BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Padang

oleh -43 Dilihat
oleh
BNI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Padang

Padang | PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BNI Berbagi.

Penyaluran bantuan ini ditujukan bagi warga yang menghadapi dampak banjir dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian BNI terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mencerminkan peran perusahaan dalam memberikan manfaat sosial di wilayah operasionalnya. Melalui program BNI Berbagi, perusahaan berupaya menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Langkah BNI tersebut merupakan respons terhadap kondisi warga di sejumlah wilayah Kota Padang yang terdampak banjir. Bantuan diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam menghadapi situasi yang sedang berlangsung dan membantu memenuhi kebutuhan mereka. Kehadiran BNI melalui program TJSL juga menunjukkan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya berkaitan dengan layanan perbankan, tetapi mencakup perhatian terhadap kondisi sosial masyarakat.

Program BNI Berbagi menjadi sarana bagi BNI untuk menjalankan kepedulian sosial secara nyata. Dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, BNI memperkuat komitmennya untuk berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan. Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam merespons kebutuhan warga yang memerlukan dukungan.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan bahwa penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di Padang dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. BNI tidak hanya mengandalkan pertimbangan internal, tetapi menyesuaikan bentuk dan jenis bantuan dengan informasi yang disampaikan oleh pemerintah daerah. Masukan tersebut menjadi dasar agar dukungan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan warga secara tepat dan relevan.

Informasi mengenai kondisi masyarakat diperoleh melalui koordinasi dengan sekretaris daerah serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang. Kedua pihak tersebut memiliki pemahaman langsung mengenai wilayah terdampak, kondisi pengungsian, serta kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi. Dengan menggunakan informasi tersebut, BNI dapat mengarahkan bantuan pada aspek yang paling diperlukan, termasuk dukungan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan akibat banjir.

Koordinasi tersebut juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya tumpang tindih bantuan dan memastikan distribusi berlangsung secara efektif. Melalui komunikasi dengan pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan, bantuan dapat disalurkan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi sektor usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain dalam merespons dampak bencana.

Okki menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan tertulis pada Selasa, 13 Oktober 2026. Bagi BNI, dukungan kepada warga terdampak merupakan bagian dari komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi keadaan darurat. Penyesuaian bantuan berdasarkan data dan informasi resmi diharapkan dapat memperkuat manfaat program serta membantu proses pemulihan warga Padang secara bertahap.

Data sementara menunjukkan bahwa banjir di Kota Padang telah memengaruhi warga di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Kuranji, sebanyak 672 warga tercatat mengungsi di tiga lokasi. Angka tersebut menggambarkan jumlah warga yang untuk sementara meninggalkan tempat tinggalnya dan berada di lokasi pengungsian akibat kondisi banjir. Informasi ini masih bersifat sementara dan merujuk pada pendataan warga terdampak yang dilakukan di wilayah tersebut.

Selain Kecamatan Kuranji, dampak banjir juga tercatat di Kecamatan Koto Tangah. Sekitar 459 kepala keluarga terdampak, mencakup warga di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto dan Kelurahan Lubuk Minturun. Data ini disajikan berdasarkan wilayah dan jumlah kepala keluarga yang tercatat terdampak, tanpa memperluas cakupan ke kawasan lain di luar pendataan tersebut.

Warga terdampak menggunakan beberapa bentuk tempat tinggal sementara selama menghadapi situasi banjir. Sebagian warga mengungsi di masjid yang menjadi lokasi perlindungan sementara. Tempat tersebut digunakan oleh warga yang membutuhkan tempat aman setelah meninggalkan rumah atau ketika kondisi tempat tinggal belum memungkinkan untuk dihuni.

Sementara itu, sebagian warga lainnya tinggal untuk sementara di rumah keluarga atau kerabat. Pilihan ini menjadi tempat berlindung bagi warga yang memiliki keluarga atau kerabat di wilayah yang dapat dijangkau. Dengan demikian, kondisi pengungsian warga terdampak terbagi mereka yang berada di masjid dan mereka yang menumpang sementara di rumah keluarga atau kerabat.

Pendataan mengenai 672 warga yang mengungsi di tiga lokasi di Kecamatan Kuranji serta sekitar 459 kepala keluarga terdampak di Kecamatan Koto Tangah memberikan gambaran awal mengenai dampak banjir. Data tersebut mencakup Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto dan Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah, serta menjelaskan bentuk pengungsian yang dijalani warga untuk sementara waktu.

BNI menyalurkan bantuan logistik dasar bagi warga yang terdampak banjir di Padang. Bantuan tersebut meliputi air mineral, selimut, mi instan, beras, minyak goreng, dan telur. Berbagai kebutuhan ini disiapkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada dalam kondisi darurat, ketika akses terhadap bahan pangan dan perlengkapan rumah tangga dapat mengalami gangguan. Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari dukungan BNI kepada warga yang terdampak bencana.

Selain paket logistik, BNI menyediakan 400 bungkus nasi siap konsumsi untuk mendukung kebutuhan pangan warga dan petugas di lokasi terdampak. BNI juga menyalurkan satu tangki air bersih dengan kapasitas 8.000 liter. Air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), terutama bagi masyarakat yang akses air bersihnya terganggu akibat banjir. Dukungan pangan siap santap dan fasilitas air bersih diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat berlangsung.

BNI akan terus memantau kondisi bersama pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengidentifikasi kebutuhan lanjutan di lapangan. Okki menjelaskan bahwa kebutuhan masyarakat dapat berkembang seiring kondisi yang dihadapi, sehingga koordinasi akan terus dilakukan agar dukungan tetap sesuai dengan kebutuhan dan dapat membantu meringankan beban warga selama masa tanggap darurat. Langkah ini juga mencerminkan peran BNI melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BNI Berbagi dalam penanganan bencana. Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI menjalankan peran sosial melalui dukungan yang diarahkan bagi masyarakat terdampak dan pemulihan kebutuhan dasar di wilayah bencana.

Baca juga: Setetes Kepedulian Ditengah Kemarau, Lanud Sjamsudin Noor Kembali Hadir Salurkan Air Bersih Untuk Warga | Sinergi TNI Dan Dinsos, Warga Kelurahan Bence Terima Bantuan Beras Alokasi Tiga Bulan | Bantuan Pendidikan dari PT SIER untuk Warga Kurang Mampu di Surabaya