Kabupaten Aceh Tamiang | Pertamina EP Rantau Field melaksanakan pengeboran (tajak) lima sumur baru guna mempertahankan produksi minyak dan gas bumi di tengah proses pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Tajak sumur baru ini sangat penting bagi penyediaan energi nasional," ujar Tomi lewat keterangannya yang dikutip pada Sabtu (10/10/2026).
Keterangan yang tercatat menyebut Field Manager Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, mengatakan bahwa pengeboran sumur baru tersebut tetap dijalankan meski perusahaan masih merampungkan pemulihan infrastruktur pascabanjir.
Data lain dalam laporan menunjukkan Pengeboran tersebut mencakup dua sumur di Kampung Tanjung Seumantoh, yakni RNT DZ-51 dan RNT DZ-52, yang dibor menggunakan Rig APS-752 berkapasitas 550 HP dengan kedalaman akhir masing-masing 1.145 meter dan 1.037 meter. Selain itu, tiga sumur lainnya berlokasi di Kampung Paya Meta, yaitu RNT DZ-11, RNT DZ-23A, dan RNT DZ-33, dengan dukungan Rig TMMJ-12 berkapasitas 550 HP. Untuk mengatasi hal tersebut, tim teknik melakukan modifikasi pada Stasiun Pengumpul (SP-5 dan SP-1) sebagai sumber pengganti pasokan gas untuk pembangkit listrik.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Langkah ini ditujukan untuk menemukan cadangan migas baru serta menjaga ketersediaan pasokan energi nasional. Kendati masih dalam situasi pemulihan pascabanjir, perusahaan melakukan pengeboran sumur untuk menemukan cadangan migas baru dan mempertahankan produksi migas. Terhentinya aliran listrik akibat rusaknya Stasiun Kompresor Gas (HPCS) sempat membuat produksi minyak berhenti total. Atas percepatan pemulihan fasilitas produksi tersebut, Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan penghargaan kepada Pertamina EP Rantau Field. Seluruh rangkaian kegiatan operasional pengeboran ini juga dipastikan telah memenuhi standar keselamatan kerja serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Environmental, Social, and Governance/ESG).
Pemulihan produksi ini menyusul banjir besar setinggi 4 hingga 4,5 meter yang sempat melumpuhkan fasilitas operasi, perkantoran, serta permukiman pekerja di wilayah kerja tersebut pada akhir November 2025. Melalui pemulihan bertahap yang melibatkan bantuan personel dari berbagai wilayah operasi Pertamina lainnya, produksi minyak PEP Rantau saat ini telah kembali stabil di angka 1.700 barel per hari, setelah sebelumnya sempat mencatatkan angka 2.000 barel per hari pada Mei dan Agustus 2026. Mau notif berita penting & breaking news dari kami?

