The Jakmania Kecam Serangan Bus Persib U-18 dan Siap Bantu Identifikasi Pelaku

oleh -23 Dilihat
oleh
The Jakmania Kecam Serangan Bus Persib U-18 dan Siap Bantu Identifikasi Pelaku

Jakarta | Bus rombongan tim Elite Pro Academy Persib Bandung U-18 menjadi sasaran penyerangan di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah. Insiden tersebut menempatkan perjalanan tim muda Persib dalam perhatian publik dan memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Peristiwa di area persinggahan itu juga mendapat respons dari Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra.

Muhammad Aditya Putra menyampaikan kecaman terhadap penyerangan yang menimpa rombongan Persib U-18. Sikap tersebut menunjukkan bahwa tindakan kekerasan terhadap tim sepak bola, termasuk kelompok usia muda, tidak dapat dibenarkan. Rest area semestinya menjadi tempat beristirahat dan melanjutkan perjalanan dengan aman, bukan lokasi yang menimbulkan ancaman bagi rombongan olahraga.

Respons The Jakmania menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang sehat di pendukung sepak bola dan menghormati keselamatan setiap tim. Dalam pernyataannya, Muhammad Aditya Putra juga menyatakan kesiapan untuk membantu proses identifikasi pelaku. Dukungan itu diharapkan dapat membantu pihak berwenang memperoleh informasi yang diperlukan untuk menelusuri insiden tersebut secara objektif. Penanganan yang cermat diperlukan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di lingkungan sepak bola Indonesia.

Ketua Umum The Jakmania, Muhammad Aditya Putra, menyampaikan permintaan maaf setelah insiden yang menimpa rombongan Persib U-18. Pernyataan tersebut dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, @adityaptr19, pada Senin, 12 Oktober 2026. Sikap itu disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas peristiwa yang terjadi sekaligus penegasan bahwa kekerasan tidak semestinya mewarnai hubungan antarsuporter maupun kegiatan sepak bola.

Dalam pernyataannya, Aditya mengecam penyerangan terhadap rombongan Persib U-18. Ia menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang apa pun, terlepas dari latar belakang, rivalitas, atau situasi yang mungkin melatarbelakanginya. Menurut sikap yang disampaikannya, perbedaan dukungan terhadap klub seharusnya tidak menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain.

Permintaan maaf itu juga menunjukkan upaya The Jakmania untuk mengambil sikap terbuka terhadap insiden tersebut. Aditya menempatkan keselamatan sebagai hal utama dan tidak membenarkan tindakan individu maupun kelompok yang menggunakan kekerasan dalam konteks sepak bola. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan kepada para suporter agar menjaga perilaku, mengendalikan emosi, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan pihak lain dan mencoreng citra sepak bola Indonesia.

Melalui unggahan di akun pribadinya, Aditya menyampaikan bahwa penyerangan itu bukan bagian dari nilai yang patut dijunjung dalam mendukung sebuah klub. Ia juga menegaskan pentingnya penyelesaian persoalan melalui jalur yang bertanggung jawab, bukan dengan intimidasi atau kekerasan. Permintaan maaf tersebut menjadi respons resmi dari pimpinan kelompok suporter Persija setelah peristiwa yang melibatkan rombongan Persib U-18, sekaligus penegasan bahwa rivalitas harus tetap berlangsung secara sehat, aman, dan bermartabat.

Aditya menyampaikan bahwa upaya mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam penyerangan bus Persib U-18 akan dilakukan melalui koordinasi dengan aparat atau petugas yang berwenang. Langkah tersebut dinilai penting agar proses identifikasi berjalan berdasarkan informasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar dugaan yang beredar di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, Aditya menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengetahui siapa yang melakukan penyerangan. The Jakmania, menurut dia, siap membantu proses tersebut sepanjang dukungan yang diberikan berada dalam koridor hukum dan tidak mengganggu tahapan penyelidikan. Bentuk bantuan dapat dilakukan melalui komunikasi serta penyampaian informasi yang relevan kepada pihak berwenang.

Koordinasi dengan aparat menjadi bagian penting karena kewenangan untuk memastikan identitas pelaku dan rangkaian kejadian berada pada petugas yang menjalankan penyelidikan. Dengan demikian, informasi mengenai pihak yang terlibat tidak sepatutnya disimpulkan sebelum ada hasil pemeriksaan resmi. Sikap ini juga diperlukan untuk mencegah penyebaran tuduhan terhadap individu atau kelompok yang belum terbukti memiliki keterkaitan.

The Jakmania menyatakan perhatian terhadap insiden tersebut sekaligus mendorong agar penanganannya dilakukan secara objektif. Organisasi suporter itu tidak menyampaikan identitas pelaku maupun hasil penyelidikan karena prosesnya masih harus mengikuti keterangan aparat berwenang. Fokus yang disampaikan Aditya adalah memastikan upaya identifikasi tetap berjalan dan seluruh informasi yang tersedia dapat ditelusuri melalui jalur resmi.

Melalui koordinasi tersebut, pihaknya berharap aparat dapat mengungkap fakta secara menyeluruh. Aditya juga menekankan bahwa pencarian informasi mengenai pelaku masih berlangsung, sehingga setiap perkembangan perlu menunggu hasil penyelidikan yang sah. Pernyataan itu menunjukkan kesiapan The Jakmania untuk mendukung pengungkapan kasus tanpa mendahului kesimpulan atau memperkeruh situasi.

The Jakmania menegaskan bahwa penanganan hukum atas insiden serangan terhadap bus Persib U-18 harus diserahkan kepada pihak yang memiliki kewenangan. Sikap tersebut menjadi penanda bahwa organisasi tidak mengambil alih proses penyelidikan, pemeriksaan, maupun langkah hukum lain yang menjadi tugas aparat penegak hukum. Setiap tindakan lanjutan diharapkan dilakukan melalui prosedur yang berlaku dan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Aditya menyampaikan bahwa The Jakmania tidak akan mengabaikan peristiwa tersebut. Organisasi tetap menunjukkan kepedulian terhadap insiden yang melibatkan rombongan tim muda Persib, sekaligus membuka ruang untuk membantu aparat apabila diperlukan. Bantuan itu dapat diberikan dalam bentuk informasi atau dukungan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan kejadian, tanpa mendahului proses resmi yang sedang atau akan dilakukan oleh otoritas.

Penyerahan penanganan kasus kepada pihak berwenang juga dimaksudkan untuk mencegah munculnya tindakan sepihak dan penilaian yang belum didukung fakta. Aditya menempatkan aparat sebagai pihak yang berhak menentukan tahapan pemeriksaan, mengumpulkan keterangan, serta menilai informasi yang tersedia sesuai ketentuan hukum. Dengan demikian, The Jakmania memilih mengambil posisi kooperatif, bukan melakukan proses penghakiman di luar mekanisme yang telah ditetapkan.

Sikap tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan menghormati kewenangan institusi yang menangani perkara. The Jakmania menyatakan kesiapan untuk membantu proses identifikasi apabila diminta, tetapi keputusan mengenai penanganan insiden tetap berada sepenuhnya di tangan aparat. Organisasi tidak mengabaikan kejadian itu, namun juga tidak menyampaikan kesimpulan mengenai perkembangan hukum, pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka, ataupun motif serangan karena hal-hal tersebut menjadi bagian dari proses resmi yang belum dapat dipastikan.

Baca juga: Kedatangan Persib di Jakarta: Laga Spesial Persija vs Persib | Laga Derbi Persija vs Persib: Kesiapan Persib Menuju Pertandingan Kunci | Persib Bandung Siap Tampil di AFC Champions League Melawan FC Seoul