Dukungan Anggaran Jangka Panjang Disiapkan untuk Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026

oleh -686 Dilihat
oleh
Dukungan Anggaran Jangka Panjang Disiapkan untuk Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026

Kota Surakarta | Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap perjuangan atlet disabilitas Indonesia dengan menyiapkan dukungan pembiayaan pemusatan latihan nasional (pelatnas) secara multiyears atau tahun jamak. Kebijakan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan persiapan kontingen berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang satu kejuaraan, tetapi juga untuk menghadapi berbagai kompetisi internasional.

Dukungan anggaran jangka panjang tersebut mencakup kebutuhan persiapan atlet menuju Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang olahraga disabilitas tingkat Asia itu dijadwalkan berlangsung pada 18-24 Oktober. Dengan kepastian pembiayaan, proses pelatnas diharapkan dapat berjalan lebih terencana, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan latihan, pendampingan, peralatan, serta persiapan teknis dan nonteknis para atlet.

Informasi mengenai dukungan tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir saat mengukuhkan dan melepas kontingen Indonesia di Pendhapi Ageng Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin, 12 Oktober. Dalam kesempatan itu, Erick menegaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap atlet disabilitas merupakan pesan penting bagi seluruh kontingen yang akan berjuang membawa nama Indonesia.

Menurut Erick, kepedulian presiden terhadap perjuangan atlet diharapkan menjadi motivasi tambahan agar para atlet tampil percaya diri dan berupaya meraih hasil terbaik. Ia juga meminta atlet tidak mengkhawatirkan bonus yang akan diberikan atas prestasi mereka. “Presiden sangat peduli dengan perjuangan atlet disabilitas. Jadi, jangan khawatir soal bonus, karena Presiden akan memberikan yang terbaik,” ujar Erick.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah berupaya memberikan dukungan menyeluruh kepada kontingen, baik melalui pembiayaan pelatnas maupun penghargaan atas pencapaian atlet. Skema anggaran tahun jamak juga diharapkan memberi ruang bagi pembinaan yang lebih konsisten sehingga atlet dapat berkonsentrasi pada peningkatan kemampuan dan persiapan menghadapi persaingan internasional.

Pembiayaan multiyears diperlukan karena prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara instan. Persiapan atlet untuk menghadapi ajang multievent seperti Asian Para Games 2026 membutuhkan proses panjang, terencana, dan berkesinambungan. Atlet memerlukan program latihan yang konsisten, pemusatan latihan, dukungan nutrisi, layanan kesehatan, peralatan yang sesuai, serta kesempatan mengikuti kompetisi sebagai bagian dari pematangan kemampuan. Karena itu, dukungan anggaran tahun jamak menjadi instrumen penting agar program pembinaan tidak terhenti akibat perubahan siklus anggaran tahunan.

Erick menegaskan bahwa kepastian pembiayaan akan membantu federasi dan tim pelatih menyusun agenda persiapan secara lebih terukur. Dengan perencanaan yang berkelanjutan, kebutuhan kontingen dapat diidentifikasi sejak awal dan ditangani secara bertahap, termasuk aspek pendampingan psikologis, pemulihan cedera, serta penyesuaian strategi berdasarkan perkembangan atlet. Kebijakan tersebut juga memberikan ruang bagi para atlet untuk berkonsentrasi menjalani latihan dan menunjukkan performa terbaik saat bertanding di Jepang.

Selain dukungan anggaran, Erick menekankan pentingnya koordinasi dan kekompakan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, cabang olahraga, tenaga pendukung, dan pihak terkait lainnya perlu bekerja dalam satu arah agar kebutuhan atlet terpenuhi. Komunikasi yang terbuka dapat mencegah tumpang tindih program, mempercepat penyelesaian kendala, serta memastikan layanan diberikan secara adil sesuai kebutuhan setiap atlet.

Erick mengajak semua pihak untuk tetap kompak, menyayangi atlet, dan memastikan seluruh persiapan dilakukan bersama melalui semangat gotong royong. Ia juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada para atlet sebagai bentuk perhatian dan dukungan negara. Erick menegaskan komitmennya untuk mendampingi perjuangan kontingen Indonesia, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan Asian Para Games 2026 di Jepang.

