Jakarta | PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) menyampaikan adanya perubahan kepemilikan saham oleh salah satu anggota dewan komisarisnya. Noel Aelyo Laras Kusuma Negara, selaku komisaris perseroan, telah melepas sebagian saham DRMA yang dimilikinya. Informasi mengenai transaksi tersebut disampaikan oleh perseroan melalui keterbukaan informasi, sebagai bagian dari penyampaian data material terkait perubahan kepemilikan saham di perusahaan.
Dalam keterbukaan informasi itu disebutkan bahwa saham yang dilepas Noel Aelyo Laras Kusuma Negara mencapai 143.300 unit. Pelepasan tersebut dilakukan dalam empat transaksi. Dengan demikian, aksi komisaris tersebut mencerminkan adanya perubahan jumlah kepemilikan saham langsung pada perusahaan manufaktur komponen otomotif yang berada di bawah kelompok usaha milik T.P. Rachmat.
Status kepemilikan saham yang menjadi objek transaksi merupakan kepemilikan langsung. Artinya, saham tersebut tercatat dimiliki secara langsung oleh Noel Aelyo Laras Kusuma Negara sebelum dialihkan melalui rangkaian transaksi tersebut. Perseroan menyampaikan bahwa tujuan dari transaksi ini adalah divestasi. Keterangan itu menjadi dasar informasi bagi investor untuk memahami perubahan posisi kepemilikan saham komisaris di DRMA, tanpa mengubah fakta bahwa transaksi mencakup total 143.300 saham yang dilakukan melalui empat kali pelepasan.
Penjualan saham DRMA oleh Noel berlangsung dalam dua tanggal dan terbagi menjadi empat transaksi. Rangkaian transaksi tersebut dimulai pada 2 Oktober, kemudian dilanjutkan pada 5 Oktober. Berdasarkan rincian yang tersedia, seluruh transaksi dilakukan pada harga jual yang berbeda-beda, yakni Rp940, Rp935, dan Rp930 per saham.
Pada 2 Oktober, transaksi pertama mencakup penjualan 10.000 saham DRMA dengan harga Rp940 per saham. Setelah itu, pada tanggal yang sama, Noel kembali melepas 33.300 saham dengan harga Rp935 per saham. Dengan demikian, penjualan pada 2 Oktober terdiri atas dua transaksi dengan jumlah gabungan 43.300 saham.
Penjualan berlanjut pada 5 Oktober melalui transaksi ketiga. Dalam transaksi ini, sebanyak 88.600 saham DRMA dijual dengan harga Rp930 per saham. Jumlah tersebut menjadi porsi terbesar dalam keseluruhan rangkaian penjualan, sehingga transaksi pada tanggal tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap total saham yang dilepas.
Masih pada 5 Oktober, transaksi keempat dilakukan atas 11.400 saham dengan harga Rp935 per saham. Dua transaksi pada tanggal ini mencakup gabungan 100.000 saham. Jika seluruh empat transaksi dijumlahkan, jumlahnya mencapai 143.300 saham DRMA, sesuai dengan total saham yang dilepas dalam rangkaian tersebut.
Urutan transaksi dapat dirangkum sebagai berikut: pada 2 Oktober, Noel menjual 10.000 saham seharga Rp940 per saham dan 33.300 saham seharga Rp935 per saham. Selanjutnya, pada 5 Oktober, penjualan meliputi 88.600 saham dengan harga Rp930 per saham serta 11.400 saham dengan harga Rp935 per saham. Rincian berdasarkan tanggal, jumlah saham, dan harga jual ini memberikan gambaran lengkap mengenai empat transaksi tanpa menggabungkan setiap transaksi menjadi satu angka nilai penjualan.
Setelah seluruh rangkaian transaksi penjualan selesai dilakukan, posisi kepemilikan Noel di PT Dharma Polimetal Tbk mengalami perubahan. Sebelum penjualan, Noel tercatat memiliki 84.525.000 saham DRMA. Jumlah tersebut setara dengan 0,80% dari keseluruhan saham perseroan, sehingga angka itu menjadi dasar pembanding untuk melihat perubahan kepemilikannya setelah transaksi.
Sesudah empat transaksi tersebut, jumlah saham yang dimiliki Noel berkurang menjadi 84.381.700 unit. Dengan jumlah kepemilikan baru itu, porsinya tercatat sebesar 0,79%. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengurangan sebanyak 143.300 saham dibandingkan posisi sebelum penjualan. Penurunan jumlah saham tersebut juga diikuti oleh perubahan persentase kepemilikan dari 0,80% menjadi 0,79%.
Data kepemilikan sebelum dan sesudah transaksi memperlihatkan perbedaan yang terukur pada dua aspek, yakni jumlah saham dan persentase kepemilikan. Jumlah saham Noel turun dari 84.525.000 menjadi 84.381.700 unit, sedangkan persentasenya menurun sebesar 0,01 poin persentase. Posisi setelah penjualan ini mencerminkan kepemilikan Noel berdasarkan jumlah saham yang tersisa setelah seluruh transaksi diperhitungkan. Angka tersebut tidak mengubah fakta bahwa Noel masih tercatat sebagai pemegang 84.381.700 saham DRMA, dengan porsi kepemilikan sebesar 0,79% pada perseroan. Perbandingan ini hanya menjelaskan perubahan administratif dan kuantitatif dalam kepemilikan saham yang dilaporkan, tanpa memberikan penilaian tambahan mengenai alasan transaksi maupun implikasinya.
Di luar informasi mengenai transaksi saham oleh komisaris, Dharma Polimetal Tbk (DRMA) juga mencatat perkembangan korporasi melalui penyelesaian akuisisi PT Mah Sing Indonesia. Perseroan menyelesaikan pengambilalihan 82% saham perusahaan tersebut dengan nilai transaksi sebesar Rp41 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha DRMA, khususnya melalui perluasan portofolio produk komponen plastik yang digunakan pada kendaraan roda empat.
Penambahan portofolio tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan DRMA dalam menyediakan beragam komponen bagi industri otomotif. Dengan masuknya produk dari PT Mah Sing Indonesia, perseroan memiliki peluang untuk memperluas kegiatan usaha, melengkapi lini produk yang telah dimiliki, serta meningkatkan cakupan layanan kepada pelanggan di sektor kendaraan penumpang. Ekspansi ini juga menunjukkan upaya perusahaan untuk mengembangkan bisnis melalui pertumbuhan anorganik, selain mengandalkan pengembangan kegiatan operasional yang sudah berjalan.
Rencana akuisisi PT Mah Sing Indonesia sebelumnya telah diumumkan kepada publik. Namun, pada saat pengumuman awal tersebut, DRMA belum mengungkapkan nilai transaksi yang akan dilakukan. Setelah proses akuisisi diselesaikan, nilai pengambilalihan 82% saham itu diketahui mencapai Rp41 miliar. Penyelesaian transaksi memberikan kejelasan mengenai realisasi rencana strategis yang telah disampaikan sebelumnya.
PT Mah Sing Indonesia merupakan anak perusahaan Mah Sing Group Berhad, kelompok usaha asal Malaysia. Grup tersebut memiliki portofolio bisnis yang mencakup sektor properti, industri plastik, dan manufaktur. Latar belakang tersebut menjadi konteks penting dalam melihat potensi aset dan kegiatan usaha yang kini masuk dalam ekosistem DRMA. Akuisisi ini berkaitan dengan agenda pengembangan serta diversifikasi produk perusahaan, dan tidak dinyatakan sebagai penyebab atau akibat langsung dari transaksi penjualan saham yang dilakukan oleh komisaris.

