Tandyo Budi Revita Pimpin TNI AD, Maruli Simanjuntak Beralih ke Jabatan Wakil Panglima

oleh -75 Dilihat
oleh
Tandyo Budi Revita Pimpin TNI AD, Maruli Simanjuntak Beralih ke Jabatan Wakil Panglima

Jakarta | Jenderal TNI Tandyo Budi Revita resmi dilantik Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis sore, 15 Oktober. Tandyo menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang sebelumnya memimpin TNI Angkatan Darat. Dengan pengangkatan ini, Tandyo beralih dari jabatan terdahulunya sebagai Wakil Panglima TNI untuk memimpin matra darat. Prosesi pelantikan sekaligus menandai perubahan susunan jabatan bagi kedua perwira tinggi tersebut di lingkungan TNI.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo melantik Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI. Posisi itu sebelumnya dijabat oleh Tandyo. Dengan demikian, perpindahan berlangsung beriringan: Tandyo menempati jabatan KSAD yang ditinggalkan Maruli, sementara Maruli mengisi jabatan Wakil Panglima yang ditinggalkan Tandyo. Rangkaian pelantikan di Istana Kepresidenan tersebut secara resmi menetapkan kedua perubahan jabatan itu. Penyebutan jabatan baru masing-masing juga memperjelas bahwa pergantian kepemimpinan TNI AD dan pengisian posisi Wakil Panglima TNI dilakukan dalam satu acara pelantikan.

Peralihan jabatan tersebut menempatkan Tandyo sebagai pimpinan baru Angkatan Darat dan Maruli sebagai Wakil Panglima TNI. Sebelum pelantikan, Tandyo menjabat Wakil Panglima, sedangkan Maruli menjabat KSAD. Setelah Presiden melantik keduanya, tanggung jawab mereka pun berpindah sesuai jabatan yang ditetapkan: Tandyo memimpin TNI AD dan Maruli mengemban posisi Wakil Panglima. Informasi mengenai pelantikan ini mencakup siapa yang mengangkat, jabatan yang diserahterimakan, lokasi, serta waktu pelaksanaan. Tidak ada alasan khusus pergantian yang disampaikan dalam keterangan tersebut, sehingga perubahan ini dapat dijelaskan berdasarkan keputusan pengangkatan dan susunan jabatan baru yang diumumkan dalam acara resmi di Jakarta.

Tandyo Budi Revita lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991, sebuah tonggak awal yang mengantarkannya memasuki lingkungan keprajuritan dan memulai perjalanan panjang di TNI Angkatan Darat. Latar belakang tersebut menjadi bagian penting untuk memahami pengalaman yang membentuk kariernya hingga dipercaya memimpin institusi tersebut. Pendidikan militer yang ditempuhnya, baik pada tahap awal maupun lanjutan, turut memberikan bekal profesional dalam menjalankan tugas di berbagai tingkat organisasi.

Setelah menempuh pendidikan dasar keprajuritan di Akademi Militer, Tandyo melanjutkan pengembangan kapasitas melalui pendidikan lanjutan, termasuk Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) serta pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Kedua lembaga itu menyediakan pembelajaran pada jenjang yang lebih luas, mulai dari pemahaman tentang staf dan komando hingga wawasan strategis serta ketahanan nasional. Riwayat pendidikan tersebut mencerminkan proses pembinaan berkelanjutan yang lazim dijalani perwira untuk memperluas kompetensi dan kesiapan memikul tanggung jawab lebih besar.

Perjalanan militernya telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Salah satu titik awal karier yang tercatat adalah penugasan sebagai Komandan Tim Khusus Combat Intelligence (CI) Yonif Linud 330/Tri Dharma pada 1995. Penugasan itu menempatkannya dalam lingkungan satuan lintas udara dengan tanggung jawab yang berkaitan dengan unsur intelijen tempur. Catatan awal ini memberi gambaran tentang fase pertama pengabdiannya setelah lulus dari Akademi Militer, sekaligus menjadi pijakan untuk menelusuri perjalanan panjangnya dalam organisasi TNI AD.

Rentang waktu sejak awal pengabdian hingga kemudian menduduki jabatan pimpinan menunjukkan bahwa pengalaman, pendidikan, dan penugasan menjadi unsur penting dalam perjalanan seorang perwira. Dalam kasus Tandyo, informasi mengenai tempat dan tanggal lahir, kelulusan Akmil, pendidikan lanjutan, serta penugasan pada 1995 membentuk gambaran dasar tentang latar belakang militernya. Unsur-unsur tersebut memberi konteks bagi publik untuk memahami rekam jejaknya tanpa melepaskan perhatian pada proses panjang yang mendahului penunjukan sebagai pemimpin TNI Angkatan Darat.

