Kota Denpasar. Dari | Pertamina Patra Niaga, bagian dari PT Pertamina (Persero), memusatkan upaya pada percepatan pemulihan layanan bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Langkah yang disiapkan mencakup penguatan pasokan, penyesuaian jam operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dukungan personel, serta peningkatan armada mobil tangki. Seluruh unsur tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran penyaluran dan membantu masyarakat memperoleh BBM melalui layanan yang tersedia. Pendekatan terpadu diperlukan agar pengelolaan pasokan, kegiatan operasional di SPBU, dan distribusi dapat berjalan selaras selama proses pemulihan berlangsung. Perusahaan juga memantau kebutuhan di lapangan sebagai bagian dari penyesuaian langkah operasional.
Penguatan pasokan menjadi salah satu fokus utama agar ketersediaan BBM dapat mendukung pelayanan di berbagai titik. Pada saat yang sama, penambahan jam operasi SPBU memberi ruang bagi masyarakat untuk mengakses layanan lebih lama. Dukungan personel turut diperkuat untuk menunjang kegiatan operasional, sementara penambahan armada mobil tangki membantu proses distribusi. Kombinasi langkah ini menempatkan pasokan dan penyaluran sebagai bagian dari satu rangkaian kerja, bukan upaya yang berdiri sendiri. Dengan koordinasi yang terjaga, perusahaan dapat mengatur sumber daya sesuai kebutuhan layanan serta mempercepat penanganan di lapangan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kesiapan operasional selama pemulihan layanan BBM di Bali.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa perusahaan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki serta memperkuat koordinasi lintas fungsi. Keterangan itu disampaikan dalam siaran pers pada Kamis, 15 Oktober 2026. Koordinasi tersebut mendukung penyelarasan pengelolaan pasokan, operasional SPBU, personel, dan armada distribusi. Dengan demikian, setiap fungsi dapat menjalankan perannya untuk mempercepat pemulihan layanan secara terarah. Pertamina Patra Niaga menempatkan dukungan operasional dan kerja sama lintas fungsi sebagai bagian penting dalam menjaga layanan BBM tetap tersedia bagi masyarakat Bali. Langkah-langkah tersebut dijalankan sebagai upaya terpadu perusahaan dalam mendukung pemulihan pelayanan di wilayah tersebut.
Pertamina menyiapkan tambahan pasokan BBM untuk Bali melalui kedatangan kapal tanker secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026. Kapal-kapal tersebut dijadwalkan menyalurkan BBM melalui dua titik penerimaan, yakni Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran. Pengaturan kedatangan bertahap ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan produk di wilayah tersebut serta mendukung penyaluran yang terencana menuju SPBU.
Total tambahan pasokan yang disiapkan mencapai 57,9 juta liter. Dari jumlah itu, sebanyak 44,9 juta liter merupakan Pertalite, sedangkan 13 juta liter lainnya adalah Pertamax. Komposisi tersebut mencakup dua jenis BBM yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Volume ini merupakan pasokan yang dijadwalkan datang dalam rentang waktu tersebut, bukan pernyataan bahwa seluruhnya telah tiba atau langsung tersedia di semua SPBU.
Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran berperan sebagai jalur penerimaan sebelum BBM diteruskan ke jaringan distribusi. Setelah kapal tanker tiba dan proses penerimaan berlangsung, pasokan perlu disalurkan sesuai kebutuhan di berbagai wilayah Bali. Pengaturan melalui dua terminal membantu mendukung alur distribusi, sementara kedatangan yang berlangsung beberapa hari memberi ruang bagi penanganan pasokan secara bertahap.
Tambahan volume ini ditujukan untuk memperkuat stok BBM dan membantu menjaga kelancaran penyaluran ke SPBU. Ketersediaan yang lebih terjaga diharapkan mendukung layanan bagi warga, pelaku usaha, serta pengguna kendaraan yang beraktivitas di Bali. Meski demikian, proses dari kedatangan kapal hingga BBM tersedia di SPBU mencakup tahapan penerimaan dan distribusi, sehingga pasokan tidak serta-merta hadir serentak di seluruh lokasi.
Dengan demikian, jadwal 14–17 Oktober dan total 57,9 juta liter memberi gambaran mengenai langkah pasokan yang disiapkan Pertamina. Rincian 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax menunjukkan jenis produk yang akan diperkuat. Penyaluran melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran menjadi bagian penting untuk membawa tambahan BBM menuju SPBU di Bali secara terkoordinasi, mengikuti kebutuhan distribusi setempat.
