Jakarta Menjadi Tuan Rumah Forum Kerja Sama Perpajakan Belt and Road

oleh -11 Dilihat
oleh
Jakarta Menjadi Tuan Rumah Forum Kerja Sama Perpajakan Belt and Road

Jakarta | Jakarta menjadi pusat perhatian komunitas perpajakan internasional pada Selasa, saat Forum Kerja Sama Administrasi Perpajakan Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum/BRITACOF) ke-7 resmi dibuka. Direktorat Jenderal Pajak Indonesia bertindak sebagai tuan rumah pertemuan tersebut, yang mempertemukan pejabat pemerintah, organisasi internasional, dan pelaku usaha untuk membahas perkembangan administrasi perpajakan lintas negara. Penyelenggaraan forum di ibu kota Indonesia menunjukkan peran negara ini dalam mendorong dialog mengenai tata kelola pajak yang semakin terhubung secara global.

Mengusung tema “Smart Taxation, Shared Prosperity”, forum ini menempatkan pemanfaatan pendekatan perpajakan yang cerdas sebagai salah satu perhatian utama, sekaligus menekankan pentingnya manfaat bersama. Lebih dari 300 peserta menghadiri kegiatan tersebut. Di mereka terdapat pimpinan otoritas perpajakan dari hampir 40 negara dan wilayah, perwakilan delapan organisasi internasional, serta delegasi perusahaan multinasional dari Tiongkok dan negara-negara lain. Kehadiran beragam pihak itu mencerminkan luasnya kepentingan yang terkait dengan kebijakan pajak, mulai dari administrasi publik hingga kegiatan usaha yang beroperasi di berbagai yurisdiksi.

Forum BRITACOF ke-7 terutama bertujuan memperkuat kerja sama perpajakan di negara-negara yang tergabung dalam Belt and Road Initiative. Melalui pertemuan dan pertukaran pandangan, para peserta dapat membahas tantangan bersama dalam mengelola sistem pajak, meningkatkan koordinasi antarlembaga, serta mendorong pemahaman yang lebih baik atas kebijakan dan praktik administrasi masing-masing. Kerja sama semacam ini penting ketika arus perdagangan dan investasi melintasi batas negara, sementara otoritas perlu memastikan penerapan aturan perpajakan berjalan efektif. Kehadiran perusahaan multinasional juga memberi ruang bagi dialog yang melibatkan perspektif dunia usaha. Dengan menghimpun pemerintah, organisasi internasional, dan sektor bisnis di Jakarta, forum menyediakan wadah untuk membangun hubungan kerja yang lebih erat. Pertemuan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara menjadi unsur penting dalam mendukung administrasi perpajakan yang responsif, serta dalam mengupayakan kemakmuran bersama di kawasan Belt and Road.

Selama tiga hari penyelenggaraan forum di Jakarta, para peserta membahas sejumlah isu yang berkaitan dengan kerja sama perpajakan di kawasan Belt and Road. Salah satu perhatian utama ialah digitalisasi administrasi perpajakan, termasuk bagaimana pemanfaatan teknologi dapat mendukung proses administrasi yang lebih tertata dan responsif. Pembahasan ini ditempatkan sebagai bagian dari agenda bersama, dengan mempertimbangkan pengalaman dan kebutuhan yang beragam di tiap negara peserta. Forum juga menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai tantangan dalam penerapan sistem digital serta peran kerja sama dalam memperkuat kapasitas institusi perpajakan. Topik tersebut berkaitan dengan upaya memperbaiki tata kelola dan mendukung pelaksanaan administrasi pajak dalam lingkungan ekonomi yang terus berubah.

Peningkatan layanan bagi wajib pajak menjadi fokus lain dalam rangkaian diskusi. Para peserta membahas pentingnya layanan yang mudah diakses, jelas, dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha. Perhatian pada aspek pelayanan melengkapi pembahasan mengenai digitalisasi, sebab proses administrasi dan interaksi dengan wajib pajak merupakan bagian dari agenda perpajakan yang saling berkaitan. Dalam forum, pertukaran pandangan mengenai layanan memberi ruang bagi peserta untuk menelaah pendekatan yang digunakan di masing-masing negara, tanpa mengabaikan perbedaan kondisi dan prioritas. Agenda ini juga mencakup dialog dengan pelaku usaha, yang membahas peningkatan layanan kepada wajib pajak. Dialog tersebut menjadi salah satu wadah bagi pelaku usaha untuk menyampaikan sudut pandang terkait layanan dan kebutuhan yang dihadapi.

