Jakarta | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa keberlanjutan revitalisasi sekolah akan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat layanan pendidikan di ibu kota. Perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada sekolah dengan fasilitas yang sudah mengalami kerusakan berat, tetapi juga pada gedung-gedung lama yang membutuhkan perbaikan bertahap agar tetap aman dan layak digunakan oleh peserta didik maupun tenaga pendidik.
Penegasan tersebut disampaikan Pramono saat meninjau SDN Pekayon 05 di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin, 12 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa perbaikan sekolah bukan program yang dibatasi untuk wilayah Jakarta Timur. Bangunan sekolah tua di berbagai kawasan Jakarta akan dipetakan dan ditangani sesuai tingkat kebutuhan, kondisi konstruksi, serta urgensi keselamatan warga sekolah.
Menurut Pramono, revitalisasi mencakup hampir seluruh wilayah ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melanjutkan pembenahan gedung pendidikan secara lebih luas, sehingga sekolah-sekolah yang selama ini memerlukan perhatian tidak terabaikan hanya karena berada di luar wilayah peninjauan. “Gedung-gedung sekolah lama di berbagai wilayah akan kami perbaiki,” ujar Pramono, sebagaimana disampaikan dalam konteks kunjungan tersebut.
Program ini diharapkan tidak sekadar memperbarui tampilan bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas ruang belajar, sanitasi, aksesibilitas, dan keamanan lingkungan sekolah. Identifikasi kebutuhan menjadi tahap penting sebelum pekerjaan dimulai, karena setiap gedung memiliki persoalan yang berbeda. Ada sekolah yang membutuhkan penguatan struktur, perbaikan ruang kelas, pembaruan fasilitas pendukung, atau penataan lingkungan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.
Dengan cakupan yang meliputi hampir seluruh Jakarta, kebijakan tersebut menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa revitalisasi berjalan terencana, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat yang merata bagi sekolah negeri di setiap wilayah administrasi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalankan revitalisasi sekolah sebagai bagian dari upaya menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan secara lebih baik. Kebijakan ini berangkat dari pemahaman bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga membutuhkan lingkungan dan fasilitas yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Karena itu, kondisi bangunan, ruang belajar, serta berbagai fasilitas penunjang menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Pramono menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penetapan pendidikan sebagai prioritas perlu diikuti dengan dukungan yang memadai, termasuk melalui penyediaan fasilitas sekolah yang dipersiapkan secara baik. Revitalisasi menjadi langkah untuk memastikan dukungan tersebut dapat diberikan pada sekolah-sekolah yang memerlukan penanganan, terutama sekolah yang telah lama berdiri dan membutuhkan pembaruan pada bagian tertentu.
Kondisi fasilitas sekolah memiliki hubungan langsung dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Ruang dan sarana yang digunakan dalam kegiatan pendidikan perlu berada dalam keadaan yang mendukung agar proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai kebutuhan. Apabila fasilitas pendukung belum dipersiapkan dengan baik, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar juga tidak dapat berjalan secara optimal. Oleh sebab itu, pembenahan fasilitas menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan pendidikan di lingkungan sekolah.
Pesan Pramono menegaskan bahwa prioritas pendidikan tidak dapat berjalan optimal apabila sarana dan prasarana pendukungnya tidak disiapkan dengan baik. Pendidikan sebagai prioritas pemerintah provinsi perlu diterjemahkan melalui dukungan yang nyata pada tempat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Revitalisasi sekolah kemudian menjadi bentuk penyiapan fasilitas tersebut, sehingga kebijakan pendidikan memiliki dukungan lingkungan yang sesuai dengan pelaksanaannya. Dengan dasar itu, perluasan revitalisasi sekolah ditempatkan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung pelaksanaan pendidikan melalui perbaikan dan penyiapan fasilitas.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengarahkan Dinas Pendidikan untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pendidikan sebaik mungkin. Arahan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap kondisi sekolah, terutama dalam konteks revitalisasi sekolah tua yang diperluas. Kesiapan fasilitas dipandang penting agar lingkungan belajar dapat mendukung proses pendidikan dan memberikan layanan yang layak bagi peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.
