Jakarta | Pelarian dua tersangka pencurian sepeda motor, FE dan BU, berakhir di sebuah kebun singkong di wilayah Jabung, Lampung Timur. Keduanya ditangkap oleh anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat setelah berusaha meloloskan diri dari pengejaran. Penangkapan tersebut berlangsung ketika polisi melakukan tindakan terhadap dugaan keterlibatan mereka dalam perkara pencurian kendaraan bermotor.
Dalam upaya penangkapan, FE dan BU disebut mengacungkan senjata api serta memberikan perlawanan kepada petugas. Sikap tersebut membuat proses pembekukan keduanya tidak dapat dilakukan secara biasa. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur untuk menghentikan perlawanan serta mencegah kedua tersangka kembali melarikan diri atau membahayakan anggota maupun masyarakat di sekitar lokasi.
Masing-masing tersangka terkena dua tembakan pada bagian kaki saat berusaha meloloskan diri. Tindakan itu dilakukan setelah mereka menunjukkan perlawanan dan menggunakan ancaman senjata api dalam menghadapi petugas. Penanganan terhadap FE dan BU selanjutnya menjadi bagian dari proses hukum atas dugaan pencurian sepeda motor yang mereka lakukan.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menjelaskan bahwa tindakan tegas dan terukur diambil karena kedua tersangka mengacungkan senjata api dan melawan ketika hendak dibekuk. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan selama proses penangkapan. Polisi tetap mengedepankan prosedur dalam menghadapi tersangka, terutama ketika terdapat ancaman langsung yang dapat membahayakan keselamatan petugas dan warga.
Aksi kedua tersangka, FE dan BU, bermula setelah keduanya datang dari Lampung ke Jakarta Barat. Berdasarkan keterangan polisi, perjalanan tersebut dilakukan dengan tujuan memburu sepeda motor milik warga untuk dicuri. Wilayah Kalideres menjadi salah satu lokasi yang didatangi, termasuk kawasan Gang Waru. Pada Kamis (1/10), keduanya diduga menjalankan aksinya dengan menyamarkan diri sebagai pengemudi ojek online. Jaket yang dikenakan membuat mereka lebih mudah membaur dan tidak segera menarik perhatian masyarakat sekitar.
Rekaman kamera pengawas memperlihatkan FE dan BU datang dengan berboncengan menggunakan sepeda motor. Salah satu pelaku tampak mengenakan jaket hitam. Setelah tiba di Gang Waru, keduanya tidak langsung mendekati sasaran, melainkan terlebih dahulu mengamati situasi di sekitar lokasi. Mereka kemudian memilih sebuah sepeda motor yang terparkir di halaman rumah warga. Pelaku yang dibonceng turun dari kendaraan dan masuk ke halaman untuk menjalankan aksinya.
Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat merusak kunci setang sepeda motor menggunakan kunci leter T. Proses itu berlangsung hanya dalam hitungan detik. Setelah kunci berhasil dibobol, pelaku berupaya membawa kendaraan keluar dari halaman. Namun, pemilik motor menyadari gerak-gerik tersebut dan segera berteriak meminta bantuan. Teriakan itu mengundang perhatian warga, yang kemudian mengejar kedua pelaku ketika mereka berusaha melarikan diri.
Dalam situasi terdesak, salah satu pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah warga. Polisi menyebut tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Kedua pelaku akhirnya meninggalkan lokasi, sementara warga melanjutkan pengejaran dan melaporkan kejadian itu kepada aparat. Pada hari yang sama, FE dan BU juga diduga mengambil sepeda motor lain yang berada di depan kawasan Daan Mogot Mall. Rangkaian aksi di Kalideres dan lokasi tersebut kini menjadi bagian dari penyidikan untuk mengungkap peran masing-masing tersangka serta menelusuri senjata yang digunakan.
Polisi menyebut dua tersangka memiliki rekam aksi pencurian kendaraan bermotor yang cukup panjang. Nasriadi menerangkan, keduanya telah beraksi sebanyak 14 kali di wilayah Jakarta Barat. Selain itu, mereka disebut melakukan aksi serupa belasan kali di wilayah Jakarta lainnya. Keterangan tersebut menjadi bagian dari pendalaman polisi terhadap rangkaian kejahatan yang diduga dilakukan oleh kedua pelaku sebelum pelarian mereka berakhir di sebuah kebun singkong di Lampung Timur.
Menurut keterangan polisi, modus yang digunakan dalam setiap aksi tetap sama. Para tersangka mengenakan jaket ojek online untuk menyamarkan diri saat menjalankan aksinya. Ketika menghadapi warga yang melawan, mereka menodongkan senjata api. Polisi juga menyebut keduanya tidak ragu menembak apabila mendapat perlawanan. Meski demikian, sejauh ini belum ada korban yang dilaporkan akibat penggunaan senjata tersebut. Polisi masih mendalami setiap kejadian untuk memastikan rangkaian aksi dan peran masing-masing tersangka.
Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan satu senjata api rakitan dari tangan tersangka. Selain senjata, petugas turut menyita belasan peluru tajam berkaliber 9×19 milimeter. Asal senjata api rakitan tersebut masih didalami oleh penyidik. Polisi juga masih menelusuri asal peluru yang disita. Nasriadi menyebut amunisi itu merupakan jenis peluru yang dimiliki aparat penegak hukum yang sah. Namun, keterangan tersebut tidak serta-merta memastikan bahwa senjata dan seluruh amunisi itu telah digunakan dalam setiap aksi yang dilakukan kedua tersangka. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keterkaitan barang bukti dengan rangkaian perkara yang sedang ditangani.
Setelah menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor bersenjata yang melarikan diri hingga ke area kebun singkong di Lampung Timur, kepolisian masih melanjutkan pengembangan perkara. Langkah ini dilakukan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam rangkaian pencurian, mulai dari perencanaan, pelaksanaan aksi, hingga pemindahan kendaraan hasil kejahatan. Penyidik juga mendalami keterangan para tersangka serta mencocokkannya dengan informasi dan bukti yang telah dikumpulkan selama proses penanganan kasus.
Selain mengejar anggota komplotan lain, aparat memburu pihak yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil pencurian. Penelusuran tersebut diperlukan untuk mengungkap jalur distribusi kendaraan atau barang yang telah diambil secara ilegal, sekaligus memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum. Namun, identitas pihak yang masih dicari belum disampaikan secara pasti sehingga penyidik tetap melakukan pemeriksaan secara hati-hati dan bertahap.
Kasus ini turut mendapat perhatian setelah rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan aksi pencurian di Gang Waru beredar dan menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut menjadi salah satu informasi yang membantu masyarakat mengenali rangkaian kejadian, sementara kepolisian tetap memerlukan pendalaman untuk memastikan keterkaitannya dengan perkara yang sedang ditangani. Kepala kepolisian setempat, Nasriadi, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan. Pernyataan itu menunjukkan bahwa proses hukum belum selesai dan penyidik masih berupaya mengungkap peran pihak lain, mengejar anggota komplotan yang belum tertangkap, serta menemukan penadah yang masih diburu.