Perjalanan jabatan Tandyo Budi Revita menunjukkan pengalaman yang terbentang dari satuan tempur dan pendidikan, hingga posisi perencanaan serta pengembangan pertahanan. Pada 2012, ia tercatat menjalankan penugasan terkait Yonif Linud 330/Tri Dharma dan menjabat Komandan Brigif Linud 17/Kujang I. Pengalaman di lingkungan pasukan lintas udara itu menjadi bagian awal dari lintasan kariernya sebelum ia mendapat tanggung jawab di tingkat komando daerah dan lembaga pusat.

Pada 2014, Tandyo mengemban tugas sebagai Asisten Operasi Kasdam VII/Wirabuana. Jabatan tersebut menempatkannya dalam fungsi perencanaan dan pengendalian operasi di lingkungan komando kewilayahan. Setahun kemudian, ia bertugas sebagai Komandan Resimen Taruna Akademi Militer sekaligus Danrindam IX/Udayana. Rangkaian penugasan pada 2015 itu menghubungkan pengalaman pembinaan calon perwira dengan tanggung jawab pendidikan dan latihan di tingkat komando daerah.

Kariernya berlanjut ke posisi staf operasi. Pada 2017–2018, Tandyo menjabat Paban III/Sopsad, sebelum pada 2018 bertugas sebagai Paban III/Latga Sops TNI. Perpindahan dari lingkungan staf operasi Angkatan Darat ke staf latihan dan operasi TNI memperluas lingkup tugasnya. Periode tersebut juga menandai keterlibatannya dalam bidang perencanaan kegiatan dan latihan pada tingkat yang lebih luas.

Pada 2018–2019, Tandyo menjabat Direktur Bela Negara di Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan. Ia kemudian dipercaya sebagai Direktur Rah Komhan pada Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan untuk periode 2019–2021. Kedua posisi itu membawa pengalaman kariernya ke ranah kebijakan pertahanan dan bela negara di kementerian. Selanjutnya, pada 2021–2023, ia mengemban tugas sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan. Dengan demikian, riwayat penugasannya mencakup satuan, pendidikan militer, staf operasi, serta pengelolaan pendidikan dan kebijakan pertahanan.

Setelah memimpin Kodam IV/Diponegoro pada periode 2023–2024, Tandyo Budi Revita mendapat penugasan di Markas Besar TNI Angkatan Darat. Sejak Februari 2024, ia menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad). Dalam jabatan tersebut, Tandyo berada pada posisi wakil pimpinan di lingkungan TNI AD, mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat dalam struktur organisasi matra darat. Perpindahan penugasan itu menandai kelanjutan perjalanan kariernya dari komando kewilayahan menuju tingkat pimpinan pusat.

Pada 2025, Tandyo dipercaya mengemban jabatan Wakil Panglima TNI. Posisi tersebut sebelumnya tidak terisi selama sekitar 25 tahun, sebelum kembali diadakan. Dengan penugasan ini, Tandyo bertugas pada tingkat organisasi TNI yang mencakup koordinasi antarmatra, berbeda dari jabatan sebelumnya yang berfokus pada lingkup TNI AD. Peralihan dari Wakasad ke Wakil Panglima TNI menjadi bagian dari rangkaian perubahan jabatan yang mendahului penugasannya sebagai kepala staf angkatan darat.

Selanjutnya, Tandyo dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Pengangkatannya menempatkan Tandyo sebagai pimpinan tertinggi TNI AD dan menutup rangkaian jabatan yang tercatat sejak memimpin Kodam IV/Diponegoro, menjadi Wakasad, lalu menjabat Wakil Panglima TNI. Urutan tersebut merangkum perpindahan tugasnya dalam beberapa tahun: dari komando wilayah pada 2023–2024, ke jajaran pimpinan TNI AD sejak Februari 2024, kemudian ke jabatan Wakil Panglima TNI pada 2025, hingga akhirnya memimpin TNI AD sebagai KSAD.

Baca juga: Kapolda Papua Barat Daya Pimpin Serah Terima Jabatan Karo Rena dan Dir Intelkam | Taruna Akmil Raih Medali Perak dan Emas pada Akmil Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026 | Panglima TNI Tandatangani Nota kesepahaman Dengan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa