Tidore – Komandan Kodim 1505/Tidore, Letkol Inf Wahyu Widya Sasono, menghadiri prosesi ritual adat Lufu Kie dalam rangka memperingati Hari Jadi Tidore ke-918 tahun, yang berlangsung khidmat di wilayah Kota Tidore Kepulauan, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan diawali dari Kedaton Kesultanan Tidore, kemudian rombongan bergerak menuju pelabuhan Kesultanan. Selanjutnya, rombongan yang terdiri dari Sultan, Forkopimda, perangkat kesultanan, tokoh adat, serta masyarakat, menaiki motor laut yang telah disiapkan untuk melaksanakan perjalanan mengelilingi Pulau Tidore.
Prosesi Lufu Kie merupakan tradisi adat yang sarat makna spiritual, di mana Sultan bersama perangkat kesultanan dan masyarakat melakukan perjalanan laut untuk menziarahi makam-makam keramat yang berada di sekeliling Pulau Tidore, Maluku Utara. Ritual ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur serta bentuk pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Kehadiran Dandim 1505/Tidore dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan TNI terhadap pelestarian budaya lokal serta mempererat hubungan antara aparat dengan masyarakat dan Kesultanan Tidore.
Letkol Inf Wahyu Widya Sasono menyampaikan bahwa tradisi seperti Lufu Kie memiliki nilai historis dan kearifan lokal yang harus dijaga bersama sebagai bagian dari identitas bangsa. “Melalui momentum Hari Jadi Tidore ini, kita berharap nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan kecintaan terhadap budaya daerah semakin kuat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh khidmat dan kebersamaan terlihat jelas, mencerminkan kekayaan budaya serta kuatnya ikatan sejarah masyarakat Tidore dengan adat dan tradisi leluhur. (Pen.1505)

