Igor Tolic Bela Kakang Rudianto Setelah Persib Ditahan Dewa United

oleh -31 Dilihat
oleh
Igor Tolic Bela Kakang Rudianto Setelah Persib Ditahan Dewa United

Bandung | Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberikan pembelaan kepada bek muda Kakang Rudianto setelah pertandingan melawan Dewa United Banten FC. Kakang menjadi sasaran kritik dari sejumlah Bobotoh menyusul hasil imbang 2-2 pada pekan keempat Super League 2026-2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu, 11 Oktober 2026.

Sorotan terhadap Kakang muncul setelah Persib gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri. Hasil tersebut membuat sebagian pendukung menilai terdapat sejumlah kesalahan dalam penampilan lini pertahanan, termasuk pada kontribusi pemain berusia muda itu. Namun, penilaian tersebut tidak sepenuhnya disetujui oleh Igor Tolic. Sang pelatih menegaskan bahwa Kakang tetap menjalankan tugasnya di lapangan dan menunjukkan komitmen selama pertandingan.

Kakang tercatat tampil penuh selama 90 menit dalam laga Persib kontra Dewa United. Durasi bermain itu menunjukkan bahwa ia masih mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih untuk menjaga keseimbangan pertahanan hingga pertandingan berakhir. Pembelaan Igor Tolic juga menjadi penanda bahwa evaluasi terhadap seorang pemain perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan hasil akhir atau beberapa momen yang dianggap kurang sempurna.

Persib dan Dewa United pada akhirnya harus berbagi angka setelah pertandingan berjalan ketat. Bagi Persib, hasil imbang tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki organisasi permainan dan konsistensi pertahanan pada laga berikutnya. Di tengah kritik yang diterimanya, Kakang tetap menjadi bagian penting dari rencana tim, sementara dukungan pelatih diharapkan dapat membantu bek muda tersebut menjaga fokus dan meningkatkan performanya dalam kompetisi.

Pertandingan Persib dan Dewa United di Stadion Si Jalak Harupat berlangsung dengan persaingan ketat sejak awal. Dewa United menjadi tim yang lebih dahulu memberikan tekanan kepada Persib. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Egy Maulana Vikri mencetak gol untuk membawa Dewa United unggul lebih dulu. Gol itu membuat Persib berada dalam posisi tertinggal dan harus berusaha mengejar ketertinggalan.

Belum berhasil menyamakan kedudukan, Persib kembali menghadapi kesulitan setelah Noah Sadaoui mencetak gol bagi Dewa United. Gol tersebut membuat keunggulan Dewa United bertambah dan jalannya pertandingan semakin menantang bagi Persib. Dengan dua gol yang sudah bersarang ke gawang Persib, Dewa United berada dalam posisi yang lebih menguntungkan pada fase awal pertandingan.

Persib kemudian menunjukkan upaya untuk bangkit. Tekanan yang dibangun akhirnya menghasilkan gol dari Balsa Sekulic. Gol tersebut memperkecil ketertinggalan Persib sekaligus membuka peluang bagi tim untuk mengejar hasil yang lebih baik. Setelah itu, Persib terus berusaha mencari gol tambahan untuk mengubah jalannya pertandingan.

Usaha Persib membuahkan hasil ketika Marc Klok mencetak gol penyama kedudukan. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-2 setelah sebelumnya Dewa United sempat unggul dua gol. Kedudukan imbang bertahan hingga pertandingan berakhir. Persib dan Dewa United pun harus menerima hasil seri serta berbagi angka dari pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat.

Igor Tolic memahami bahwa kritik dari suporter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola profesional. Setelah Persib ditahan Dewa United, reaksi dari Bobotoh menjadi perhatian, terutama terhadap performa sejumlah pemain di lapangan. Menurut Tolic, suporter memiliki hak untuk menyampaikan kekecewaan karena mereka mengikuti perjalanan tim dengan perhatian dan harapan besar. Kritik tersebut dapat menjadi bahan evaluasi selama disampaikan secara proporsional dan tetap menghormati pihak-pihak yang terlibat.

Namun, Tolic meminta agar tekanan tidak diarahkan secara berlebihan kepada pemain secara personal. Ia secara khusus memberikan pembelaan kepada Kakang Rudianto yang menjadi sorotan sebagian Bobotoh setelah pertandingan. Tolic menilai seorang pemain tidak seharusnya menanggung seluruh beban atas hasil pertandingan, sebab sepak bola merupakan permainan kolektif yang dipengaruhi banyak aspek, mulai dari strategi, koordinasi, hingga situasi pertandingan.

Dalam pandangan Tolic, keputusan menurunkan seorang pemain sepenuhnya berada di tangan pelatih. Karena itu, ketika Kakang dipercaya tampil, tanggung jawab utama atas keputusan tersebut berada pada staf kepelatihan, bukan pada pemain yang menjalankan instruksi di lapangan. Kakang, seperti pemain lainnya, memiliki kewajiban untuk memberikan kemampuan terbaik sesuai peran yang diberikan. Penilaian terhadap penampilannya tetap penting, tetapi harus ditempatkan dalam konteks keputusan tim secara keseluruhan.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Tolic berusaha memisahkan kritik terhadap performa dari serangan pribadi. Ia tetap membuka ruang bagi evaluasi dan mengakui bahwa setiap penampilan dapat diperbaiki. Akan tetapi, pemain muda seperti Kakang juga membutuhkan dukungan agar dapat berkembang dan menjaga kepercayaan dirinya. Bagi Tolic, kritik yang membangun akan lebih bermanfaat bagi Persib dibandingkan tekanan personal yang berlebihan, terutama ketika tim masih berupaya memperbaiki hasil dan konsistensi permainan.

Igor Tolic memilih mengambil posisi di depan untuk melindungi para pemain Persib Bandung setelah timnya ditahan imbang Dewa United. Sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab pelatih terhadap anak asuhnya, terutama ketika performa pemain mendapat sorotan secara personal setelah pertandingan. Tolic menegaskan bahwa para pemain tidak seharusnya menjadi sasaran utama kritik karena keputusan untuk menurunkan mereka berada dalam kewenangan pelatih.

Menurut Tolic, apabila kritik berkaitan dengan pemilihan pemain, kritik tersebut semestinya diarahkan kepada dirinya. Pelatih merupakan pihak yang menentukan siapa yang tampil sejak awal, siapa yang masuk sebagai pemain pengganti, serta bagaimana strategi pertandingan dijalankan. Karena itu, ia menyatakan siap menerima sorotan yang muncul akibat keputusan tersebut dan tidak ingin beban kritik dialihkan kepada pemain yang telah menjalankan tugas di lapangan.

Ia juga menempatkan perlindungan terhadap pemain sebagai bagian dari perannya setelah pertandingan. Dengan berdiri di depan, Tolic menyatakan bahwa keputusan komposisi tim merupakan tanggung jawabnya, bukan tanggung jawab individu pemain. Kritik mengenai siapa yang dimainkan, menurut pernyataan tersebut, perlu disampaikan kepada pelatih sebagai pengambil keputusan utama di dalam tim.

Baca juga: Kedatangan Persib di Jakarta: Laga Spesial Persija vs Persib | Laga Derbi Persija vs Persib: Kesiapan Persib Menuju Pertandingan Kunci