Penguatan kapasitas melalui kerja sama turut masuk dalam pembahasan selama forum. Para peserta mendiskusikan bagaimana hubungan antarlembaga dan pertukaran pengalaman dapat mendukung peningkatan kemampuan di bidang perpajakan. Fokus ini mencakup kapasitas institusi dalam menghadapi perubahan administrasi, memperhatikan kebutuhan wajib pajak, serta mengikuti perkembangan digital. Seluruh topik tersebut dibahas sebagai bagian dari dialog bersama selama tiga hari, berdampingan dengan isu layanan dan administrasi. Dengan demikian, agenda forum memadukan perhatian pada sistem, kapasitas, dan hubungan dengan wajib pajak, termasuk melalui dialog pelaku usaha. Pembahasan ini mencerminkan cakupan diskusi para peserta, tanpa menyatakan adanya hasil atau kesepakatan tertentu di luar agenda yang telah dibicarakan.

Pembaruan perangkat kerja sama perpajakan Belt and Road Initiative (BRI) direncanakan mencakup peluncuran Tax Administration Product Portfolio (TAPP) 2.0 dan Taxpayer Service Product Portfolio (TSPP) 2.0. Kedua portofolio tersebut akan menghimpun dan menata berbagai produk administrasi perpajakan serta layanan bagi wajib pajak yang dikembangkan oleh negara dan yurisdiksi peserta. Kompilasi edisi 2026 diharapkan memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai pendekatan, perangkat, dan pengalaman yang dapat digunakan dalam pelaksanaan fungsi perpajakan. Dengan demikian, peserta dapat menelaah pilihan yang tersedia dan mempertimbangkan penerapannya sesuai kebutuhan serta kerangka hukum masing-masing.

Selain portofolio produk, materi pelatihan bagi Belt and Road Initiative Tax Administration Capacity Enhancement Group juga direncanakan untuk diperbarui. Materi baru tersebut akan dilengkapi dengan laporan tahunan 2026 dari Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Mechanism (BRITACOM). Keduanya akan merangkum praktik terbaik dan studi kasus terkait administrasi perpajakan dan pelayanan wajib pajak. Penyajian pengalaman nyata dapat membantu peserta memahami bagaimana pendekatan tertentu dirancang, diterapkan, dan disesuaikan dalam konteks yang berbeda. Materi pelatihan dan laporan juga dapat menjadi sumber rujukan bagi pembelajaran bersama dan pengembangan kapasitas kelembagaan.

Praktik dan studi kasus yang dihimpun diharapkan menjadi acuan dalam upaya menyelaraskan aturan administrasi perpajakan serta memperkuat pengakuan timbal balik atas standar perpajakan. Penyelarasan tersebut tidak berarti menghapus perbedaan kebijakan nasional, melainkan mendorong pemahaman yang lebih baik atas prosedur dan standar yang digunakan para peserta. Pada tataran praktis, perangkat kerja dan model penerapan yang disediakan dapat membantu otoritas perpajakan memperkuat tata kelola, meningkatkan konsistensi proses, serta merancang layanan yang lebih mudah diakses. Pada akhirnya, peningkatan kapasitas dan kerja sama ini diharapkan mendukung terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif. Wajib pajak dan pelaku usaha lintas negara dapat memperoleh manfaat dari proses yang lebih jelas, sementara otoritas memiliki rujukan untuk mengembangkan administrasi yang efektif dan tepercaya.

Kerja sama perpajakan di bawah Belt and Road Initiative (BRI) berkembang melalui BRITACOM, singkatan dari Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Mechanism. Tiongkok menggagas dan mendirikan mekanisme ini pada April 2019 sebagai wadah untuk memperkuat dialog serta kolaborasi ant administrasi perpajakan. BRITACOM kini menghimpun 38 anggota dan 30 pengamat, dan menjadi salah satu platform multilateral penting bagi kerja sama perpajakan dalam kerangka BRI. Keanggotaannya mempertemukan otoritas pajak dari beragam negara dan yurisdiksi, sehingga menyediakan ruang untuk bertukar pengalaman, membahas tantangan bersama, dan mengembangkan pemahaman mengenai kebijakan maupun praktik perpajakan.

Sejak dibentuk, BRITACOM mencatat kemajuan pada beberapa bidang yang berkaitan langsung dengan iklim investasi dan administrasi publik. Upaya bersama membantu meningkatkan kepastian perpajakan bagi pelaku usaha yang beroperasi lintas batas, termasuk melalui pertukaran informasi dan pembahasan praktik administrasi. Mekanisme ini juga mendorong percepatan digitalisasi administrasi perpajakan, yang dapat membuat layanan lebih mudah diakses serta proses pengelolaan pajak lebih efisien. Selain itu, kolaborasi diarahkan untuk memperbaiki iklim usaha terkait perpajakan dengan membangun pendekatan yang lebih jelas dan mendukung kepatuhan. Penguatan kapasitas otoritas pajak turut menjadi bagian penting, lain melalui pembelajaran bersama, pengembangan keahlian, serta pertukaran pengalaman dalam menghadapi perubahan ekonomi dan teknologi.

Forum BRITACOM menjadi salah satu sarana utama untuk.

Baca juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Minifootball Asia 2026 | Peluang Kerja Melalui Jakarta Pusat Job Connect 2026 | Destinasi Liburan Populer untuk Keluarga di Jakarta