Kontingen Indonesia menargetkan posisi 10 besar klasemen akhir Asian Para Games 2026. Sasaran tersebut diukur melalui perolehan medali yang terdiri atas tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Target ini menjadi acuan prestasi bagi para atlet sekaligus gambaran mengenai capaian yang ingin diwujudkan Indonesia dalam pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia. Dengan sasaran yang dirumuskan secara spesifik, persiapan kontingen diarahkan untuk menghadapi persaingan antarkontingen secara optimal di setiap cabang olahraga yang diikuti.

Chef de Mission kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menjelaskan bahwa target tersebut disusun berdasarkan analisis dan evaluasi terhadap potensi atlet selama mengikuti pemusatan latihan nasional atau pelatnas. Perumusan sasaran juga mempertimbangkan hasil kualifikasi yang telah memenuhi kriteria Asian Paralympic Committee. Dengan demikian, target posisi 10 besar serta komposisi medali itu tidak ditetapkan secara sembarangan, melainkan berangkat dari pemantauan terhadap perkembangan atlet dan capaian yang terlihat sepanjang rangkaian persiapan.

Analisis dan evaluasi dilakukan oleh para pelatih bersama pengurus National Paralympic Committee (NPC). Penilaian tersebut berfokus pada potensi capaian prestasi yang terlihat selama atlet menjalani pemusatan latihan. Berdasarkan proses itu, seluruh atlet dinilai telah siap secara fisik dan mental untuk berkompetisi pada Asian Para Games 2026. Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memenuhi sasaran yang telah ditetapkan, terutama ketika atlet harus menghadapi tingkat persaingan yang tinggi. Evaluasi selama pelatnas juga menjadi dasar untuk memastikan bahwa setiap atlet dapat tampil sesuai potensi yang telah dipantau oleh tim pelatih dan pengurus NPC.

Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026 akan diperkuat oleh 103 atlet yang dijadwalkan bertanding dalam 12 cabang olahraga. Komposisi ini mencerminkan keterlibatan atlet Indonesia pada sejumlah nomor pertandingan para olahraga, dengan pembagian sesuai kebutuhan dan program persiapan masing-masing cabang.

Rinciannya, tujuh atlet akan tampil dalam panahan, 25 atlet mengikuti para atletik, dan 15 atlet bertanding pada para bulu tangkis. Selanjutnya, masing-masing lima atlet disiapkan untuk boccia dan para balap sepeda. Cabang para judo akan diikuti tujuh atlet, sedangkan para angkat berat memiliki 10 atlet dalam susunan tim.

Pada cabang para menembak, Indonesia menurunkan tiga atlet. Sementara itu, para renang akan diwakili 12 atlet dan para tenis meja melibatkan sembilan atlet. Dua atlet dijadwalkan bertanding dalam para taekwondo, sedangkan anggar kursi roda diikuti tiga atlet. Jika dijumlahkan, seluruh komposisi tersebut mencapai 103 atlet yang tersebar di 12 cabang olahraga.

Jumlah atlet itu merupakan bagian dari keseluruhan kontingen Indonesia yang beranggotakan 219 orang. Dengan demikian, kontingen tidak hanya terdiri atas peserta yang turun langsung dalam pertandingan. Struktur tersebut juga mencakup pelatih dan manajer yang mendampingi persiapan serta pelaksanaan pertandingan setiap cabang olahraga.

Selain unsur teknis, kontingen juga melibatkan tenaga pendukung, tim medis, dan tim media. Tenaga pendukung membantu kebutuhan operasional selama pelaksanaan kegiatan, sementara tim medis berperan mendukung kondisi kesehatan atlet dan anggota kontingen. Tim media turut menangani kebutuhan informasi serta dokumentasi mengenai kiprah Indonesia selama Asian Para Games 2026.

Dengan susunan tersebut, 103 atlet Indonesia siap berlaga di Asian Para Games 2026 pada 12 cabang olahraga. Pembagian atlet pada setiap cabang telah tercatat sesuai komposisi yang disiapkan untuk keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut.

Baca juga: Persiapan Asian Games 2026 di Indonesia | Dukungan Pendidikan untuk Siswa Miskin di Bogor | Tiga Menko dan Sejumlah Tokoh Hadiri Peluncuran Buku Terbaru Bamsoet ke-38 dan Buku Perjalanan Panjang Bamsoet Karya Wartawan Senior J.Osdar