KABUPATEN TANGERANG, BANTEN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Polisi mengamankan seorang pria berinisial FS setelah mobil GWM Tank yang dikemudikannya terlibat dalam kecelakaan beruntun di Jalan Kamboja Raya arah selatan, Palmerah, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 22.30 WIB. Lokasi kejadian berada di sekitar Klinik Utama Kamboja, yang menjadi titik berlangsungnya kecelakaan tersebut.
Panit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Ipda Deddy Mohammad, menyampaikan bahwa FS masih berada di kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Keterangan itu disampaikan sebagai bagian dari penanganan awal terhadap peristiwa kecelakaan yang melibatkan kendaraan GWM Tank tersebut. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi di kantor kepolisian.
Pengamanan terhadap FS dilakukan setelah kecelakaan beruntun itu terjadi di ruas Jalan Kamboja Raya. Hingga pemeriksaan berlangsung, informasi yang disampaikan polisi berfokus pada keberadaan pengemudi dan proses pemeriksaan yang sedang dijalani. Peristiwa ini ditangani oleh jajaran Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat, dengan lokasi kejadian berada di kawasan Palmerah, dekat Klinik Utama Kamboja.
Kecelakaan beruntun di Jalan Kamboja Raya, Palmerah, berlangsung ketika minibus GWM Tank bernomor polisi B 7 AXL melaju dari arah utara menuju selatan. Berdasarkan keterangan Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, kendaraan tersebut dikemudikan oleh Frendry Susanto. Saat melintas di dekat sebuah warung, GWM Tank itu menabrak gerobak las milik Muhamad Widodo.
Setelah benturan pertama, laju kendaraan berlanjut dan menabrak sebuah gerobak serta sepeda motor yang sedang terparkir milik Sopiyan. Kendaraan tersebut kemudian menghantam sepeda motor Honda Vario bernomor polisi B 5073 BTF yang dikendarai Nurmilah. Rangkaian benturan itu terjadi secara berurutan ketika GWM Tank bergerak menyusuri ruas jalan dari utara ke selatan.
GWM Tank selanjutnya menabrak dua sepeda motor lain yang bergerak searah di depannya. Setelah itu, kendaraan tersebut oleng ke kiri dan kembali menabrak sejumlah kendaraan yang sedang terparkir di sisi jalan. Dorongan akibat tabrakan membuat kendaraan-kendaraan yang tertabrak bergerak hingga mengenai pagar pintu besi milik PT SPX. Rangkaian kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada beberapa kendaraan, gerobak, dan fasilitas di sekitar lokasi. Kronologi ini disampaikan kepolisian sebagai bagian dari penanganan perkara kecelakaan, termasuk pemeriksaan terhadap pengemudi serta para pihak yang terdampak dalam insiden tersebut.
Kecelakaan beruntun di Palmerah menimbulkan dampak serius bagi para korban. Salah satu pengendara sepeda motor, yang diketahui berinisial MT dan berusia 59 tahun, meninggal dunia setelah insiden tersebut. Berdasarkan informasi yang tersedia, MT mengalami luka pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
Petugas kemudian mengevakuasi jenazah MT ke RSUD Kabupaten Tangerang. Evakuasi dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Identitas korban dicatat berdasarkan informasi sumber, yakni MT, tanpa keterangan tambahan mengenai latar belakang maupun kondisi lain yang tidak disampaikan.
Selain MT, korban lain bernama Nurmilah juga terdampak dalam kecelakaan itu. Nurmilah mengalami memar pada kaki kanan dan mendapat perawatan di RS Bhakti Mulya. Informasi tersebut menjadi keterangan yang tersedia mengenai kondisi korban setelah insiden.
Dampak kecelakaan ini menunjukkan bahwa tabrakan tidak hanya menyebabkan kerusakan pada kendaraan, tetapi juga menimbulkan konsekuensi langsung bagi pengendara yang berada di lokasi. Meninggalnya MT menjadi dampak paling berat, sedangkan Nurmilah harus memperoleh penanganan medis untuk memeriksa dan merawat memar pada kaki kanannya.
Penanganan terhadap korban dilakukan melalui proses evakuasi dan perawatan di fasilitas kesehatan yang disebutkan. Untuk MT, jenazah dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang guna pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, Nurmilah menjalani perawatan di RS Bhakti Mulya. Tidak terdapat informasi tambahan mengenai kondisi korban lain dalam sumber yang tersedia, sehingga rincian terkait dampak kecelakaan dibatasi pada keterangan tersebut.
Penanganan perkara kecelakaan beruntun yang melibatkan sopir GWM Tank di Palmerah masih berlangsung. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab peristiwa tersebut karena proses penyelidikan dan pemeriksaan belum selesai. Ipda Deddy Mohammad menyatakan, petugas masih mengumpulkan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kecelakaan serta mendalami keterangan dari para saksi.
Pengumpulan bukti dilakukan untuk membantu polisi menyusun rangkaian kejadian secara lebih jelas. Selain memeriksa barang bukti, penyidik juga masih meminta keterangan dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui atau berada di sekitar lokasi ketika kecelakaan terjadi. Informasi tersebut akan dibandingkan dan dianalisis sebagai bagian dari proses penanganan perkara.
Pemeriksaan terhadap pengemudi juga masih berjalan. Polisi perlu mendalami keterangan yang diberikan serta mencocokkannya dengan temuan di lapangan dan keterangan saksi. Tahapan ini dilakukan sebelum penyidik menentukan langkah hukum berikutnya dalam perkara tersebut.
Hingga saat ini, penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan. Polisi belum menarik kesimpulan mengenai kemungkinan kelalaian, kecepatan kendaraan, kondisi jalan, ataupun faktor lain yang mungkin berkaitan dengan peristiwa itu. Seluruh kemungkinan masih didalami berdasarkan bukti dan informasi yang berhasil dikumpulkan.
Ipda Deddy Mohammad menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Dengan demikian, pemeriksaan terhadap pengemudi, pendalaman keterangan para saksi, serta pengumpulan dan analisis barang bukti akan terus dilakukan. Hasil akhir penanganan perkara akan bergantung pada kecukupan bukti dan fakta yang ditemukan selama proses penyidikan.

