Jakarta | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperoleh empat penghargaan dalam ajang Top 20 Financial Institutions Award 2026. Pengakuan tersebut mencakup apresiasi atas kinerja BRI sebagai lembaga keuangan serta pencapaian dalam layanan perbankan digital dan pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Empat penghargaan itu menunjukkan cakupan penilaian yang menghubungkan kinerja institusi dengan kontribusinya pada layanan keuangan.
Dalam kategori utama, BRI menerima The Finance Golden Star Award 2026 dan Top 20 Financial Institution 2026. Penghargaan Top 20 tersebut diberikan kepada bank dengan aset Rp500 triliun ke atas, dengan predikat “sangat bagus”. Predikat ini menjadi bagian dari hasil penilaian atas kinerja lembaga berdasarkan sejumlah aspek yang dikaji penyelenggara. Kedua penghargaan tersebut menempatkan BRI di institusi keuangan yang dinilai memiliki capaian kuat pada kelompok bank dengan skala aset besar.
Selain penghargaan utama, BRI meraih dua The Finance Special Award 2026. Penghargaan pertama diberikan dalam kategori The Most Active Digital Banking Transactions, yang menyoroti aktivitas transaksi melalui layanan perbankan digital. Penghargaan kedua, The Most Inclusive Bank in MSME Financing, mengapresiasi inklusivitas BRI dalam pembiayaan UMKM. Kedua kategori khusus ini menyoroti dua area layanan yang berbeda, yakni penggunaan kanal digital dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Seluruh penghargaan diterima langsung oleh Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto. Penilaian dalam ajang tersebut dilakukan melalui kajian terhadap kinerja lembaga keuangan. Laporan keuangan selama tiga periode terakhir menjadi bahan utama dalam proses penilaian, sehingga penghargaan merujuk pada data kinerja dalam rentang waktu tersebut, bukan hanya capaian sesaat. Dengan dasar evaluasi itu, empat penghargaan BRI merekam penilaian atas kinerja institusional sekaligus aktivitas digital dan pembiayaan UMKM. Hasil ini juga menggambarkan bagaimana kinerja bank dapat ditinjau dari berbagai dimensi, mulai dari skala aset dan kondisi keuangan hingga aktivitas transaksi serta jangkauan pembiayaan untuk usaha kecil dan menengah.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa empat penghargaan yang diterima perseroan mencerminkan kemampuan BRI menjaga fundamental bisnis di tengah dinamika ekonomi global. Pengakuan tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya mempertahankan dasar usaha yang kuat ketika perusahaan menghadapi perubahan kondisi ekonomi. Dengan demikian, penghargaan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kinerja, tetapi juga menandai ketahanan fundamental BRI dalam situasi yang dinamis. Pandangan itu menempatkan penghargaan sebagai cerminan kemampuan perusahaan menjaga kesinambungan bisnis, sekaligus menjadi momentum untuk melanjutkan transformasi yang telah berjalan. Keterangan Hery Gunardi mengenai hal tersebut disampaikan pada Kamis (22/10/2026).
Hery Gunardi juga memandang capaian tersebut sebagai momentum bagi BRI untuk meneruskan transformasi perusahaan. Penghargaan yang diterima menjadi pengingat bagi perseroan untuk menjaga arah perubahan dan terus melangkah dalam proses transformasi. Dalam pandangannya, pengakuan terhadap kinerja perusahaan berjalan seiring dengan kebutuhan untuk memastikan fundamental bisnis tetap terjaga. Karena itu, capaian tersebut menjadi dorongan untuk melanjutkan upaya transformasi, bukan alasan untuk berhenti pada penghargaan yang telah diperoleh. BRI berkomitmen mempercepat transformasi digital sebagai bagian dari langkah tersebut. Arah ini berkaitan dengan upaya menghadirkan layanan yang lebih mudah, aman, dan terintegrasi bagi masyarakat, sesuai dengan kebutuhan untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Percepatan transformasi digital yang disampaikan Hery diarahkan untuk mendukung layanan yang lebih mudah diakses, aman digunakan, dan terintegrasi. Ketiga hal itu menjadi tujuan layanan yang ingin dihadirkan BRI melalui transformasinya. Selain mendukung penyediaan layanan tersebut, langkah perusahaan juga ditujukan untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan demikian, pandangan Direktur Utama BRI menghubungkan pengakuan atas kinerja dengan pemeliharaan fundamental bisnis dan kelanjutan transformasi. Penghargaan menjadi momentum untuk meneruskan perubahan, sementara percepatan digital menjadi bagian dari arah yang dinyatakan perusahaan. Hery menyampaikan keterangan tersebut pada Kamis (22/10/2026), dengan menekankan komitmen BRI pada layanan yang lebih mudah, aman, dan terintegrasi serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat.
