KOTA BEKASI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Pemerintah Kota Bekasi meluncurkan gerakan “Belanja Rame-Rame ke Pasar Rakyat” atau Gebrak Pasar di Pasar Baru Bekasi pada Jumat, 2 Oktober 2026. Peluncuran ini menandai dimulainya sebuah gerakan yang diarahkan untuk menghidupkan kembali aktivitas belanja di pasar rakyat serta memperkuat peran pasar tradisional dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 07.00 WIB di Pasar Baru Bekasi. Sejak waktu dimulainya kegiatan, gerakan ini menjadi agenda yang mempertemukan aktivitas pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan berbelanja di pasar rakyat. Pemerintah Kota Bekasi mengajak aparatur sipil negara (ASN) untuk turut berbelanja sebagai bagian dari pelaksanaan program tersebut.
Gebrak Pasar dirancang sebagai agenda bulanan Pemerintah Kota Bekasi. Pelaksanaan secara rutin diharapkan dapat menjaga keberlanjutan gerakan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat secara berkala. Dengan agenda bulanan itu, kegiatan belanja tidak hanya berlangsung pada saat peluncuran, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas yang dijalankan secara teratur.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi para pedagang pasar tradisional. Melalui gerakan “Belanja Rame-Rame ke Pasar Rakyat”, keterlibatan masyarakat dan ASN diharapkan dapat mendukung perputaran kegiatan perdagangan di pasar. Peluncuran di Pasar Baru Bekasi menjadi awal pelaksanaan agenda tersebut, yang dimulai pada pukul 07.00 WIB dan diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi pedagang pasar tradisional.
Rangkaian perdana Gerakan Gebrak Pasar di Bekasi diawali dengan senam bersama. Kegiatan tersebut diikuti Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Selain menjadi bagian dari agenda kebugaran, senam bersama ini menjadi pembuka interaksi pimpinan daerah dan para pegawai sebelum mereka bergerak menuju area pasar rakyat.
Usai senam, Tri Adhianto tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia bersama istrinya, Wiwiek Hargono, berkeliling di Pasar Baru Bekasi untuk berbelanja berbagai kebutuhan pokok. Keduanya mendatangi sejumlah lapak dan berinteraksi dengan pedagang dalam suasana transaksi yang berlangsung secara langsung. Kehadiran wali kota bersama ASN di pasar tersebut sekaligus menjadi ajakan agar aparatur turut mendukung keberadaan pasar rakyat dan memilih berbelanja di pusat perdagangan tradisional.
Dalam kesempatan itu, Tri juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung aktivitas jual beli yang terjadi di Pasar Baru Bekasi. Ia mengamati kondisi lapak, mendengarkan keterangan pedagang, serta memantau pergerakan harga sejumlah bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat. Pemantauan di lapangan dinilai penting untuk memperoleh gambaran nyata mengenai ketersediaan komoditas dan stabilitas harga, bukan hanya mengandalkan laporan administratif.
Tri menjelaskan bahwa dirinya sengaja berbelanja secara langsung agar dapat merasakan kegiatan jual beli sebagaimana yang dialami warga. Menurut dia, pengalaman tersebut memberikan pemahaman lebih dekat mengenai proses transaksi dan kondisi pasar. Ia juga menyebutkan bahwa harga berbagai kebutuhan di Pasar Baru Bekasi relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan tempat lain. Pernyataan itu memperkuat pesan Gebrak Pasar, yakni mendorong masyarakat, termasuk ASN, untuk memanfaatkan pasar rakyat sekaligus membantu menjaga aktivitas ekonomi para pedagang lokal.
Pemerintah Kota Bekasi merencanakan Gerakan Gebrak Pasar sebagai kegiatan rutin yang melibatkan jajaran aparatur sipil negara (ASN) setiap bulan. Setelah pelaksanaan perdana di salah satu pasar rakyat, agenda tersebut akan dilanjutkan secara bergilir di berbagai pasar rakyat yang tersebar di wilayah Kota Bekasi. Pola ini diharapkan dapat memperluas manfaat program sekaligus memperkenalkan beragam pasar tradisional kepada para aparatur dan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan pada minggu pertama setiap bulan. Waktu tersebut dipilih karena bertepatan dengan masa penerimaan gaji aparatur daerah. Dengan demikian, ASN diharapkan dapat langsung menggunakan sebagian pendapatannya untuk berbelanja berbagai kebutuhan di pasar rakyat. Kebijakan ini juga menjadi dorongan agar aktivitas ekonomi tidak hanya terpusat di pusat perbelanjaan modern, tetapi turut menghidupkan perdagangan para pedagang kecil di lingkungan pasar.
Tri menjelaskan bahwa jadwal belanja ditetapkan pada minggu pertama, setelah gaji aparatur masuk ke rekening. Menurutnya, momentum tersebut merupakan waktu yang tepat untuk mengajak ASN memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan dukungan nyata kepada pedagang pasar rakyat. Kegiatan yang dilakukan secara teratur diharapkan tidak berhenti sebagai agenda internal pemerintah, melainkan berkembang menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat.
Melalui pelaksanaan yang berpindah-pindah, pemerintah kota ingin memastikan setiap pasar rakyat memperoleh kesempatan yang sama untuk merasakan dampak gerakan tersebut. Kehadiran ASN secara bersama-sama juga diharapkan menciptakan suasana perdagangan yang lebih ramai dan mendorong interaksi langsung pembeli dan pedagang. Tri berharap langkah jajaran Pemkot Bekasi dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar rakyat. Dengan dukungan yang konsisten, pasar rakyat diharapkan semakin berkembang, sementara roda perekonomian lokal terus bergerak secara berkelanjutan.
Wiwiek Hargono mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan belanja langsung di pasar rakyat menjadi pengalaman yang berkesan. Bersama keluarga, ia menikmati suasana pasar sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan yang mempertemukan masyarakat dengan para pelaku usaha. Bagi Wiwiek, berbelanja di pasar tidak hanya berkaitan dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk merasakan kembali suasana yang dekat dengan kehidupan keluarga.
Momen tersebut membawa ingatan Wiwiek pada rutinitas masa lalu ketika Tri Adhianto masih berstatus sebagai aparatur sipil negara biasa. Pada masa itu, aktivitas berbelanja dan menjalani keseharian berlangsung dalam suasana yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat. Kenangan tersebut kembali terasa ketika mereka hadir bersama di pasar, berinteraksi secara langsung, serta melihat berbagai kebutuhan tersedia di lingkungan yang akrab bagi banyak keluarga.
Pengalaman berbelanja bersama keluarga itu kemudian menjadi bagian yang memiliki makna personal bagi Wiwiek. Ia merasakan adanya kedekatan emosional karena kegiatan tersebut mengingatkan pada perjalanan kehidupan keluarga sebelum Tri Adhianto menjalani peran dan tanggung jawab seperti sekarang. Kebersamaan di tengah suasana pasar membuat kenangan lama hadir kembali, bukan sebagai sesuatu yang jauh, melainkan sebagai bagian dari pengalaman yang masih memiliki arti.
Karena itu, kegiatan tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi Wiwiek Hargono. Baginya, berbelanja langsung di pasar bersama keluarga merupakan momen sederhana yang mampu menghubungkan suasana hari ini dengan rutinitas yang pernah dijalani pada masa lalu. Kenangan ketika Tri Adhianto masih menjadi ASN biasa menjadi latar personal yang membuat kebersamaan itu terasa lebih bermakna bagi mereka.

