FLORES TIMUR, RADARNKRI.ID – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat melakukan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang bertempat di Balai pertemuan dusun 3, Desa Ipiebang Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Selasa (02/06/2024).
Sebagai Narasumber dalam sosialisasi ini yakni Umar Sangaji selaku Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Nasdem Kabupaten Flores Timur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat setempat
Diketahui, selain sosialisasi, dalam kegiatan tersebut, Julie Sutrisno Laiskodat dengan sapaan akrab Bunda Julie Laiskodat yang kembali terpilih pada Pemilu serentak 2024 lalu itu juga memberikan bantuan berupa sembako.
Dalam sambutan pembukaannya, Umar Sangaji menyampaikan permohonan maaf dari Bunda Julie Laiskodat yang tidak sempat menghadiri langsung kegiatan dimaksud karena memilki kesibukan di Senayan (Jakarta-Red).
“Sebelumnya Bunda Julie minta maaf karena tidak bisa hadir karena kesibukannya di DPR RI. Tapi itu tidak mengubah esensi kegiatan kita yang mana kegiatan sosialisasi 4 pilar ini merupakan kegiatan yang konstitusional dan diijinkan oleh Negara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Umar memaparkan pentingnya memahami dan mengimplementasikan 4 Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan, pemahaman yang baik terhadap keempat pilar ini akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan di daerah tersebut
“Nah empat pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika ini adalah pilar, tiang dan penyangga bangsa kita. Kalau saja satu tiang tidak bisa berdiri kokoh maka bangsa ini bisa hancur,” kata Umar.
Baca juga : Bunda Julie Laiskodat Ajak Masyarakat Flores Timur Merawat Lingkungan Alam
“Sebagai orang Lamaholot, nilai – nilai yang terkandung dalam 4 pilar sudah ada dan tumbuh dalam tatanan hidup kita sebagai orang Lamaholot yang di wariskan oleh Nenek Moyang kita,” tambahnya.
Umar menjelaskan, sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia, masyarakat juga dituntut untuk bisa membagi apa yang didapat dalam sosialisasi kepada masyarakat lainnya agar 4 pilar semakin tertanam dalam diri generasi bangsa.
Menurut dia, Pancasila lahir dari kearifan lokal masyarakat Indonesia bukan adopsi dari bangsa luar. Gemohing menjadi ciri khas masyarakat Lamaholot (Suku yang ada di Kabupaten Flotim) sebagai bagian dari bangsa ini.
“Gemohing dipadankan dengan kata gotong royong. Persatuan membentuk kesatuan dalam perbedaan,” imbuh Ketua Bapilu NasDem Flotim saat itu.
Baca juga : DPC Nasdem Wulanggitang Bantu Dana Tunai Untuk Lembaga Adat Desa Nawakote
Selanjutnya Agus Rahman selaku Kepala Desa Ipiebang membuka topik pada sesi dialog. Ia menuturkan peran masyarakat dalam menjalankan hak dan kewajibannya. Terkait persoalan – persoalan yang timbul di masyarakat.
Menurut Agus, setiap kita (Masyarakat – Red) harus kembali bercermin diri serta merefleksi diri dan sadar diri bahwa apa yang dilihat hari ini adalah apa yang ditanam oleh nenek moyang terdahulu.
“Tidak bisa kita pungkiri bahwa apa yang kita tuai hari ini adalah yang ditanam nenek moyang kita terdahulu,” papar nya.
Dialog kemudian berkembang dengan partisipasi peserta diantaranya Remaja Mesjid, Tokoh Pemuda, Tokoh adat dan masyarakat setempat
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala desa Ipiebang,Ketua BPD desa Ipiebang, ketua dusun 3 Ipiebang, Tokoh – tokoh masyarakat, Dion Fernandez selaku Tenaga Ahli Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat.***(Ell)
