Rakor Terpadu Dukungan Disdukcapil Dalam Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, WaliKota, Wakil Walikota Serta Bupati dan wakil Bupati Tingkat Provinsi PBD

Kota Sorong PBD – Komisi pemilihan umum (KPU) provinsi Papua Barat Daya Melaksanakan Rapat Kordinasi Terpadu Dukungan Disdukcapil Tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota di Wilayah Provinsi Papua Barat Daya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan wakil walikota serta Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024. Kegiatan rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Andarias Daniel Kambu S.IP. (Ketua KPU Provinsi Papua Barat Daya, Ketua Divisi Keuangan Umum dan Logistik) yang bertempat di salah satu hotel di kota Sorong di jln. Basuki Rahmat KM 7,5 Kelurahan remu Utara distrik Sorong Utara kota Sorong provinsi Papua Barat Daya, Jumat (21/06/24).

Mengawali kegiatan tersebut terlebih dahulu di bacakan Laporan kegiatan oleh Ibu Salih Sunmasnar Sedubun sebagai (Kabag Perencanaan, Data dan Informasi KPU Provinsi Papua Barat Daya) yang intinya, Bahwa Kegiatan ini merupakan langkah awal dukungan administrasi dari Dinas Dukcapil dalam proses penyusunan data pemilih dalam memasuki Pilkada Tahun 2024. Dengan demikian diharapkan akan terdata secara terstruktur dan terprogram sesuai dengan data yang dimiliki oleh DisDukcapil.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh KPU kota dan Kabupaten yang berada di provinsi Papua Barat Daya bersama Disdukcapil serta Divisi Perencanaan Data dan Informasi dari semua KPU Kota dan kabupaten bersama operator Sidalih dari masing-masing KPU Kota dan kabupaten provinsi Papua Barat daya.

Setelah penyampaian laporan di lanjutkan dengan sambutan dari ketua KPU provinsi Papua Barat Daya, Andarias Daniel Kambu, S.IP mengatakan bahwa rapat ini dilaksanakan sebagai langkah awal kordinasi dalam rangka pencocokan data awal bersama dengan DisDukcapil dan Lapas Sorong, sehingga dalam kegiatan ini perlunya dilakukan secara berjenjang sesuai dengan Tahapan Pilkada.

Saat ini kita KPU PBD sudah masuk dalam tahapan pencocokan data Pemilih, sehingga dalam tahapan ini kita akan bekerja dan mendatangi rumah-rumah warga masyarakat untuk melakukan pendataan.

Untuk itu kami memohon dukungan dan kerjasama dari DisDukcapil untuk melakukan pendataan sesuai dengan data yang kongkrit untuk itu kami juga akan melakukan pendataan terkait dengan TPS khusus yang ada di wilayah Kota Sorong, KPU juga akan bertanggung jawab untuk menjamin kerahasiaan dari data penduduk dan tidak menyebarluaskan data privasi.

“Untuk itu kami berharap dengan adanya dukungan baik dari DisDukcapil dan Lapas maka kita akan mendapatkan data pemilih yang akurat, untuk itu kita perlu belajar dari Pemilu sebelumnya yang mana eskalasi potensi konflik sangat minim tetapi pada Pilkada ini mempunyai potensi konflik yang sangat besar, Termasuk di dalamnya adalah terkait dengan data, untuk itu dengan data yang akurat kiranya dapat meminimalisir timbulnya permasalahan dan diharapkan juga, dengan data yang akurat ini dapat melegitimasi semua proses yang akan dilaksanakan guna menjadikan Pemilukada pertama kali di Provinsi Papua Barat Daya sebagai Pemilukada yang bermartabat,” Harap Andarias Daniel Kambu, S.IP.

Setelah membuka rapat koordinasi oleh ketua KPU provinsi Papua Barat Daya dan di lanjutkan dengan pengarahan oleh masing-masing komisioner KPU PBD.

