KOTA JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Dede Sunandar sempat tak sadarkan diri setelah terkena pukulan Vicky Prasetyo dalam pertandingan tinju celebrity match. Insiden tersebut terjadi ketika Vicky tampil dalam format pertandingan dua lawan satu bersama Dede Sunandar dan Bedu. Momen itu menjadi perhatian penonton karena Dede terlihat mengalami kondisi yang membuat pertandingan harus mendapat perhatian lebih lanjut.
Pertandingan tersebut merupakan bagian dari acara Kapolda Fighter Match yang berlangsung di GOR Kota Jambi pada Sabtu (3/10). Laga dengan format yang tidak biasa itu mempertemukan Vicky, Dede, dan Bedu dalam satu pertandingan tinju. Ketiganya terlibat dalam pertandingan hiburan yang menjadi salah satu agenda acara, sebelum insiden yang dialami Dede terjadi di dalam ring.
Setelah kejadian tersebut, Dede disebut sedang menjalani pemeriksaan oleh dokter. Informasi itu disampaikan Vicky Prasetyo untuk menjelaskan kondisi terkini rekannya setelah sempat kehilangan kesadaran di tengah pertandingan. Pemeriksaan dilakukan untuk memantau keadaan Dede setelah menerima pukulan dan memastikan kondisinya mendapat penanganan yang sesuai.
Vicky juga menyampaikan bahwa Dede telah sadar. Keterangan tersebut menjadi informasi terbaru mengenai kondisi Dede setelah insiden di ring. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan dokter maupun kondisi medis lainnya. Karena itu, perkembangan keadaan Dede masih menunggu keterangan berikutnya dari pihak yang mendampingi atau menangani pemeriksaannya.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan dan penanganan segera dalam pertandingan tinju, termasuk pertandingan yang melibatkan figur publik. Meski berlangsung sebagai celebrity match, keselamatan peserta tetap menjadi perhatian utama ketika terjadi benturan atau pukulan di atas ring. Untuk sementara, informasi yang tersedia menyebutkan Dede telah sadar dan masih menjalani pemeriksaan dokter setelah pertandingan di Jambi tersebut.
Vicky Prasetyo memberikan penjelasan mengenai kondisi Dede Sunandar setelah rekannya tersebut sempat tidak sadarkan diri dalam pertandingan tinju. Pernyataan itu disampaikan untuk menjelaskan keadaan terbaru Dede setelah kejadian di atas ring yang sempat menarik perhatian penonton dan publik.
Vicky memastikan bahwa Dede sudah sadar. Keterangan tersebut menjadi informasi utama yang disampaikan setelah Dede sebelumnya mengalami kondisi tidak sadarkan diri dalam pertandingan. “Dede sudah sadar,” ujar Vicky ketika memberikan kabar mengenai keadaan rekannya tersebut.
Meski telah sadar, Vicky menyebut Dede masih menjalani pemeriksaan oleh dokter. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui kondisi Dede setelah pertandingan dan memastikan penanganan yang diperlukan. Vicky juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memberikan kabar terbaru setelah mendapat informasi lebih lanjut dari dokter.
Vicky tidak menyampaikan kesimpulan lebih jauh mengenai kondisi kesehatan Dede. Karena itu, perkembangan berikutnya tetap menunggu hasil pemeriksaan serta keterangan resmi dari pihak yang mendampingi Dede. Keterangan tentang Dede yang sudah sadar menjadi pembaruan awal setelah kejadian, sementara informasi mengenai keadaan lengkapnya akan disampaikan setelah pemeriksaan dokter selesai.
Usai pertandingan tinju yang membuat Dede Sunandar tersungkur dan sempat tidak sadarkan diri, Vicky Prasetyo menunjukkan respons emosional. Ia mengaku merasa bersalah atas insiden yang terjadi di atas ring dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Dede. Vicky juga menangis ketika membicarakan kondisi tersebut, karena tidak menyangka pertandingan berakhir dengan Dede harus mendapatkan penanganan dari petugas medis.
Respons itu turut terlihat melalui unggahan Vicky di Instagram. Dalam unggahan tersebut, Dede tampak terbaring di atas sebuah kursi, sementara petugas medis memberikan penanganan setelah ia tersungkur ke pinggir ring. Vicky memperlihatkan momen itu bersamaan dengan ungkapan penyesalan dan permintaan maafnya kepada Dede. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak bermaksud membuat Dede mengalami kondisi tersebut.
Vicky menyampaikan permintaan maaf kepada Dede dengan mengatakan bahwa ia merasa bersalah atas kejadian dalam pertandingan. Menurut penjelasannya, laga dua lawan satu itu sejak awal dimaksudkan sebagai pertarungan yang sportif. Format tersebut dirancang sebagai bagian dari pertandingan, bukan untuk mencelakakan salah satu pihak yang terlibat.
Namun, Vicky juga menjelaskan bahwa situasi di atas ring tidak dapat sepenuhnya direncanakan. Pergerakan, benturan, dan kejadian selama pertandingan dapat berlangsung di luar perkiraan. Karena itu, insiden yang dialami Dede terjadi dalam situasi yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan. Setelah kejadian tersebut, Vicky memilih menyampaikan penyesalan, meminta maaf kepada Dede, serta menunjukkan kepeduliannya melalui unggahan dan pernyataan emosional di media sosial.
Insiden Dede Sunandar yang sempat tak sadarkan diri dalam pertandingan tinju bersama Vicky Prasetyo turut memicu perhatian luas di kalangan warganet. Selain membicarakan kondisi Dede setelah menerima pukulan, publik juga menyoroti perlengkapan keselamatan yang digunakan dalam laga tersebut. Sejumlah pengguna media sosial menyebut Dede dan Vicky tampak tidak mengenakan pelindung kepala atau headguard selama bertanding.
Perbincangan mengenai headguard kemudian berkembang menjadi pertanyaan tentang standar keamanan yang diterapkan panitia. Sebagian warganet menilai perlindungan kepala semestinya dipertimbangkan, terutama karena peserta pertandingan bukan atlet tinju profesional yang sehari-hari berlatih menghadapi kontak fisik di atas ring. Menurut tanggapan mereka, perlengkapan tambahan dapat membantu mengurangi risiko cedera, meskipun tidak mampu menghilangkan seluruh bahaya dalam olahraga tinju.
Publik juga menyoroti kemungkinan adanya ketidakseimbangan kemampuan, pengalaman, kondisi fisik, atau gaya bertanding para peserta. Perbedaan tersebut dianggap perlu menjadi pertimbangan sebelum pertandingan digelar, termasuk dalam menentukan aturan, durasi ronde, intensitas pertarungan, serta kesiapan medis. Namun, pandangan yang beredar di media sosial tersebut merupakan reaksi dan kekhawatiran publik, bukan bukti bahwa pihak tertentu telah terbukti melanggar ketentuan.
Melalui komentar-komentarnya, warganet mengingatkan bahwa pertandingan yang melibatkan figur publik tetap membutuhkan perencanaan keselamatan yang serius. Pemeriksaan kesehatan, pengawasan wasit, kehadiran tenaga medis, dan penggunaan perlengkapan yang sesuai menjadi beberapa hal yang mereka harapkan diperhatikan dalam agenda serupa. Sorotan terhadap Vicky dan Dede menunjukkan bahwa aspek hiburan sebaiknya berjalan beriringan dengan perlindungan peserta, terlebih ketika pertandingan berpotensi menimbulkan cedera. Penilaian akhir mengenai prosedur yang digunakan tetap bergantung pada keterangan resmi dari penyelenggara dan pihak terkait.

