Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pemulihan sektor industri belum terjadi secara merata

oleh -54 Dilihat
oleh
Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pemulihan sektor industri belum terjadi secara merata

SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 1 Oktober 2026, Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pemulihan sektor industri belum terjadi secara merata. (Istimewa) Perombakan Menteri Perindustrian dan disahkanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 menjadi alarm tersendiri untuk sektor industri di Indonesia.

Keterangan yang tercatat menyebut Yang jelas defisit yang besar bukan bukti dari adanya ekspansi produktif,” ujarnya.

Data lain dalam laporan menunjukkan Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, mengatakan kondisi tersebut tak terlepas dari kondisi sektor industri per kuartal terus menurun selama dua tahun terakhir ini. Sebagaimana diketahui, pada kuartal 2 tahun 2025 (q2/25) sampai kuartal 2 tahun 2026 (q2/2026) tingkat pertumbuhan sektor industri terus merosot dari 5.48 persen menjadi hanya 4.5 persen. Timnas Indonesia Unggul Telak 6-1 atas Bangladesh di Babak Pertama “RAPBN 2027 yang baru disahkan juga tidak memberikan signal dorongan khusus terhadap industri sebagai penopng ekonomi yang paling besar,” ujar Didik dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (1/10). Didik mengatakan, kondisi tersebut akan mempersulit target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 hingg 7 persen. Menurutnya, bagaimana bisa pertumbuhan ekonomi akan mencapai 7 persen jika kondisi sektor industri lemah dan menurun seperti dua tahun terakhir ini.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup ILUSTRASI: Pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menilai persoalan industri Indonesia tidak hanya berkaitan dengan desain kebijakan, tetapi juga hilangnya momentum pertumbuhan akibat persaingan dengan negara-negara di kawasan. Menurutnya, desain kebijakan fiskal dengan defisit yang cukup besar berpotensi lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembayaran utang dan mandatory spending untuk program sosial yang membutuhkan alokasi APBN dalam jumlah besar. Karena itu, kondisi sektor industri saat ini menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam penyegaran kabinet, terutama dengan hadirnya menteri perindustrian yang baru.

Ia mengatakan, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan target yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) kontribusi manufaktur terhadap PDB ditargetkan meningkat dari baseline 18,67 persen menjadi 21,9 persen pada 2029, sementara target resmi pertumbuhan ekonomi adalah tumbuh 8 persen pada 2029. Menteri Baru Diminta Ubah Strategi Siswa SMP-SMA Pamer Inovasi Masa Depan di OPSI Nasional 2026: Didik mengatakan, penyegaran di posisi Menteri Perindustrian harus diikuti perubahan strategi dan kebijakan. Menurutnya, pemerintah tidak dapat kembali menjalankan kebijakan yang sama seperti dua tahun terakhir jika ingin mendorong industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Selain pertumbuhan yang berada di bawah 5 persen, Didik menyoroti ketimpangan pertumbuhan antar-subsektor industri. Indikator lain terlihat dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang sempat berada di level 46,9 pada Juni 2026 dan 49,8 pada Agustus 2026. PMI kemudian kembali berada di level ekspansif sebesar 52,4 pada September 2026. APBN 2027 Jadi Kunci Tiga Anggota DPRD yang Kedapatan Pesta Sabu di Surabaya Direhab di Banyuwangi Didik menyebut struktur APBN 2027 yang telah disahkan pemerintah dan DPR belum terlihat sinyal kuat mengenai fokus anggaran untuk mendorong sektor produktif, khususnya industri. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan karena mengenai sejauh mana struktur APBN 2027 mampu mendukung akselerasi industrialisasi dan mendorong target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Didik mengatakan, jika sektor industri hanya tumbuh sekitar 4,5 persen, maka sumbangannya terhadap pertumbuhan ekonomi tidak signifikan atau bahkan bisa dikatakan sangat marjinal. Dengan porsi sektor industri terhadap produk domestik bruto (PDB) sekitar 19 persen, secara sederhana pertumbuhan industri sebesar 4,5 persen hanya memberikan kontribusi sekitar 0,86 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen pada masa lalu turut didukung oleh pertumbuhan sektor industri yang mencapai dua digit. Jika tidak ada perubahan kebijakan dari sektor ini, maka jangan harap ekonomi bisa tumbuh sampai 7-8 persen. Lupakan cita-cita pemerintah yang berjanji kepada rakyat untuk mendorong ekonomi tumbuh 7-8 persen," pungkasnya. Jangan sampai ketinggalan berita hari ini! Rabu, 16 September 2026 | 15.28 WIB Rabu, 16 September 2026 | 00.58 WIB Selasa, 15 September 2026 | 22.45 WIB Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan? Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022