Pramono menekankan bahwa penyelenggaraan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pembelajaran di ruang kelas. Mutu layanan juga dipengaruhi oleh kesiapan sekolah dalam menyediakan fasilitas yang mendukung aktivitas pendidikan. Karena itu, Dinas Pendidikan diminta memastikan aspek sarana dan prasarana mendapat perhatian yang memadai sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah.
Penyampaian arahan tersebut dilakukan dengan dukungan DPRD Provinsi DKI Jakarta. Dukungan lembaga legislatif daerah menunjukkan adanya perhatian bersama terhadap upaya memperbaiki kualitas layanan pendidikan di Jakarta. Pemerintah daerah dan DPRD menempatkan kesiapan fasilitas sekolah sebagai salah satu unsur penting dalam mendukung hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang baik.
Dalam pelaksanaannya, perhatian terhadap sarana dan prasarana perlu ditempatkan sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan secara menyeluruh. Sekolah yang memiliki fasilitas yang siap digunakan dapat menciptakan kondisi yang lebih mendukung bagi kegiatan belajar mengajar. Hal ini juga membantu memastikan bahwa kebijakan pendidikan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi tercermin dalam pengalaman warga sekolah sehari-hari.
Arahan tersebut menegaskan fokus pemerintah pada peningkatan kualitas layanan melalui kesiapan fasilitas pendidikan. Tanpa merinci bentuk pekerjaan atau tahapan pelaksanaannya, pesan utama yang disampaikan adalah perlunya pengelolaan sarana dan prasarana secara serius, terencana, dan selaras dengan kebutuhan sekolah. Dengan perhatian tersebut, revitalisasi sekolah tua diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih mendukung bagi masyarakat Jakarta.
Pramono berharap perluasan revitalisasi sekolah tua di Jakarta tidak berhenti pada pembaruan bangunan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peserta didik. Fasilitas sekolah yang lebih baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan mendukung kebutuhan siswa selama mengikuti kegiatan pendidikan. Dengan kondisi ruang dan sarana yang memadai, proses belajar mengajar diharapkan dapat berlangsung secara lebih baik serta membantu guru dan siswa menjalankan kegiatan pembelajaran secara optimal.
Harapan tersebut menempatkan peserta didik sebagai bagian penting dalam kebijakan perbaikan fasilitas pendidikan. Sekolah yang telah direvitalisasi diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih besar bagi anak-anak ketika bersekolah, sehingga mereka dapat mengikuti pelajaran dengan lebih tenang dan memperoleh dukungan lingkungan yang sesuai untuk berkembang. Perbaikan sarana juga diharapkan membantu sekolah melaksanakan kegiatan akademik maupun aktivitas pendukung pembelajaran tanpa terhambat oleh keterbatasan fasilitas fisik.
Pramono juga berharap peningkatan kualitas lingkungan sekolah dapat mendukung perkembangan anak dalam jangka panjang. Fasilitas yang lebih memadai diharapkan menjadi salah satu unsur yang membantu peserta didik belajar dengan lebih baik, membangun kebiasaan positif, dan mengembangkan kemampuan mereka sesuai potensi masing-masing. Pada akhirnya, revitalisasi tersebut diharapkan berkontribusi terhadap lahirnya peserta didik yang lebih berkualitas, tanpa mengabaikan peran guru, keluarga, dan berbagai unsur lain dalam proses pendidikan. Harapan itu menjadi dasar agar pembangunan dan perbaikan sekolah terus diarahkan pada manfaat yang dirasakan oleh siswa serta keberlanjutan kegiatan belajar mengajar.
Baca juga: Destinasi Liburan Keluarga Ramah Anak di Jakarta | Pengalaman Baru di Toko Robot Cerdas di Jakarta | Kompetisi Menembak Piala Panglima TNI di Jakarta