Di Kota Denpasar, langkah pemulihan layanan BBM diarahkan pada perluasan waktu operasional SPBU agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh bahan bakar. Sebelumnya terdapat 24 SPBU yang beroperasi selama 24 jam. Pertamina Patra Niaga menyiapkan tambahan 60 SPBU dengan jam operasi yang sama. Penambahan ini memperluas akses layanan sepanjang hari dan membantu mengurangi ketergantungan pada sejumlah titik pengisian saja. Dengan cakupan yang lebih luas, pelanggan dapat mendatangi stasiun yang beroperasi sesuai kebutuhan waktu mereka, termasuk pada malam hari. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan layanan dengan kebutuhan warga serta menjaga ketersediaan BBM di wilayah perkotaan saat kegiatan distribusi berlangsung.
Pengoperasian lebih banyak SPBU memerlukan kesiapan petugas yang memadai pada setiap giliran kerja. Karena itu, Pertamina Patra Niaga juga menambah operator SPBU cadangan untuk mendukung kebutuhan di lapangan. Personel tambahan tersebut dapat membantu menjaga layanan tetap berjalan ketika terjadi kekurangan tenaga atau saat beban operasional meningkat. Koordinasi turut dilakukan dengan Kodam IX/Udayana sebagai dukungan terhadap kebutuhan operasional. Kerja sama ini membantu memperkuat kesiapan pengelolaan layanan, termasuk dalam mengatur dukungan personel sesuai kebutuhan yang berkembang. Penataan operator dan koordinasi lintas pihak penting agar perluasan waktu operasi tidak hanya menambah titik layanan, tetapi juga disertai kesiapan sumber daya manusia. Dengan demikian, operasional SPBU.
Selain dukungan di SPBU, rencana penguatan distribusi mencakup penyediaan pengemudi mobil tangki cadangan. Pengemudi pengganti disiapkan ketika pengemudi utama perlu beristirahat, sehingga kegiatan pengiriman dapat dijaga tanpa mendorong pekerja melampaui batas keselamatan kerja. Pengaturan ini bertujuan melindungi kondisi pengemudi sekaligus menjaga kelancaran penyaluran BBM. Dukungan personel internal dari Jakarta juga dikerahkan dengan melibatkan berbagai fungsi dan unit kerja. Mereka membantu koordinasi operasional, distribusi, penjualan, serta komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Kehadiran tim lintas fungsi diharapkan mempercepat pertukaran informasi dan membantu penyelesaian kebutuhan lapangan secara terkoordinasi. Melalui penguatan tenaga dan pengaturan giliran, upaya pemulihan layanan dapat berjalan aman dan konsisten.
Untuk memperkuat penyaluran BBM di Bali, Pertamina menambah mobil tangki yang bertugas mengangkut produk dari titik pasokan menuju SPBU. Sebagian armada juga dialihkan dari Banyuwangi ke Bali agar kapasitas distribusi dapat ditingkatkan dan kebutuhan di berbagai wilayah lebih cepat terlayani. Penyesuaian ini membantu memperlancar pengisian stok di SPBU, terutama pada lokasi yang mengalami peningkatan permintaan atau antrean. Pengaturan armada dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan lapangan, ketersediaan kendaraan, serta kelancaran perjalanan antartitik distribusi.
Penambahan mobil tangki merupakan bagian dari upaya menjaga pasokan tetap bergerak dari terminal hingga ke konsumen. Petugas memantau kebutuhan SPBU dan menyesuaikan jadwal pengiriman berdasarkan kondisi operasional. Dengan dukungan armada tambahan, distribusi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan mengurangi waktu tunggu pengisian ulang. Namun, kondisi setiap lokasi dapat berbeda, sehingga penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kapasitas layanan setempat. Penguatan distribusi ini melengkapi langkah pemantauan pasokan yang terus berlangsung.
Pertamina juga mengoptimalkan layanan motoris BBM untuk membantu pengguna kendaraan roda dua, khususnya saat antrean di SPBU meningkat. Layanan tersebut dapat menjadi pilihan bagi pengendara yang membutuhkan BBM tanpa harus menunggu terlalu lama di jalur pengisian kendaraan. Pelaksanaannya tetap mengikuti ketentuan operasional, prosedur keselamatan, dan ketersediaan layanan di lapangan. Pengguna perlu memperhatikan arahan petugas, memastikan transaksi dilakukan melalui layanan resmi, serta tidak mengabaikan aturan keselamatan selama proses penyaluran.
Baca juga: Perubahan Layanan KRL Commuter untuk Mengatasi Kepadatan di Jakarta | Kenaikan Harga BBM Pertamina di September 2026 | Krisis Pasokan Beras Premium di Ritel Modern

