Kebakaran Gudang Obat di Matraman Tewaskan Dua Saudara

oleh -427 Dilihat
oleh
Kebakaran Gudang Obat di Matraman Tewaskan Dua Saudara

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 6 Oktober 2026, Kebakaran melanda sebuah rumah yang difungsikan sebagai gudang obat di Jalan Asem Gede, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, ketika api mulai membakar bangunan seluas 360 meter persegi. Rumah yang digunakan untuk menyimpan obat itu kemudian dipenuhi kobaran api dalam waktu singkat.

Api yang membesar menyebabkan situasi darurat di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi awal, kebakaran tersebut menewaskan dua orang yang diketahui merupakan saudara. Besarnya kobaran api dan kondisi bangunan menjadi faktor yang membuat proses penanganan berlangsung dalam suasana sulit. Petugas kemudian melakukan penanganan untuk mengendalikan api sekaligus memastikan tidak ada korban lain yang masih berada di dalam bangunan.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik setelah terdengar suara percikan dari kabel yang berada di lantai dua rumah tersebut. Namun, informasi itu belum dapat dinyatakan sebagai penyebab final karena pemeriksaan terhadap lokasi dan keterangan saksi masih dilakukan. Aparat perlu memastikan sumber api, titik awal kebakaran, serta rangkaian kejadian sebelum menyimpulkan penyebab insiden secara resmi.

Kronologi awal kebakaran gudang obat di Matraman diketahui dari keterangan saksi dan informasi kepolisian. Saat kejadian berlangsung, Ardiansyah dan Jasmine terbangun setelah mendengar suara percikan dari bagian bangunan. Bunyi tersebut menjadi tanda pertama yang membuat penghuni menyadari adanya masalah di lantai dua. Kondisi kemudian berubah cepat karena api segera terlihat membesar dan menimbulkan kepanikan.

Ardiansyah berusaha mencari sumber suara itu. Setelah memeriksa area lantai dua, ia menemukan api cukup besar yang berasal dari kabel. Kobaran tersebut berada di sekitar bagian bangunan tempat Muhammad Alpharezy, 20 tahun, dan Muhammad Fadel, 18 tahun, berada. Keduanya merupakan saudara yang kemudian menjadi korban dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Melihat api semakin meluas, Ardiansyah berupaya menyelamatkan Alpharezy dan Fadel. Namun, jalan keluar dari lantai dua telah terhalang kobaran api. Situasi itu membuat proses evakuasi langsung tidak mungkin dilakukan. Kedua korban akhirnya masuk ke kamar mandi di lantai dua untuk berlindung dari api dan asap, sembari menunggu pertolongan.

Ardiansyah kemudian turun untuk meminta bantuan kepada petugas pemadam kebakaran. Ia tidak berani melewati kobaran yang telah menutup akses keluar, sehingga memilih mencari bantuan dari luar area berbahaya. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa api sudah menguasai jalur evakuasi dan membatasi upaya penyelamatan dari dalam bangunan. Keterangan mengenai suara percikan, sumber api pada kabel, serta terhalangnya akses keluar menjadi bagian penting dalam penyelidikan awal untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum kebakaran menewaskan dua saudara tersebut.

Penanganan kebakaran dilakukan secara bertahap sejak laporan diterima oleh petugas. Dari kantor sektor Matraman, tim pemadam segera bergerak menuju lokasi dengan pengerahan awal lima unit kendaraan. Armada tersebut mencakup satu mobil berukuran medium yang digunakan untuk mendukung akses dan distribusi peralatan selama proses pemadaman. Pergerakan cepat dilakukan untuk mencegah api meluas ke bagian bangunan lain maupun lingkungan di sekitarnya.

Petugas tiba di lokasi pada pukul 05.08 WIB dan langsung melakukan penilaian terhadap kondisi lapangan. Setelah perlengkapan serta jalur penyemprotan disiapkan, pemadaman dimulai sekitar pukul 05.14 WIB. Tim kemudian mengarahkan pancaran air ke titik-titik api sambil berupaya mengendalikan penyebaran asap dan panas yang masih tinggi. Koordinasi di personel diperlukan agar setiap bagian bangunan dapat diperiksa dan ditangani secara bergantian.

Upaya pengendalian berlangsung hingga api berhasil dilokalisasi pada pukul 05.50 WIB. Tahap ini menandai berhentinya perambatan api, tetapi petugas belum meninggalkan area karena masih terdapat bara dan material panas yang berpotensi memicu nyala kembali. Setelah kondisi utama terkendali, operasi dilanjutkan dengan proses pendinginan. Petugas menyisir area terdampak dan membasahi bagian-bagian yang masih mengeluarkan panas hingga pukul 06.02 WIB.

Secara keseluruhan, penanganan melibatkan 10 kendaraan pemadam kebakaran dan 50 personel. Penambahan armada serta tenaga dilakukan untuk mempercepat penguasaan area, memastikan pasokan air tetap tersedia, dan mendukung pemeriksaan menyeluruh setelah api tidak lagi membesar. Setiap bagian lokasi diperiksa kembali guna memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang dapat menimbulkan risiko lanjutan.

Sesudah proses pendinginan dan pemeriksaan dinyatakan memadai, petugas menyelesaikan penataan peralatan serta memastikan kondisi lapangan aman untuk ditinggalkan. Status kebakaran kemudian dinyatakan selesai. Seluruh rangkaian operasi berakhir pada pukul 07.03 WIB, setelah petugas memastikan tidak ada lagi kobaran maupun sumber panas yang memerlukan penanganan tambahan.

Penanganan kebakaran gudang obat di Matraman berakhir dengan ditemukannya dua korban meninggal dunia. Muhammad Alpharezy dan Muhammad Fadel dilaporkan berada di lantai dua saat api membesar. Upaya evakuasi telah dilakukan, tetapi keduanya tidak berhasil diselamatkan. Petugas kemudian mengevakuasi korban dari lokasi untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Selain dua korban tersebut, petugas berhasil menyelamatkan tiga orang lain yang berada di area bangunan ketika kebakaran terjadi. Keselamatan para penghuni dan pekerja menjadi prioritas selama proses pemadaman serta pencarian di dalam gudang. Kondisi ketiga orang yang berhasil dievakuasi selanjutnya menjadi bagian dari pendataan petugas untuk memastikan seluruh pihak yang berada di lokasi telah teridentifikasi.

Setelah api dapat dikendalikan, polisi akan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Pemeriksaan itu mencakup kondisi bangunan, titik awal api, serta berbagai benda atau instalasi yang berpotensi berkaitan dengan munculnya kebakaran. Petugas juga akan meminta keterangan dari para saksi, termasuk orang-orang yang berada di sekitar gudang sebelum dan ketika insiden berlangsung.

Dugaan korsleting listrik masih menjadi informasi awal yang perlu didalami. Dugaan tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab pasti sebelum penyidik menyelesaikan pemeriksaan di lokasi dan menganalisis keterangan saksi serta temuan lainnya. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan rangkaian kejadian secara lebih jelas, termasuk sumber api dan faktor yang menyebabkan kebakaran cepat membesar. Kepastian mengenai penyebab insiden akan disampaikan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai.