan tingginya penggunaan layanan pada waktu-waktu tertentu, khususnya ketika masyarakat memerlukan transaksi seperti pencairan bantuan sosial. Bagi Nilam, pengembangan dari toko besi dan pangkalan gas menjadi usaha keagenan BRILink telah membentuk jaringan layanan dengan cakupan yang lebih luas. Kisahnya memperlihatkan perkembangan usaha yang bertumpu pada pengelolaan beberapa jenis layanan sekaligus. Kini, 15 gerai yang dikelolanya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat di kawasan perkebunan serta industri di Medan.

Nilam Sari memulai perjalanannya sebagai BRILink Agen pada 2014, ketika kegiatan utama yang dijalankannya masih berupa usaha toko besi. Untuk melayani pelanggan toko sekaligus menjawab kebutuhan transaksi sehari-hari, ia menyediakan pembayaran tagihan listrik, pembelian pulsa, dan pembayaran cicilan. Layanan tersebut memberi kemudahan bagi warga yang ingin menyelesaikan transaksi tanpa harus mendatangi lokasi lain, sekaligus menjadi tambahan layanan di tokonya. Pada tahap awal, BRILink berjalan beriringan dengan usaha toko besi, bukan menggantikan kegiatan perdagangan yang telah lebih dulu menjadi sumber penghidupan keluarga. Pengalaman itu menjadi dasar bagi Nilam untuk mengenali jenis transaksi yang paling dibutuhkan pelanggan dan memperluas layanan secara bertahap.

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, transaksi melalui layanan BRILink semakin sering digunakan. Layanan yang semula tersedia bagi pelanggan toko itu kemudian dimanfaatkan warga untuk berbagai keperluan, dan jumlah pemakaiannya mencapai ribuan kali dalam sebulan. Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana kebutuhan praktis di lingkungan sekitar mendorong bertambahnya aktivitas di gerai. Bagi Nilam, frekuensi transaksi yang terus meningkat juga berdampak pada perputaran modal usaha. Modal dapat berputar berkali lipat dibandingkan sebelumnya, mendukung kelangsungan kegiatan usahanya sekaligus membuka ruang bagi perkembangan layanan. Perubahan ini berlangsung sejalan dengan permintaan warga, bukan semata-mata karena penambahan jenis transaksi.

Kini, gerai-gerai BRILink yang dikelola Nilam menyediakan layanan yang lebih beragam. Warga dapat melakukan setor dan tarik tunai, transfer, membayar tagihan listrik, telepon, serta cicilan. Gerai juga melayani pengisian saldo BRIZZI dan pembelian pulsa. Beragam pilihan tersebut memungkinkan masyarakat memenuhi sejumlah kebutuhan transaksi di satu tempat, sementara Nilam dapat melayani kebutuhan yang berkembang dari waktu ke waktu. Perluasan layanan berawal dari tiga kebutuhan sederhana pelanggan toko, lalu bertambah mengikuti penggunaan nyata oleh masyarakat. Dengan berkembangnya jaringan menjadi 15 gerai di Medan, layanan BRILink kini menjadi bagian penting dari kegiatan usahanya. Skala tersebut mencerminkan pertumbuhan bertahap yang didukung oleh meningkatnya permintaan warga dan perputaran transaksi.

Perubahan cara pembayaran upah pekerja perkebunan ikut memengaruhi kebutuhan layanan keuangan di wilayah tempat Nilam Sari mengembangkan usahanya. Sebelumnya, upah kerap diserahkan secara tunai melalui mandor. Seiring pekerja mulai menerima upah melalui layanan perbankan, sebagian dari mereka membutuhkan akses untuk menarik uang tunai setelah dana masuk ke rekening. Perubahan tersebut tidak berarti semua pekerja beralih pada cara pembayaran yang sama, tetapi menambah kebutuhan transaksi di luar jam layanan bank.

Melihat kebutuhan itu, Nilam membuka gerai BRILink dengan jam operasional panjang, mulai pukul 07.00 hingga 23.00. Rentang waktu tersebut memberi kesempatan bagi warga yang memerlukan transaksi pada pagi, sore, atau malam hari. Jam layanan ini juga relevan bagi pekerja yang perlu menyesuaikan waktu transaksi dengan jadwal kerja maupun aktivitas sehari-hari. Gerai tidak menggantikan fungsi bank, melainkan menyediakan pilihan layanan perbankan melalui agen yang dapat dijangkau di luar jam operasional kantor cabang.

Gerai Nilam dapat menjadi alternatif ketika kantor bank belum buka, misalnya bagi orang yang membutuhkan uang tunai lebih awal. Layanan agen juga berpotensi membantu saat antrean di bank terlalu panjang sehingga transaksi tidak dapat segera dilakukan. Dalam situasi lain, warga dapat mencari opsi penarikan ketika ATM di sekitar mereka kehabisan uang tunai. Ketersediaan gerai dengan waktu buka yang lebih panjang memberi pilihan tambahan, meskipun layanan dan ketersediaan uang tetap bergantung pada kondisi transaksi saat itu.

Dengan demikian, jam operasional hingga malam mendukung fungsi gerai sebagai titik layanan yang melengkapi fasilitas perbankan di sekitarnya. Warga tidak harus menunggu seluruh kebutuhan transaksi terpenuhi melalui bank atau ATM, karena agen dapat menjadi pilihan lain untuk transaksi tertentu. Namun, pemanfaatannya tentu berbeda-beda: tidak semua pekerja perkebunan maupun warga menggunakan gerai Nilam. Kehadiran layanan tersebut mencerminkan upaya menyesuaikan akses transaksi dengan kebutuhan masyarakat setempat yang semakin beragam.

Pengembangan usaha Nilam Sari tidak berlangsung sendiri. Dalam perjalanannya membangun jaringan 15 gerai BRILink di Medan, ia mendapat pendampingan dari Sri Wahyuni, petugas penunjang bisnis keagenan (PPBK) di Branch Office BRI Medan Gatot Subroto. Pendampingan ini membantu Nilam mengelola kegiatan layanan sekaligus mengenali peluang untuk mengembangkan usahanya. Bagi agen, dukungan yang berkelanjutan dapat menjadi bagian penting dalam menjaga layanan tetap berjalan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Sri menjalin komunikasi dengan para agen untuk memahami situasi usaha dan membantu ketika mereka membutuhkan arahan. Interaksi tersebut menjadi ruang untuk membahas pengembangan bisnis, kendala operasional, serta cara mempertahankan kualitas layanan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebutuhan agen dapat diketahui lebih baik, sementara upaya pengembangan usaha dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pendekatan ini juga mendukung keberlanjutan layanan BRILink bagi masyarakat yang memerlukan akses transaksi keuangan di dekat tempat tinggal maupun aktivitas usaha mereka.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa perjalanan Nilam menunjukkan peran BRILink Agen dalam memperluas akses keuangan dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Konsistensi Nilam selama lebih dari satu dekade, menurut Dhanny, memperlihatkan pentingnya memahami kebutuhan masyarakat dalam menjalankan layanan keuangan. Keberadaan agen yang dekat dengan lingkungan warga dapat membantu memudahkan berbagai transaksi, sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh. Pendampingan dan pemahaman terhadap kebutuhan setempat menjadi unsur yang saling melengkapi dalam menjaga manfaat layanan tersebut.

Hingga akhir September 2026 BRI mencatat lebih dari 1 juta BRILink Agen telah menjangkau lebih dari 60 ribu desa atau.