Sepanjang semester I 2026, BRI mencatat kinerja yang mencerminkan pertumbuhan bisnis sekaligus dukungan berkelanjutan terhadap pembiayaan produktif. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun, meningkat 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut berlangsung di tengah perluasan penyaluran kredit dan jangkauan layanan keuangan. Pertumbuhan laba memberi konteks atas kemampuan BRI menjaga kinerja usaha, sementara penyaluran pembiayaan memperlihatkan peran perseroan dalam mendukung kebutuhan nasabah di berbagai segmen. Kedua aspek ini menjadi bagian penting dari gambaran kinerja BRI selama enam bulan pertama tahun ini.
Hingga akhir Juni 2026, total kredit yang disalurkan BRI mencapai Rp1.645,5 triliun, tumbuh 16,2% secara tahunan. Dari jumlah tersebut, kredit untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp1.235,4 triliun, atau meningkat 8,6% dibandingkan Juni tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa pembiayaan UMKM tetap menjadi bagian besar dari portofolio kredit perseroan. Perluasan kredit membantu pelaku usaha memperoleh modal untuk menjalankan serta mengembangkan kegiatan bisnis, dengan penyaluran yang menjangkau skala usaha berbeda. Pertumbuhan pada segmen ini juga menjadi indikator kontribusi BRI terhadap akses pembiayaan bagi usaha produktif.
Jangkauan tersebut diperluas melalui holding ultra mikro. Sampai Juni 2026, ekosistem ini melayani sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman dan mengelola 166,3 juta rekening simpanan. Selain memperluas layanan, holding mendorong 2,3 juta debitur naik kelas, yaitu berkembang menuju kapasitas usaha dan akses layanan yang lebih baik. Integrasi layanan keuangan dengan program pemberdayaan dapat membuka akses pembiayaan formal bagi pelaku usaha ultra mikro yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam menjangkau lembaga keuangan. Pendampingan dan layanan yang lebih terhubung turut membantu nasabah meningkatkan kemampuan mengelola usaha. Dengan demikian, capaian laba dan kredit disertai upaya memperluas jangkauan sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha.
Dukungan BRI kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya diwujudkan melalui pembiayaan. Perseroan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, memperluas akses pasar, dan membantu mereka menghadapi perubahan kebutuhan konsumen. Pendekatan ini sejalan dengan pernyataan Direktur Utama BRI Hery bahwa UMKM merupakan bisnis inti perseroan sekaligus fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pengembangan UMKM dipandang sebagai bagian dari peran BRI dalam mendorong ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
Jangkauan sejumlah program tersebut menunjukkan skala upaya pemberdayaan yang dilakukan. Hingga Juni 2026, Desa BRilian telah menjangkau lebih dari 5.700 desa. Program Klasterku Hidupku mencakup lebih dari 44 ribu klaster usaha, sedangkan LinkUMKM by BRI menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Sementara itu, Rumah BUMN telah diikuti sekitar 596 ribu pelaku usaha. Angka-angka ini menggambarkan keterlibatan pelaku usaha dan komunitas dari beragam wilayah, serta ragam jalur yang tersedia untuk memperoleh dukungan pengembangan.
Setiap inisiatif memiliki bentuk dan sasaran yang beragam, tetapi berangkat dari tujuan pemberdayaan yang saling berkaitan. Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, membuka akses pasar yang lebih luas, dan memperkuat daya saing UMKM. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat mengembangkan kemampuan serta usahanya, menyesuaikan diri dengan peluang yang tersedia, dan bergerak menuju skala usaha yang lebih tinggi. Pemberdayaan di luar pembiayaan menjadi pelengkap penting agar akses modal dapat diikuti kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usaha.
Bagi BRI kemajuan UMKM berkaitan erat dengan kemajuan.
Baca juga: Penghargaan Televisi Indonesia 2026: Sorotan Meriah Malam Puncak | Telkom Luncurkan Scale: Kerangka Baru dalam Transformasi Digital | Silaturahmi Kepada Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia, Bentuk Penghargaan dalam memaknai HUT ke-81 TNI
