Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Dikreg LVI Gelar Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Muara Badak

oleh -33 Dilihat
Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Dikreg LVI Gelar Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Muara Badak

Muara Badak – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat TNI melalui edukasi dan sinergi lintas sektor. Tim Penyuluh Bencana Karhutla Sesko TNI dan Mabes TNI melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla di BPU Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, Forum LPM, para Ketua RT serta masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis TNI dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla, khususnya di wilayah yang rawan kebakaran saat kondisi cuaca kering. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0908/Bontang Mayor Arh Asep Supriatna, Danramil 0908-02/Muara Badak Kapten Inf Eko Santoso beserta anggota, Wakapolsek Muara Badak Iptu Nursalim, perwakilan Kecamatan Muara Badak H. Hasim, Kepala Desa Tanah Datar H. Anwar, S.IP., perwakilan PT Hikmah Borneo Bara Utama, Forum LPM, para Ketua RT serta masyarakat Desa Tanah Datar.

Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI dan Mabes TNI dipimpin Kolonel Laut (H) Imam Soedjono, S.H., M.H., bersama sejumlah perwira TNI dari berbagai satuan dan matra. Turut hadir Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026, yakni Kolonel Inf Toni Sri Hartanto, S.A.P., M.Hub.Int., Kolonel Inf Muhammad Erfani, S.H., M.Tr.(Han), Kolonel Mar Farick, M.Tr.Opsla., S.H., M.H., serta Kolonel Kal Edwin Hutabarat. Kehadiran para perwira tersebut turut memperkuat pelaksanaan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla.
Tim Penyuluh Karhutla Sesko TNI Dikreg LVI Gelar Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Muara Badak

Dalam arahannya, Tim Penyuluh menegaskan bahwa Karhutla merupakan ancaman bersama yang dampaknya dapat menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, lingkungan, pendidikan, transportasi hingga sosial ekonomi. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama dengan semangat “api lebih mudah dicegah daripada dipadamkan.” Masyarakat juga diajak meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Pada sesi pemaparan, Kolonel Mar Farick, M.Tr.Opsla., S.H., M.H., menyampaikan materi mengenai konsep dasar terjadinya kebakaran melalui segitiga api, yaitu bahan bakar, sumber panas dan oksigen. Masyarakat diingatkan untuk mewaspadai rumput dan daun kering, gambut, sampah, aktivitas pembakaran lahan, puntung rokok serta kondisi angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api. Faktor manusia menjadi perhatian penting karena kelalaian maupun aktivitas pembakaran lahan dapat memicu kebakaran yang berkembang menjadi lebih luas dan sulit dikendalikan.

Selain pencegahan, Tim Penyuluh menekankan pentingnya deteksi dini dan kecepatan pelaporan. Masyarakat bersama pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD dan Damkar diharapkan membangun komunikasi yang cepat dan akurat ketika menemukan asap maupun titik api. Informasi mengenai lokasi, titik koordinat, patokan jalan dan nama wilayah menjadi hal penting untuk mempercepat respons petugas sekaligus mencegah api berkembang lebih besar. Masyarakat juga didorong untuk menghentikan praktik pembakaran lahan, menjaga sumber air dan meningkatkan pemantauan lingkungan.

Penanggulangan Karhutla membutuhkan kekuatan bersama melalui sinergi pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan dan masyarakat. Pemanfaatan teknologi seperti satelit, drone dan GPS, didukung kesiapan sarana pemadaman serta komunikasi yang cepat, menjadi bagian penting dalam memperkuat deteksi dan respons terhadap potensi kebakaran. Melalui sosialisasi ini, TNI mendorong seluruh elemen masyarakat untuk tidak menunggu api membesar, tetapi bergerak sejak dini untuk mencegahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, pembagian sembako kepada Ketua Kopdes, Ketua RT 4, RT 5, RT 8 dan PKK Desa Tanah Datar, serta foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. Sosialisasi ini diharapkan semakin memperkuat kesadaran bahwa menjaga hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama.

Cegah sebelum terbakar, deteksi sejak dini, laporkan segera, dan bergerak bersama melindungi masyarakat serta lingkungan dari ancaman Karhutla.

(Pendim 0908/Btg)