Jakarta — Seorang pria bernama Harry Bachsin diamankan petugas setelah mencoba masuk melalui antrean di pintu masuk Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Jakarta, Rabu, 16 September 2026. Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB dan melibatkan petugas keamanan Kedubes AS serta personel pengamanan objek vital.
Harry, yang tercatat lahir di Jakarta pada 2 Oktober 1958, berada di sekitar pintu masuk Kedubes AS dengan maksud menemui pihak Konsuler. Namun, keinginannya tersebut tidak dapat dipenuhi secara langsung karena petugas keamanan tidak memperkenankannya masuk melalui jalur antrean.
Informasi mengenai kejadian itu kemudian diterima operator Polsek Metro Gambir sekitar pukul 11.05 WIB. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Padal Gambir 1.1 Ipda Sutarman untuk ditindaklanjuti.
Sekitar pukul 11.13 WIB, Ipda Sutarman bersama personel Opsnal Intelkam dan Patko tiba di lokasi. Petugas kemudian meminta keterangan dari pria tersebut, termasuk mengenai identitas serta alasan kedatangannya ke Kedubes AS.
Dalam keterangannya kepada petugas, Harry mengaku telah datang sejak Senin, 14 September 2026. Ia menyampaikan bahwa kedatangannya berkaitan dengan persoalan dana pensiun yang menurut keterangannya telah dihentikan sejak September 2026. Ia bermaksud meminta penjelasan dengan menemui pihak Konsuler Kedubes AS.
Petugas kemudian menjelaskan bahwa pertemuan dengan pihak Konsuler harus didahului dengan pemberitahuan atau pengajuan melalui surat elektronik (email). Pada pukul 11.18 WIB, Padal Gambir 1.1 mengajak Harry meninggalkan area pintu masuk Kedubes AS untuk mencegah gangguan terhadap antrean maupun aktivitas di lokasi.
Lima menit kemudian, sekitar pukul 11.21 WIB, Harry meninggalkan area tersebut bersama seorang perempuan bernama Sukainah Abdullah Husin. Perempuan tersebut disebut akan membantu menyampaikan pemberitahuan melalui email kepada pihak Konsuler Kedubes AS terkait keperluan yang hendak disampaikan Harry.
Pewarta: Abdul Latif

