Dari Kopassus ke Pangkogabwilhan III: Rekam Jejak Letjen Lucky Avianto

oleh -22 Dilihat
oleh
Jejak Letjen Lucky Avianto, dari Peraih Adhi Makayasa hingga Komandan Upacara HUT TNI

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Letjen TNI Lucky Avianto ditugaskan sebagai komandan upacara dalam peringatan HUT ke-81 TNI. Upacara tersebut berlangsung di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap. Penugasan ini menempatkan sosok Lucky Avianto dalam perhatian publik, terutama karena perannya sebagai perwira yang memimpin rangkaian upacara peringatan tersebut.

Sebagai komandan upacara, Lucky tampil di hadapan peserta yang mengikuti kegiatan di Lapangan Prima. Ia mengenakan seragam loreng tactical yang menjadi pakaian dinasnya dalam pelaksanaan upacara. Di atas seragam tersebut, ia menggunakan rompi taktis berwarna olive. Penampilannya juga dilengkapi pedang kehormatan yang digenggam dengan tangan kanan.

Dengan perlengkapan dan pakaian tersebut, Lucky menjalankan tugasnya sebagai komandan upacara sejak rangkaian kegiatan dimulai. Posisi itu mengharuskannya memberikan instruksi kepada seluruh peserta upacara. Perintah-perintah yang disampaikannya terdengar lantang di area Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, sehingga setiap tahapan upacara dapat diikuti oleh peserta berdasarkan aba-aba yang diberikan.

Momen ketika Lucky memimpin upacara menjadi bagian yang menonjol dalam peringatan HUT ke-81 TNI. Ia berdiri sebagai pemimpin upacara dengan pedang kehormatan tetap berada di tangan kanan, mengenakan rompi taktis olive dan seragam loreng tactical. Dari posisi tersebut, ia menyampaikan instruksi kepada peserta upacara dengan suara lantang. Penunjukannya sebagai komandan upacara kemudian membuat nama Letjen TNI Lucky Avianto menjadi perhatian dalam kegiatan yang digelar di lingkungan Mabes TNI tersebut.

Letjen Lucky Avianto lahir di Jakarta pada 2 Oktober 1974. Ia tumbuh dalam keluarga yang memiliki kedekatan kuat dengan dunia kemiliteran. Ayahnya merupakan prajurit TNI, sehingga sejak masa kanak-kanak Lucky telah mengenal nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, pengabdian, serta kehidupan yang menuntut keteguhan mental. Lingkungan keluarga tersebut turut membentuk pandangannya mengenai arti kehormatan dan kewajiban dalam menjalankan tugas negara.

Pengalaman dan teladan dari sang ayah kemudian mendorong Lucky untuk meniti karier di bidang kemiliteran. Keputusan itu tidak semata-mata dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya, tetapi juga oleh ketertarikannya terhadap pendidikan yang membentuk kepemimpinan dan karakter. Tahap awal pendidikannya ditempuh di SMP 45 Jakarta. Dari jenjang tersebut, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Taruna Nusantara pada 1990.

Lucky termasuk bagian dari angkatan pertama SMA Taruna Nusantara, lembaga pendidikan yang sejak awal dirancang untuk menyiapkan generasi muda berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kemampuan kepemimpinan. Berada di lingkungan sekolah yang menekankan kedisiplinan, prestasi akademik, serta semangat pengabdian, ia memperoleh fondasi penting untuk melanjutkan perjalanan sebagai calon perwira. Masa pendidikan ini juga memperkuat kemampuannya beradaptasi dan bekerja dalam lingkungan yang kompetitif.

Pada 1993, Lucky diterima di Akademi Militer. Selama menjalani pendidikan, ketekunan dan kemampuan bahasa Inggrisnya membuka peluang untuk mengikuti program pertukaran kadet ke Australia. Penugasan tersebut menjadi pengalaman penting karena memperluas wawasan, mengasah kemandirian, dan memperkenalkannya pada lingkungan militer internasional. Setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan, Lucky lulus dari Akmil pada 1996. Prestasi akademik, kepemimpinan, dan konsistensinya selama pendidikan mengantarkan dirinya meraih predikat Adhi Makayasa, penghargaan tertinggi bagi lulusan terbaik Akademi Militer.

Setelah menyelesaikan pendidikan komando, Lucky Avianto mengawali pengabdiannya dengan bergabung di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pendidikan dan pengalaman tersebut menjadi fondasi penting bagi pembentukan kapasitasnya sebagai perwira TNI Angkatan Darat. Di Kopassus, ia tidak hanya memperoleh pengalaman dalam tugas operasi dan pembinaan satuan, tetapi juga menjalani proses penugasan yang memperluas pemahamannya mengenai perencanaan, pengendalian, serta pelaksanaan operasi militer.

Pengembangan profesional Lucky berlanjut melalui kelulusannya dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) serta Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI). Kedua pendidikan tersebut membekali seorang perwira dengan kemampuan strategis untuk menjalankan tugas pada tingkat satuan, matra, maupun gabungan. Sejalan dengan itu, Lucky dipercaya menempati sejumlah jabatan penting dalam struktur Kopassus, lain Waasops Danjen Kopassus, Asren Danjen Kopassus, dan Asops Danjen Kopassus. Rangkaian jabatan ini menunjukkan keterlibatannya dalam aspek operasi, perencanaan, dan pembinaan kemampuan organisasi.

Kariernya kemudian berkembang melalui sejumlah penugasan di luar struktur Kopassus. Ia pernah menjabat sebagai Asops Kasdam XVIII/Kasuari dan Komandan Rindam XII/Tanjungpura. Penugasan berikutnya adalah sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Hubungan Internasional Panglima TNI, posisi yang menuntut wawasan luas mengenai kerja sama pertahanan dan dinamika keamanan regional. Setelah menempuh pengalaman tersebut, Lucky beralih ke kepemimpinan komando kewilayahan dengan dipercaya sebagai Pangdam XXIV/Mandala Trikora. Kodam ini merupakan salah satu komando utama kewilayahan TNI AD yang dibentuk pada 2025. Peralihan tersebut menandai perluasan tanggung jawabnya, dari pengelolaan fungsi strategis dan operasional menuju pembinaan wilayah serta kepemimpinan satuan di tingkat komando daerah militer.

Pada April 2026, Letjen Lucky Avianto mendapat promosi untuk memimpin Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III atau Kogabwilhan III. Penunjukan tersebut menempatkannya sebagai Panglima Kogabwilhan III, yang disingkat Pangkogabwilhan III. Jabatan ini merupakan salah satu posisi strategis dalam struktur komando pertahanan Indonesia karena berkaitan dengan pengoordinasian unsur-unsur pertahanan di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Wilayah kerja Kogabwilhan III mencakup kawasan Indonesia bagian timur, termasuk Papua. Karena cakupan tersebut meliputi area yang luas dan memiliki karakter geografis serta dinamika keamanan yang beragam, jabatan Pangkogabwilhan III berhubungan dengan koordinasi pertahanan di sejumlah wilayah. Dalam posisi terkininya, Lucky memegang tanggung jawab komando atas wilayah pertahanan tersebut sesuai dengan pembagian kewenangan yang berlaku dalam organisasi pertahanan nasional.

Promosi pada April 2026 menandai penempatan Lucky pada posisi puncak di lingkungan komando gabungan wilayah pertahanan. Sebelum menduduki jabatan itu, rekam jejaknya mencakup pengalaman dan penugasan di lingkungan TNI. Namun, bagian dari profilnya juga dapat dilihat melalui latar pendidikan akademik yang ditempuh di luar pendidikan kedinasan militer.

Lucky meraih gelar sarjana Ilmu Pemerintahan dari Universitas Jenderal Achmad Yani pada 2012. Enam tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan magister Ilmu Administrasi di Universitas Krisnadwipayana. Kedua jenjang pendidikan akademik tersebut diselesaikan dengan predikat cum laude. Dengan demikian, latar pendidikan formal Lucky mencakup pendidikan sarjana dan magister di bidang pemerintahan serta administrasi, selain pendidikan kedinasan yang menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya.