Jaksa Agung Resmikan Kantor Baru Kejari Jakarta Utara, Dorong Integritas dan Pelayanan Modern

oleh -67 Dilihat
oleh
Jaksa Agung Resmikan Kantor Baru Kejari Jakarta Utara, Dorong Integritas dan Pelayanan Modern

JAKARTA – Wajah baru penegakan hukum di wilayah Jakarta Utara resmi dimulai. Selasa (30/6/2026), Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menempati gedung perkantoran baru yang berdiri megah di Jalan Yos Sudarso, RT 006/RW 06, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok. Peresmian tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pemanfaatan bangunan baru, tetapi juga menandai dimulainya peningkatan kualitas pelayanan hukum bagi masyarakat di wilayah yang memiliki karakteristik penanganan perkara cukup kompleks.

Sejak pagi, kawasan kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara telah dipadati tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan, aparat penegak hukum, TNI-Polri, hingga pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sekitar 200 tamu hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Dr. Syahrul Juaksha Subuki, S.H., M.H.

Acara berlangsung dengan pengamanan ketat namun tetap tertib. Kehadiran Jaksa Agung RI Prof. Dr. H. ST Burhanuddin menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Selain itu hadir pula Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Pangdam Jaya Letjen TNI Dedi Suryadi, Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Dr. Patris Yusrian Jaya beserta jajaran, para kepala kejaksaan negeri se-DKI Jakarta, unsur Forkopimda, hingga pejabat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Prosesi peresmian diawali dengan penyambutan tamu kehormatan menggunakan tradisi Palang Pintu Betawi sebagai simbol penghormatan budaya lokal. Setelah itu, Jaksa Agung bersama Gubernur DKI Jakarta melakukan penekanan tombol sirene yang disusul pembukaan tirai penanda gedung resmi digunakan. Para tamu kemudian diajak meninjau sejumlah fasilitas sebelum seluruh rangkaian dilanjutkan di aula utama lantai empat.

Suasana aula berlangsung khidmat. Setelah pembukaan oleh pembawa acara, para tamu disambut tarian tradisional, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa. Tayangan sejarah Kejaksaan Negeri Jakarta Utara kemudian diputar sebagai pengantar sebelum memasuki sesi sambutan para pejabat.

Dalam laporannya, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Dr. Patris Yusrian Jaya menjelaskan bahwa pembangunan kantor baru merupakan jawaban atas kebutuhan organisasi yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan sarana. Gedung lama yang telah digunakan lebih dari lima dekade dinilai tidak lagi mampu mengakomodasi perkembangan tugas kejaksaan, terutama setelah meningkatnya kebutuhan pelayanan publik serta transformasi digital di lingkungan institusi.

Ia menjelaskan, jumlah pegawai yang mencapai 132 orang tidak lagi sebanding dengan kapasitas gedung lama. Berbagai fasilitas penting seperti ruang pelayanan terpadu, ruang rapat, ruang server, aula, hingga tempat penyimpanan barang bukti membutuhkan penyesuaian agar mampu mendukung pelaksanaan tugas secara optimal.

Menurutnya, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian. Usia bangunan yang telah melampaui puluhan tahun membuat sejumlah bagian gedung memerlukan pembaruan menyeluruh. Kondisi tersebut akhirnya mendorong pembangunan kantor baru yang lebih representatif sekaligus memenuhi standar pelayanan publik modern.

Beban kerja Kejaksaan Negeri Jakarta Utara juga menjadi salah satu pertimbangan utama. Wilayah hukumnya tidak hanya mencakup Kota Administrasi Jakarta Utara, tetapi juga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan cakupan pelayanan masyarakat yang sangat luas. Selain itu, koordinasi penegakan hukum dilakukan bersama tiga wilayah kepolisian, yakni Polres Metro Jakarta Utara, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan Polres Kepulauan Seribu.

Patris mengungkapkan pembangunan gedung tersebut didukung hibah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta senilai Rp100 miliar melalui anggaran tahun 2025. Sementara penataan kawasan serta interior memperoleh tambahan pembiayaan sebesar Rp57 miliar yang berasal dari dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

Tahapan pembangunan diawali dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah pada 5 Juni 2025. Selanjutnya kontrak pekerjaan konstruksi ditandatangani pada 15 Agustus 2025. Meski jadwal penyelesaian awal direncanakan hingga September 2026, pembangunan berhasil dipercepat sehingga gedung dapat diresmikan pada akhir Juni.

Dalam penyampaiannya, Patris bahkan sempat mengungkap suasana menjelang penyelesaian proyek. Ia menceritakan para pekerja masih menyelesaikan berbagai pekerjaan hingga dini hari agar seluruh fasilitas siap digunakan tepat waktu. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat.

Gedung baru berdiri lima lantai dengan luas bangunan sekitar 8.907 meter persegi. Kompleks tersebut juga diperluas melalui pembebasan lahan sekitar 1.025 meter persegi sehingga mampu menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang sebelumnya tidak tersedia.

Selain ruang kerja yang lebih modern, gedung dilengkapi aula, klinik kesehatan, ruang podcast, ruang musik, perpustakaan umum, ruang diversi anak, mushala, kafe, ruang laktasi, taman, area bermain anak, ruang kebugaran, parkir khusus perempuan dan penyandang disabilitas, toilet ramah disabilitas, hingga berbagai fasilitas penunjang pelayanan masyarakat lainnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam sambutannya menilai berdirinya gedung baru tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Ia menegaskan kolaborasi yang selama ini terbangun bersama Kejaksaan memberikan dampak nyata terhadap penyelesaian sejumlah persoalan strategis di Jakarta.

Pramono mengungkapkan salah satu persoalan yang berhasil diselesaikan adalah proyek monorel yang selama lebih dari dua dekade mangkrak di kawasan Jalan HR Rasuna Said. Menurutnya, penyelesaian masalah tersebut tidak terlepas dari dukungan Kejaksaan dalam memberikan pendampingan hukum sehingga proses penataan aset dapat berjalan lebih cepat.

Selain itu, ia juga menyinggung penyelesaian persoalan Rumah Sakit Sumber Waras yang selama belasan tahun tidak menemukan titik terang. Dengan terselesaikannya berbagai aspek hukum, pemerintah daerah kini dapat melanjutkan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional yang direncanakan memasuki tahap peletakan batu pertama dalam waktu dekat.

Pramono menyampaikan apresiasi kepada Jaksa Agung beserta seluruh jajaran Kejaksaan yang dinilainya konsisten membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia berharap hubungan tersebut terus terjalin untuk mendukung berbagai program pembangunan di ibu kota.

Pada kesempatan yang sama, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan bahwa kemegahan gedung bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, bangunan baru harus menjadi pemicu lahirnya semangat baru dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.

Ia mengakui masih banyak kantor kejaksaan di berbagai daerah yang kondisinya jauh dari memadai. Namun keterbatasan fasilitas, menurutnya, tidak boleh mengurangi kualitas penegakan hukum. Oleh karena itu, gedung baru Kejaksaan Negeri Jakarta Utara diharapkan mampu menjadi contoh bagaimana sarana yang baik harus diimbangi integritas seluruh aparatur.

Burhanuddin menegaskan bahwa pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan bebas dari penyimpangan harus menjadi komitmen seluruh insan Adhyaksa. Ia mengingatkan agar jangan sampai kemegahan bangunan justru tidak diikuti peningkatan kualitas pelayanan maupun kinerja institusi.

Menurutnya, Jakarta Utara memiliki tantangan hukum yang berbeda dibanding daerah lain karena merupakan kawasan metropolitan dengan aktivitas pelabuhan, perdagangan, kawasan industri, serta kepadatan penduduk yang tinggi. Kompleksitas tersebut menuntut aparat kejaksaan bekerja lebih profesional dalam menangani setiap perkara.

Usai sambutan, Jaksa Agung bersama Gubernur DKI Jakarta melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda resmi beroperasinya gedung baru. Prosesi dilanjutkan dengan foto bersama seluruh tamu undangan, kemudian memasuki sesi ramah tamah yang diselingi hiburan dan penampilan stand up comedy sehingga suasana menjadi lebih hangat.

Sementara itu, Pangdam Jaya Letjen TNI Dedi Suryadi yang turut menghadiri kegiatan tercatat tiba di Makodim 0502/Jakarta Utara sekitar pukul 08.30 WIB sebelum menuju lokasi acara. Ia memasuki area Kejaksaan Negeri Jakarta Utara sekitar pukul 09.05 WIB dan mengikuti seluruh rangkaian hingga meninggalkan lokasi pada pukul 11.33 WIB.

Seluruh agenda peresmian berakhir sekitar pukul 11.45 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan.

Peresmian gedung baru Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan hukum kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kerja bagi para aparatur kejaksaan. Dengan dukungan fasilitas yang lebih lengkap serta representatif, diharapkan proses penegakan hukum di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dapat berlangsung semakin efektif, transparan, serta mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang.

Pewarta: Abdul Latif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *