JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin, 5 Oktober. Kegiatan tersebut direncanakan mulai berlangsung pada pukul 13.00 WIB. Aksi ini menjadi bentuk penyampaian sikap mahasiswa terhadap sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan dengan sektor pendidikan.
Mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut akan mengatasnamakan BEM SI sebagai aliansi. Mereka dijadwalkan berkumpul di kawasan depan kompleks parlemen untuk menyuarakan tuntutan dan pandangan mengenai arah kebijakan pendidikan. Melalui aksi terbuka itu, mahasiswa berupaya menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Rencana demonstrasi ini menempatkan isu pendidikan sebagai pokok perhatian. Aspirasi yang dibawa diharapkan dapat menjadi bagian dari pembahasan publik mengenai kondisi, kebijakan, serta kebutuhan pendidikan di Indonesia. BEM SI juga menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menyampaikan sikap bersama terhadap isu yang mereka anggap penting.
Pelaksanaan aksi akan berlangsung di ruang publik sehingga agenda tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna jalan di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Informasi mengenai waktu dan lokasi disampaikan agar pihak terkait dapat mempersiapkan kebutuhan pengamanan serta pengaturan aktivitas di kawasan tersebut. Di sisi lain, peserta aksi diharapkan tetap menyampaikan pendapat secara tertib sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan dimulainya kegiatan pada pukul 13.00 WIB, demonstrasi BEM SI diperkirakan menjadi salah satu agenda mahasiswa yang menyuarakan perhatian terhadap sektor pendidikan pada hari itu. Perkembangan aksi, termasuk penyampaian tuntutan dan respons dari pihak terkait, akan mengikuti jalannya kegiatan di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.
Pengamanan di sekitar kompleks DPR/MPR RI disiapkan untuk mengawal rencana aksi demonstrasi yang melibatkan massa mahasiswa. Sebanyak 3.983 personel gabungan telah dikerahkan sebagai bagian dari langkah antisipasi dan penjagaan selama kegiatan berlangsung. Personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta pengamanan dalam di lingkungan kompleks parlemen.
Pengerahan ribuan personel dilakukan untuk memastikan situasi di sekitar Gedung DPR tetap terkendali ketika peserta aksi mulai berdatangan. Kehadiran aparat gabungan juga ditujukan untuk mengawal jalannya demonstrasi, sekaligus menjaga keamanan area kompleks DPR/MPR RI dan lingkungan di sekitarnya. Pengamanan disiapkan dengan mempertimbangkan adanya rencana kedatangan massa mahasiswa dalam jumlah besar.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi mengonfirmasi adanya aksi yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 WIB. Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 3.983 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan kegiatan tersebut. Keterangan itu menegaskan bahwa aparat telah menyiapkan pengamanan sebelum massa mahasiswa tiba di lokasi demonstrasi.
Unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pengamanan dalam akan terlibat dalam pengawalan kegiatan di kawasan DPR/MPR RI. Koordinasi antarpersonel menjadi bagian dari kesiapan pengamanan agar pelaksanaan aksi dapat dipantau sejak kedatangan peserta hingga kegiatan selesai. Dengan dukungan personel gabungan tersebut, pengamanan difokuskan pada area kompleks parlemen dan jalur yang berkaitan dengan aktivitas massa demonstrasi.
Kepolisian menyiapkan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kegiatan aksi BEM SI di sekitar Gedung DPR. Langkah tersebut disusun sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama berlangsungnya kegiatan. Penerapan rekayasa tidak dilakukan secara tetap, melainkan akan menyesuaikan kondisi terbaru di lapangan.
Penyesuaian terutama akan mempertimbangkan dinamika pergerakan massa dan eskalasi jumlah peserta aksi. Apabila konsentrasi massa meningkat atau situasi di sekitar lokasi kegiatan berubah, petugas dapat menerapkan pengaturan lalu lintas sesuai kebutuhan. Sebaliknya, ketika kondisi memungkinkan, arus kendaraan akan tetap diupayakan berjalan dengan gangguan seminimal mungkin. Pola pengaturan tersebut memungkinkan kepolisian merespons perkembangan situasi secara lebih fleksibel.
Masyarakat perlu memberi perhatian terhadap potensi kepadatan kendaraan di kawasan Jakarta Pusat, khususnya di sekitar Jalan Gatot Subroto dan ruas jalan yang terhubung dengan lokasi aksi. Peningkatan volume kendaraan dapat terjadi akibat pergerakan peserta, aktivitas pengamanan, maupun perubahan arus secara situasional. Pengguna jalan yang hendak melintas di kawasan tersebut diimbau berhati-hati, mengikuti arahan petugas, serta tidak memaksakan diri ketika menghadapi kepadatan.
Untuk mengurangi risiko keterlambatan, masyarakat disarankan mempertimbangkan rute alternatif selama aksi berlangsung. Pengendara juga perlu memantau informasi resmi mengenai kondisi lalu lintas sebelum berangkat dan menyesuaikan waktu perjalanan apabila diperlukan. Dengan memahami kemungkinan perubahan arus serta mematuhi arahan di lapangan, pengguna jalan dapat membantu menjaga ketertiban sekaligus mengurangi tekanan terhadap lalu lintas di sekitar kawasan Gedung DPR.
Melalui akun Instagram resminya, BEM SI menyampaikan ajakan kepada elemen mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal reformasi sektor pendidikan. Seruan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari perhatian terhadap pemenuhan hak warga negara di bidang pendidikan, sekaligus menjadi pesan utama yang dibawa dalam aksi di Gedung DPR. BEM SI mengarahkan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan untuk mengikuti dan mengawal agenda reformasi tersebut sesuai dengan tuntutan yang disampaikan.
Tuntutan utama dalam seruan itu adalah pendidikan gratis. BEM SI menegaskan bahwa pendidikan tidak semestinya diposisikan sebagai akses yang hanya dapat diperoleh oleh kelompok tertentu berdasarkan kemampuan ekonomi. Dalam pesan yang disampaikan melalui media sosial resminya, pendidikan dipandang sebagai hak fundamental setiap warga negara. Karena itu, penyelenggaraan pendidikan perlu dikawal agar hak tersebut dapat menjadi dasar dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan.
Ajakan pengawalan reformasi pendidikan tersebut ditujukan kepada mahasiswa dan masyarakat secara luas. BEM SI menyerukan agar elemen-elemen tersebut menyatukan perhatian pada tuntutan pendidikan gratis serta menempatkan pemenuhan hak pendidikan sebagai pokok perjuangan. Pesan melalui akun Instagram resmi BEM SI menekankan bahwa pengawalan reformasi sektor pendidikan dilakukan dengan berpegang pada pandangan bahwa setiap warga negara memiliki hak fundamental untuk memperoleh pendidikan. Tuntutan itu menjadi inti pesan aksi yang disampaikan kepada publik.