Dalam arahannya pada kegiatan di awali oleh Fatmawati (Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi dan SDM), mengatakan bahwa Tahapan ini menjadi tahapan yang sangat panjang karena membutuhkan waktu yang cukup lama, untuk itu mengenai persoalan data sering menjadi pemicu dari masalah pada saat pencoblosan berlangsung sehingga diharapkan bahwa ini bukan menjadi pertemuan yang pertama dan terakhir tetapi kiranya dapat berkordinasi dan akan terus dilakukan secara berjenjang,
Karena kegiatan ini menjadi evaluasi bagi kita semua pada saat Pemilu legislatif (Pileg).

Untuk itu diharapkan agar data pemilih kali ini tidak menjadi permasalahan pada saat pencoblosan nanti, selanjutnya Kordinasi ini kami harapkan akan terus berjalan sepanjang Tahapan Pemilukada berlangsung,” ucap Fatmawati.

Kemudian di lanjutkan dengan arahan dari Gandhi Siradjuddin ST SH, yang intinya bahwa, kita berkumpul ini untuk menyatukan pikiran dalam menyusun data pemilih, dengan demikian
Penyusunan data pemilih kali ini berbeda dengan penyusunan data pemilih pada Pemilu karena dasar pendataan kali ini didasarkan pada DP 4 DisDukcapil”.

Dengan demikian harapan kita adalah data pemilih kita harus sesuai dengan wilayah masing-masing yang mana pemilih hanya melakukan pencoblosan sesuai dengan domisili,” ucap Gandhi Siradjuddin ST SH.

Kami mengucapkan banyak terimakasih untuk dukungan semua pihak yang telah mendukung terlaksanakananya Pemilu tahun 2024 sehingga dapat berlangsung dan sukses dan kami juga harapkan agar kerjasama ini terus berlangsung sampai dengan pelaksanaan pencoblosan tanggal 27 November 2024 pada Pemilukada demi mewujudkan Pilkada yang aman dan damai,” Harapannya.

Kemudian di lanjutkan dengan Arahan dari Alexander Duwit (Ketua Hukum dan Pengawasan, Wakil Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Provinsi Papua Barat Daya) yang intinya bahwa, kegiatan ini dalam rangka menginventarisasi data pemilih bersama DisDukcapil dan Lapas. Berdasarkan kerjasama kita, maka menjadi sukses bersama atas terlaksananya Pemilu tahun 2024. Karena dengan dasar yang sudah terbentuk saya sangat yakin bahwa Pemilukada ini akan berjalan dengan aman berdasarkan sinergitas yang terlihat saat ini sehingga kami harapkan dengan komitmen yang telah ditunjukan untuk mewujudkan Pemilukada yang aman, maka pemilu tahun 2024 ini yang kita laksanakan di provinsi Papua Barat daya dapat berjalan dengan baik. Sehingga dengan langkah awal ini, akan menunjukan bahwa kita siap mendukung pelaksanaan kegiatan Pemilukada yang sukses,” tegas kepala Devisi hukum KPU provinsi Papua Barat daya.

Mengakhiri sambutan pada rakor tersebut saya sebagai ketua KPU provinsi Papua Barat memgucapkan terimakasih kepada Bapak Ibu yang sudah hadir saat ini untuk memberikan dukungan bagi kami dalam menyelenggarakan Tahapan Pemilukada tahun 2024, karena ini merupakan langkah awal yang baik untuk melakukan pencocokan data sehingga saya harapkan agar komunikasi antara KPU dan DisDukcapil terus berjalan dengan baik.

Pada dasarnya kami KPU adalah pengguna data yang sumbernya berasal dari Disdukcapil, karena melalui data pemilih yang baik maka dapat melegitimasi proses demokrasi yang baik,” tutup Andarias Daniel Kambu S.IP (ketua KPU provinsi Papua Barat Daya).

(Timo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *