Serangan Kelompok Motor di Makassar Menewaskan Satu Mahasiswa

oleh -108 Dilihat
oleh
Serangan Kelompok Motor di Makassar Menewaskan Satu Mahasiswa

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Dua mahasiswa menjadi korban penyerangan yang diduga dilakukan oleh kelompok atau geng motor di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 4 Oktober. Serangan itu mengakibatkan satu korban meninggal dunia, sementara seorang mahasiswa lainnya mengalami luka serius.

Penyerangan terhadap kedua mahasiswa tersebut menambah daftar peristiwa kekerasan yang melibatkan kelompok bermotor di wilayah Makassar. Berdasarkan informasi awal, lokasi kejadian berada di salah satu ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya pada kilometer 19 di wilayah Kelurahan Sudiang. Peristiwa itu diketahui setelah dua mahasiswa menjadi korban, dengan satu di antaranya tidak dapat diselamatkan dan korban lainnya harus mendapatkan penanganan akibat luka yang dialaminya.

Informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Jafar Ahmad. Keterangan itu menjadi dasar awal pemberitaan mengenai penyerangan yang menimpa dua mahasiswa pada waktu dini hari. Dalam peristiwa tersebut, satu korban dinyatakan meninggal dunia, sedangkan korban lainnya berada dalam kondisi luka serius. Rincian lebih lanjut mengenai kejadian, termasuk motif penyerangan dan identitas pihak yang diduga terlibat, belum disampaikan dalam informasi awal. Karena itu, fakta yang telah diketahui sejauh ini terbatas pada lokasi, waktu, jumlah korban, serta dampak serangan terhadap kedua mahasiswa tersebut. Penyerangan itu berlangsung di wilayah hukum Kota Makassar dan kini menjadi perhatian setelah menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta luka berat.

Dua korban dalam serangan kelompok motor di Makassar diketahui bernama Muh Akmal Makmur dan Muh Farel SM. Akmal berusia 24 tahun, sedangkan informasi mengenai usia Farel belum disampaikan. Keduanya menjadi korban dalam insiden yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya harus menjalani perawatan medis secara intensif.

Muh Akmal Makmur dinyatakan meninggal setelah mengalami luka robek pada bagian belakang kepala. Berdasarkan keterangan Jafar Ahmad, luka tersebut diduga merupakan luka terbuka akibat tebasan senjata tajam. Selain itu, ditemukan busur yang tertancap di bagian kepala korban. Temuan tersebut menjadi bagian dari penanganan dan penyelidikan terkait penyebab luka yang dialami Akmal. Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Akmal dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani visum. Pemeriksaan itu diperlukan untuk mendokumentasikan kondisi jenazah serta membantu proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Korban kedua, Muh Farel SM, masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Tadjuddin Chalid. Farel mengalami luka robek pada bagian punggung dan kepala. Berdasarkan informasi yang tersedia, luka tersebut diduga disebabkan oleh sabetan senjata tajam. Kondisinya masih memerlukan pemantauan serta penanganan medis lanjutan dari tim rumah sakit. Perawatan intensif diberikan untuk mengawasi kondisi luka dan memastikan korban memperoleh tindakan yang sesuai. Keterangan mengenai perkembangan kesehatan Farel selanjutnya diharapkan dapat membantu melengkapi informasi tentang dampak serangan tersebut, sementara pemeriksaan terhadap jenazah Akmal dan pengumpulan keterangan para saksi terus menjadi bagian penting dalam penanganan perkara.

Berdasarkan keterangan saksi dan polisi, peristiwa tersebut bermula ketika sekitar 12 sepeda motor bergerak secara berkelompok di Jalan Dg Ramang, Makassar. Rombongan itu disebut membawa senjata tajam, di antaranya parang dan busur. Saat melintas, para pengendara diduga mengancam warga yang berada atau melintas di sekitar jalan tersebut. Situasi kemudian memicu kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat.

Warga yang mengetahui kejadian itu selanjutnya melakukan perlawanan. Mereka juga mengejar kelompok motor tersebut hingga rombongan itu melarikan diri ke arah Kabupaten Maros. Keterangan mengenai pengejaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa sebelum kedua korban mengalami kecelakaan di lokasi berbeda, yakni Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19.

Pada waktu yang sama, kedua korban diketahui mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut. Kelompok motor yang melihat kecelakaan itu kemudian disebut berbalik arah dan mendatangi lokasi korban. Dalam keadaan masih terdampak kecelakaan, kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri atau menjauh dari tempat kejadian. Mereka kemudian menjadi sasaran penyerangan dan penganiayaan secara bersama-sama oleh kelompok yang datang dari arah Kabupaten Maros.

Menurut keterangan yang dihimpun, penyerangan dilakukan menggunakan senjata tajam. Serangan tersebut menyebabkan salah satu korban, seorang mahasiswa, meninggal dunia, sementara korban lainnya juga mengalami luka-luka. Polisi masih mendalami urutan kejadian, identitas para pelaku, serta peran masing-masing orang dalam kelompok tersebut. Keterangan saksi dan informasi mengenai pergerakan rombongan menjadi bahan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara lebih lengkap. Hingga tahap ini, keterangan yang tersedia hanya menjelaskan bahwa kedua korban berada di lokasi setelah mengalami kecelakaan dan kemudian diserang oleh kelompok tersebut, tanpa menyimpulkan bentuk keterlibatan korban dalam peristiwa sebelumnya.

Polisi masih menyelidiki serangan kelompok motor yang menewaskan seorang mahasiswa di Makassar. Penanganan perkara dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi yang mengetahui atau berada di sekitar lokasi kejadian. Informasi tersebut diperlukan untuk membantu penyidik menyusun rangkaian peristiwa secara lebih jelas, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam penyerangan.

Selain meminta keterangan saksi, aparat terus menelusuri berbagai informasi yang dapat mendukung proses penyelidikan. Polisi juga masih memburu para pelaku penyerangan. Upaya pengejaran dilakukan bersamaan dengan pendalaman terhadap keterangan yang telah diperoleh, sehingga setiap informasi dapat diperiksa dan dicocokkan dengan fakta di lapangan.

Aparat mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar menyampaikannya kepada polisi. Keterangan dari warga maupun saksi diharapkan dapat membantu mempercepat pengungkapan perkara. Namun, sampai saat ini, polisi masih berada dalam tahap penyelidikan dan belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Sementara itu, jenazah Akmal berada di RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani visum. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari penanganan korban dan kebutuhan penyelidikan. Adapun Farel masih menjalani perawatan di RSUP Tadjuddin Chalid. Polisi melanjutkan penyelidikan serta pengejaran terhadap para pelaku sambil menunggu dan menghimpun informasi yang relevan mengenai kasus tersebut.