Bogor | RANS Simba Bogor mengawali kiprahnya di Grup A IBL All Indonesian 2026 dengan hasil positif setelah menundukkan Pacific Caesar Surabaya, 73-65. Pertandingan perdana tersebut berlangsung di GOR Laga Tangkas, Bogor, dan berakhir dengan keunggulan delapan poin bagi tim tuan rumah. Kemenangan ini menjadi modal awal RANS Simba dalam persaingan grup, sementara Pacific Caesar harus menerima kekalahan pada penampilan pembukanya. Selisih skor menunjukkan pertandingan yang tetap kompetitif, dengan kedua tim sama-sama berupaya mengumpulkan poin hingga laga selesai. RANS Simba pada akhirnya mampu menjaga keunggulan untuk memastikan kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri.
Point guard Reggie Mononimbar tampil sebagai pencetak angka terbanyak dalam pertandingan. Ia membukukan 21 poin, kontribusi yang menjadi bagian penting dari total 73 poin RANS Simba. Selain mencetak angka, Reggie juga mencatatkan tiga rebound dan dua assist. Catatan tersebut memperlihatkan kontribusinya dalam beberapa aspek permainan, baik saat membantu serangan maupun ketika tim berusaha menguasai bola. Perannya di posisi point guard turut memberi pilihan bagi RANS Simba dalam membangun permainan. Dengan torehan 21 poin, Reggie menjadi pemain paling produktif di para pemain yang tampil dalam laga pembuka Grup A ini.
Hasil 73-65 memastikan RANS Simba membuka turnamen dengan kemenangan, sekaligus memberi tim pijakan awal dalam menjalani pertandingan-pertandingan berikutnya di fase grup. Namun, satu hasil belum menentukan perjalanan panjang di IBL All Indonesian 2026; konsistensi tetap diperlukan untuk menghadapi lawan selanjutnya. Bagi Pacific Caesar, kekalahan di Bogor menjadi hasil yang perlu dievaluasi sebelum melanjutkan persaingan. Sementara itu, penampilan Reggie menjadi salah satu catatan utama dari pertandingan ini, berkat produktivitas poin serta sumbangannya dalam rebound dan assist. RANS Simba kini dapat membawa hasil positif tersebut sebagai bekal untuk menjaga momentum di Grup A.
RANS Simba Bogor tidak langsung memperoleh kendali penuh saat menghadapi Pacific Caesar. Sejak bola pertama dimainkan, tim tamu menunjukkan sikap agresif dan berani menekan, membuat tuan rumah harus bekerja keras untuk menemukan ritme. Kedua tim bergantian menyerang, sementara selisih angka tetap tipis pada menit-menit awal. Pacific mampu merespons setiap upaya RANS dan menjaga pertandingan berlangsung seimbang. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa laga di Bogor tidak akan berjalan mudah bagi tuan rumah, meskipun mereka didukung publik sendiri.
Dalam persaingan awal itu, Reggie Mononimbar menjadi salah satu pemain yang membantu RANS menjaga jarak. Ia menembus pertahanan Pacific dan menuntaskan serangan dengan layup untuk menyamakan skor menjadi 5-5. Aksi tersebut menjadi respons penting setelah Pacific lebih dulu memberi tekanan melalui permainan cepat. Namun, RANS belum bisa menjauh karena Pacific tetap disiplin dalam membangun serangan dan memanfaatkan kesempatan mencetak angka. Kedua kubu terus bertukar poin, sehingga momentum pertandingan beberapa kali berpindah tanpa ada tim yang mampu menciptakan keunggulan besar.
Pacific kembali menunjukkan ketangguhannya ketika Greans Tangkulung mencetak angka melalui lemparan bebas dan membuat kedudukan imbang 12-12. Setelah itu, ia menambah ancaman dari luar garis tiga angka. Tembakan jarak jauh Greans membawa Pacific berbalik unggul 18-12, sekaligus memberi tekanan kepada RANS menjelang akhir kuarter pertama. Tuan rumah berusaha merespons dan memperkecil jarak sebelum periode pembuka selesai. Upaya tersebut menjaga peluang RANS tetap terbuka, tetapi Pacific berhasil mempertahankan keunggulan. Kuarter pertama pun berakhir dengan skor 18-14 untuk tim tamu. Awal pertandingan yang ketat ini menjadi gambaran nyata perlawanan Pacific: mereka tidak sekadar mengikuti tempo RANS, melainkan juga mampu memimpin melalui eksekusi serangan yang efektif. Bagi RANS, selisih empat angka menjadi pekerjaan yang harus segera diperbaiki pada kuarter berikutnya.
RANS Simba mulai mengubah jalannya pertandingan saat memasuki kuarter kedua. Setelah sempat berada dalam tekanan Pacific Caesar, tim tuan rumah berusaha memperbaiki aliran serangan sekaligus meningkatkan intensitas pertahanan. Upaya tersebut membuat RANS perlahan memangkas selisih angka dan kembali membuka peluang untuk mengambil kendali. Setiap penguasaan bola menjadi penting, terutama ketika waktu menuju jeda semakin sedikit dan Pacific masih mampu mempertahankan keunggulan tipis.
Ketegangan terasa sekitar satu menit sebelum turun minum, ketika Pacific masih memimpin 34-33. Dalam momen krusial itu, Reggie Mononimbar tampil menentukan. Ia mencetak angka yang membawa RANS berbalik unggul 35-34, lalu menambah satu poin melalui lemparan bebas. Tambahan tersebut membuat RANS menutup kuarter kedua dengan keunggulan 36-34. Perubahan skor dalam rentang singkat itu menjadi dorongan penting bagi tuan rumah sebelum memasuki paruh kedua pertandingan.
Momentum yang diperoleh menjelang jeda berlanjut setelah pertandingan kembali dimulai. RANS tampil lebih tajam pada kuarter ketiga dan mencetak 12 poin secara beruntun. Rentetan angka itu memperlebar jarak menjadi 48-34, sekaligus memberi tekanan besar kepada Pacific yang harus berusaha keras menghentikan laju lawannya. Serangan RANS terlihat lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, sementara pertahanan mereka membantu menjaga keunggulan agar tidak segera terpangkas.
Pacific tidak berhenti mencoba mengejar. Tim tamu berupaya merespons dan menambah angka untuk menghidupkan kembali persaingan, tetapi RANS tetap mampu mempertahankan jarak yang cukup aman. Ketika kuarter ketiga berakhir, papan skor menunjukkan keunggulan RANS 60-49. Selisih tersebut menegaskan dampak dari kebangkitan pada akhir kuarter kedua dan rentetan 12 poin pada kuarter berikutnya. Dengan keunggulan itu, RANS memasuki kuarter terakhir dalam posisi lebih nyaman, meski masih harus menjaga konsistensi untuk memastikan Pacific tidak memperoleh kesempatan membalikkan keadaan.
Memasuki kuarter keempat, RANS Simba Bogor menghadapi tantangan untuk menjaga keunggulan atas Pacific Caesar Surabaya. Setelah membangun jarak pada fase-fase sebelumnya, tuan rumah tidak membiarkan tekanan lawan mengubah arah pertandingan. Pacific berusaha memangkas selisih melalui serangan yang lebih agresif, tetapi RANS tetap tenang dan menjaga organisasi permainan. Setiap penguasaan bola menjadi penting ketika waktu terus berkurang dan kedua tim berupaya mengamankan hasil. RANS mampu merespons upaya tersebut dengan mempertahankan ritme serta tidak kehilangan fokus saat pertandingan memasuki menit-menit penentuan.
Di tengah persaingan ketat pada kuarter penutup, RANS berusaha mengontrol jalannya laga melalui pilihan serangan yang terukur dan pertahanan yang disiplin. Keunggulan yang telah mereka miliki tetap dipertahankan, meski Pacific terus mencari kesempatan untuk mendekat. Konsistensi itu membantu RANS menghindari momentum perubahan yang dapat memberi lawan peluang membalikkan keadaan. Pada saat yang sama, para pemain RANS menjalankan peran masing-masing untuk menjaga penguasaan bola dan menyelesaikan serangan dengan efektif. Ketika kesempatan datang, tim tuan rumah mampu memanfaatkannya untuk mempertahankan jarak hingga waktu pertandingan hampir habis.
Reggie Mononimbar menjadi salah satu sosok penting dalam penutupan pertandingan. Ia mencetak poin terakhir RANS melalui sebuah layup, sebuah penyelesaian yang membantu memastikan keunggulan timnya tetap terjaga. Aksi tersebut melengkapi upaya RANS sepanjang kuarter keempat untuk menahan kebangkitan Pacific. Di sisi lawan, point guard Azzaryan Pradhitya tampil sebagai pencetak angka terbanyak Pacific Caesar. Ia membukukan 18 poin, sekaligus menambahkan empat rebound dan enam assist. Catatan itu menunjukkan kontribusinya tidak hanya dalam mencetak angka, tetapi juga dalam membantu rekan-rekannya dan berpartisipasi di area rebound.
Meski Azzaryan memberikan kontribusi menyeluruh bagi Pacific, RANS mampu menjaga keunggulan sampai peluit akhir berbunyi.
