Kemenbud nilai kebudayaan modal akselerasi ekonomi dan pemajuan budaya

oleh -106 Dilihat
oleh
Kemenbud nilai kebudayaan modal akselerasi ekonomi dan pemajuan budaya

Keterangan yang tercatat menyebut Kebudayaan akan menjadi modal yang sangat penting untuk akselerasi ekonomi budaya kita dan juga pemajuan budaya kita, yang akhirnya nanti ketika kita sudah mencintai budaya kita ada internalisasi nilai budaya yang penting seperti gotong royong, kejujuran, kebersihan,bekerjasama,” ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu. Kementerian Kebudayaan memang harus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, civitas akademika di perguruan tinggi, hingga komunitas budaya dan padepokan," kata dia.

n

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Jakarta (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kebudayaan bukan hanya sebagai fondasi dan identitas bangsa, melainkan modal strategis untuk akselerasi ekonomi budaya, pemajuan budaya dan pembangunan berkelanjutan (the power of culture). Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, dan generasi muda, nilai-nilai budaya bangsa, kebudayaan diharapkan dapat terus lestari serta bertransformasi menjadi kekuatan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman. Langkah itu sejalan dengan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus mendukung ruang kreativitas generasi muda serta mendorong pemajuan kebudayaan secara inklusif dan berkelanjutan. Dalam hal ini, komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekosistem kebudayaan diwujudkan dengan menggandeng institusi pendidikan tinggi sebagai pusat preservasi kearifan lokal Nusantara, salah satunya Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta. Fadli Zon menilai universitas memiliki tanggung jawab untuk tidak sekadar menjadi tempat transfer pengetahuan ilmiah, melainkan juga berfungsi sebagai hub kebudayaan dan ruang inovasi berbasis identitas nasional.

n

Fadli Zon menyoroti kekayaan mega diversity Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia dengan peninggalan sejarah yang sangat panjang, seraya memaparkan keberhasilan diplomasi kebudayaan dalam upaya repatriasi ribuan artefak bersejarah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Menteri Kebudayaan turut menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi UTP yang konsisten mencetak sumber daya manusia unggul dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Sementara itu, Rektor UTP Surakarta, Winarti, menegaskan komitmen universitas dalam mewarisi karya budaya nilai luhur Tri Ciri Tentara Pelajar, yakni Patriotisme, Kepeloporan, dan Kemandirian, yang senantiasa dihidupkan sebagai napas pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Sejalan dengan upaya pelestarian warisan budaya yang menjadi fokus pendokumentasian kementerian, kolaborasi praktis antara kampus tersebut dan Kementerian Kebudayaan telah berjalan erat. Mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik UTP tercatat terjun langsung membantu proyek pemugaran candi, penataan museum, restorasi keraton, serta menjalankan serangkaian uji kelayakan material bersejarah seperti pengujian bata kuno. Keterlibatan ini memastikan bahwa integritas situs-situs bersejarah tetap terjaga sesuai dengan standar konservasi dan pendokumentasian warisan bangsa. Ke depan, sinergitas antara UTP dan Kementerian Kebudayaan akan terus diperluas dengan melibatkan fakultas lainnya, seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan guna mengakselerasi pemajuan kebudayaan di berbagai dimensi kehidupan masyarakat. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

n

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *