Palembang | Pemerintah memperpanjang operasi modifikasi cuaca menggunakan dry ice di Palembang selama sepuluh hari, terhitung 16 hingga 25 Oktober 2026. Perpanjangan ini dilakukan setelah uji coba pada 15 Oktober, sebagai bagian dari upaya membantu mengurai asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Operasi tersebut melibatkan Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, M Iqbal Alisyahbana, menyampaikan informasi perpanjangan itu pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi berlanjut setelah jarak pandang mulai meningkat sejak hari kedua kegiatan. Perubahan kondisi tersebut menjadi perkembangan yang dipantau oleh pihak terkait di tengah penanganan dampak asap.
Modifikasi cuaca dengan dry ice merupakan salah satu langkah yang ditempuh untuk mendukung pengendalian asap dan mengurangi gangguan yang dirasakan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui koordinasi antarlembaga, dengan Kementerian Kehutanan, BMKG, dan TNI bekerja bersama dalam operasi di wilayah Palembang. Pemerintah memperpanjang pelaksanaannya hingga 25 Oktober agar upaya tersebut dapat terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
Meski jarak pandang dilaporkan mulai membaik, operasi tetap berlangsung dalam periode yang telah ditetapkan. Perbaikan yang terlihat sejak hari kedua menjadi informasi penting dalam evaluasi pelaksanaan, tetapi tidak berarti kegiatan langsung dihentikan. Penanganan asap kebakaran hutan dan lahan masih memerlukan perhatian, terutama ketika dampaknya dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan warga.
Perpanjangan dari 16 sampai 25 Oktober memberikan ruang bagi tim gabungan untuk melanjutkan dukungan modifikasi cuaca setelah tahap uji coba. Pemerintah melalui instansi terkait akan menjalankan operasi tersebut sebagai salah satu bagian dari respons terhadap asap di Sumatera Selatan. Informasi BPBD mengenai peningkatan jarak pandang menjadi perkembangan awal, sementara pelaksanaan lanjutan tetap berjalan hingga batas waktu yang diumumkan. Langkah ini menegaskan koordinasi unsur pemerintah, lembaga meteorologi, dan TNI dalam membantu merespons keadaan darurat kabut asap di Palembang. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai kondisi wilayah dan perkembangan penanganan dari instansi berwenang selama operasi berlangsung.
Pada hari pertama operasi modifikasi cuaca di Palembang, tim udara melaksanakan satu sortie atau penerbangan untuk menyemai bahan berupa dry ice. Sebanyak 800 kilogram bahan semai ditebar dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan awal ini menjadi bagian dari upaya operasi yang dilakukan di tengah kondisi atmosfer yang memengaruhi sebaran awan dan efektivitas penyemaian. Data mengenai jumlah penerbangan dan bahan yang digunakan menunjukkan bahwa kegiatan dirancang bertahap, dengan penyesuaian berdasarkan perkembangan cuaca serta kebutuhan di wilayah sasaran.
Memasuki hari kedua, jumlah penerbangan ditambah menjadi dua sortie. Penambahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer, sehingga pelaksanaan tidak hanya mengikuti rencana awal, tetapi juga menyesuaikan keadaan yang terpantau. Dengan dua penerbangan, tim dapat melakukan penyemaian lebih dari sekali pada hari tersebut. Langkah ini menggambarkan pengaturan operasi yang bertumpu pada kondisi di lapangan, termasuk bagaimana atmosfer mendukung kegiatan dan bagaimana bahan semai dapat diarahkan menuju area yang telah ditentukan.
Pada Sabtu, penerbangan menuju Palembang dilakukan dari Lampung dengan menggunakan dua pesawat. Armada yang dikerahkan terdiri atas Cessna Caravan 208B dengan registrasi PK-SNP dan pesawat Casa 212 milik TNI AU dengan registrasi A-2117. Masing-masing pesawat membawa 800 kilogram bahan semai. Penggunaan dua jenis pesawat dalam pelaksanaan tersebut memungkinkan tim menjalankan penerbangan sesuai pengaturan operasi. Informasi mengenai rute, identitas pesawat, serta muatan memberikan gambaran tentang pengerahan armada dan kapasitas bahan yang disiapkan untuk kegiatan penyemaian pada hari itu.
Area operasi disebut berada di timur-tenggara wilayah Palembang. Penyemaian berlangsung pada radial 330–030, dengan jarak sekitar 120–160 mil laut dan ketinggian penerbangan 5.000–12.000 kaki. Rincian lokasi dan ketinggian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dilakukan pada area yang telah ditetapkan, bukan semata-mata tepat di atas pusat kota. Secara keseluruhan, pelaksanaan pada hari kedua melibatkan dua sortie, dua pesawat, serta muatan masing-masing 800 kilogram dry ice. Penyesuaian jumlah penerbangan terhadap kondisi atmosfer menjadi aspek penting dalam pengaturan operasi di kawasan tersebut.
Iqbal menyampaikan bahwa jarak pandang di Palembang terpantau telah berada di atas 2.000 meter. Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan sebelum operasi dry ice dilakukan. Perubahan ini menjadi salah satu indikator bahwa keadaan atmosfer mulai membaik, meskipun belum dapat dijadikan bukti bahwa asap telah sepenuhnya hilang atau dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah berakhir.
Data pemantauan Stasiun Talang Betutu pada Sabtu, 17 Oktober 2026, juga memperlihatkan perbedaan kadar PM2.5 dini hari dan siang hari. Pada pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat berada pada rentang 61,5–230,9 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut dilaporkan masuk dalam kategori tidak sehat hingga tidak sehat, sehingga kualitas udara pada periode itu masih perlu diperhatikan oleh masyarakat.
Sementara itu, pada pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, kadar PM2.5 tercatat jauh lebih tinggi, yakni berkisar 303,9–448,3 mikrogram per meter kubik. Rentang tersebut berada dalam kategori berbahaya. Perbandingan ini menunjukkan bahwa konsentrasi partikel halus pada dini hari lebih tinggi daripada pengukuran pada siang hari di stasiun pemantauan yang sama.
Dengan demikian, kadar PM2.5 pada siang hari disebut jauh membaik dibandingkan periode dini hari, sejalan dengan jarak pandang yang mulai meningkat. Namun, perbaikan pada rentang waktu pengamatan tersebut tidak berarti kualitas udara telah pulih sepenuhnya. Konsentrasi partikel masih tercatat pada tingkat yang dapat mengganggu kesehatan, dan kondisi dapat berubah mengikuti cuaca, arah angin, serta aktivitas sumber asap.
Pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan untuk melihat apakah penurunan tersebut bertahan. Warga sebaiknya mengikuti informasi resmi tentang kualitas udara dan memperhatikan imbauan kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan. Data satu stasiun dan satu hari memberi gambaran kondisi setempat, tetapi belum mewakili seluruh wilayah Palembang atau memastikan dampak karhutla telah sirna. Karena itu, perkembangan jarak pandang dan PM2.5 masih perlu dicermati bersamaan dengan hasil pemantauan berikutnya.
Operasi dry ice di Palembang ditujukan untuk membantu melemahkan lapisan inversi atmosfer yang dapat membuat asap dan polutan bertahan dekat permukaan. Inversi terjadi ketika udara yang lebih hangat berada di atas udara yang lebih dingin. Susunan suhu tersebut berbeda dari kondisi yang biasanya memungkinkan udara dekat permukaan bergerak naik dan bercampur dengan lapisan di atasnya. Ketika pergerakan ke atas terhambat, asap dari kebakaran serta polutan lain lebih sulit tersebar sehingga dapat terperangkap di lapisan bawah atmosfer.
Dalam situasi tersebut, penggunaan dry ice menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi kekuatan lapisan inversi dan mendukung perbaikan kondisi udara. Langkah ini tidak berarti asap akan langsung hilang, sebab penyebarannya juga dipengaruhi keadaan atmosfer dan aktivitas kebakaran di lapangan. Iqbal berharap operasi tersebut dapat membantu mengurangi asap yang menyelimuti wilayah terdampak. Ia juga berharap karhutla dapat dikendalikan, meskipun hasilnya tidak dapat dipastikan hanya dari pelaksanaan operasi dry ice. Karena itu, upaya tersebut berjalan seiring dengan pemadaman langsung di lokasi kebakaran.
Manggala Agni tetap melakukan pemadaman di sejumlah titik di Sumatera Selatan.
Baca juga: Penanganan Karhutla di Wilayah Kalbar Terus Membaik, Titik Api Turun | Operasi Pencarian Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa | Penangkapan Politikus Golkar dalam Operasi KPK
