Puluhan Massa GERAM Jambi Aksi di Mabes Polri, Soroti Dugaan Tambang Ilegal hingga Dokumen Batu Bara

oleh -759 Dilihat
oleh
Puluhan Massa GERAM Jambi Aksi di Mabes Polri, Soroti Dugaan Tambang Ilegal hingga Dokumen Batu Bara

JAKARTA, 28 Agustus 2026 — Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat Jambi (GERAM Jambi) menggelar aksi unjuk rasa di depan Baharkam Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). Aksi yang dipimpin Hafiz tersebut diikuti sekitar 30 orang dan membawa sejumlah tuntutan terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal serta perdagangan batu bara yang disebut menggunakan dokumen yang tidak sesuai dengan asal-usul barang.

Dalam orasinya, massa mendesak Kapolri dan Kortastipidkor Polri memberikan perhatian terhadap sejumlah dugaan yang mereka persoalkan di Provinsi Jambi. GERAM Jambi meminta aparat melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pihak berinisial NA dan AE yang disebut sebagai guarantor beserta jaringan yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut. Massa juga meminta aparat menelusuri pihak-pihak lain yang dinilai memiliki keterkaitan dengan dugaan praktik tersebut.

Salah satu poin yang disorot berkaitan dengan aktivitas pertambangan di wilayah IUP PT BBMM. GERAM Jambi meminta dilakukan pengecekan langsung terhadap legalitas kegiatan, batas wilayah izin usaha pertambangan, izin operasional, hingga pihak yang disebut melakukan kegiatan penambangan. Massa juga mempertanyakan dugaan penjualan batu bara dari wilayah tersebut kepada PT Kasih Coal Rezource (PT KCR) yang dikelola oleh pihak berinisial S.

Persoalan dokumen turut menjadi bagian utama tuntutan. Massa menduga batu bara yang kemudian diperdagangkan melalui PT KCR kepada PT PLN menggunakan atau meminjam dokumen dari PT Asia Multi Investama Coal Mine dan PT Daya Bambu Sejahtera yang disebut memiliki IUP di Kabupaten Tebo. Karena itu, GERAM Jambi meminta aparat memeriksa dokumen produksi, pengangkutan, transaksi, volume, lokasi asal batu bara, serta kesesuaian dokumen dengan kondisi barang yang sebenarnya.

Selain meminta pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, massa juga mendesak penelusuran terhadap aliran dana PT KCR serta kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang apabila ditemukan bukti yang memenuhi unsur hukum. GERAM Jambi turut meminta Direksi PT Asia Multi Investama Coal Mine dan PT Daya Bambu Sejahtera dipanggil untuk dimintai keterangan mengenai dugaan jual beli atau penggunaan dokumen yang mereka persoalkan.

Dalam aksi tersebut, massa juga membawa sikap agar penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi Bank Jambi yang sedang ditangani Subdit Tipikor Polda Jambi mendapat pengawalan dan dukungan dari Mabes Polri. Mereka meminta proses penanganan perkara berjalan tanpa tekanan dari pihak mana pun serta mendorong penyidik bekerja secara profesional. Setelah sekitar 30 menit menyampaikan aspirasi, perwakilan massa atas nama Hafiz diterima oleh Pengda Wahyu Hidayat sekitar pukul 11.30 WIB hingga 11.53 WIB untuk menyerahkan berkas. Aksi kemudian berakhir sekitar pukul 11.55 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman serta kondusif.

Pewarta: Abdul Latif

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *