Gempa M7,7 Guncang Panama, Warga Dievakuasi dan Tsunami Diwaspadai

oleh -66 Dilihat
oleh
Gempa M7,7 Guncang Panama, Warga Dievakuasi dan Tsunami Diwaspadai

Kota Penonomé | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Panama pada Jumat pagi. Guncangan kuat tersebut terasa di sejumlah wilayah, termasuk Panama City, ibu kota negara itu. Gedung-gedung di Panama City dilaporkan bergetar ketika gempa terjadi, sehingga warga bergegas keluar dari bangunan untuk mengungsi sementara. Situasi itu membuat sejumlah warga berkumpul di ruang terbuka sambil menunggu informasi lebih lanjut mengenai dampak gempa.

Getaran tidak hanya dirasakan oleh penduduk di Panama. Guncangan juga terasa hingga Kolombia, menunjukkan luasnya area yang terdampak oleh aktivitas seismik tersebut. Di Panama City, warga yang berada di luar gedung tetap menanti perkembangan terbaru sebelum memutuskan untuk kembali masuk. Mereka berkumpul sambil memantau informasi mengenai kemungkinan kerusakan maupun dampak lain yang ditimbulkan oleh gempa.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada sekitar 10 kilometer barat daya komunitas terpencil Pitaloza Arriba, Provinsi Herrera, di wilayah tengah Panama. USGS mencatat gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer. Lokasi yang relatif dangkal itu menjadi salah satu faktor yang membuat guncangan terasa kuat di wilayah sekitar pusat gempa dan dirasakan hingga daerah yang lebih jauh. Setelah getaran utama, perhatian warga tertuju pada informasi resmi mengenai kondisi setempat, termasuk kemungkinan dampak lanjutan serta kewaspadaan terhadap potensi tsunami.

Rosendo Domínguez, warga berusia 60 tahun asal Provinsi Herrera, menggambarkan guncangan tersebut sebagai pengalaman yang sangat menakutkan. Menurut kesaksiannya, gempa terasa sangat kuat hingga beberapa barang di dapur jatuh. Situasi itu membuat ia dan keluarganya panik, meskipun tidak ada laporan bahwa mereka mengalami cedera dalam peristiwa tersebut.

Domínguez menegaskan bahwa dirinya bersama keluarganya berada dalam kondisi baik-baik saja. Namun, rasa takut tetap dirasakan setelah guncangan besar itu terjadi. Sejumlah warga memilih berada di luar karena khawatir terhadap kemungkinan guncangan berikutnya dan ingin menghindari risiko berada di dalam bangunan saat situasi belum sepenuhnya tenang.

Kekhawatiran itu semakin terasa karena sejumlah wilayah masih diguncang gempa susulan pada Jumat, tidak lama setelah gempa utama. Getaran lanjutan tersebut membuat warga tetap waspada dan memperpanjang suasana cemas di beberapa lokasi. Meski kesaksian Domínguez menyebutkan bahwa keluarganya selamat, pengalaman barang-barang yang jatuh dan kepanikan warga menggambarkan kuatnya dampak gempa terhadap masyarakat setempat.

Layanan cuaca nasional menerbitkan peringatan tsunami setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Panama. Peringatan tersebut mencakup kawasan pesisir Panama, Kolombia, Ekuador, Nikaragua, dan Guatemala. Penerbitan informasi itu merupakan langkah kewaspadaan berdasarkan analisis awal mengenai kemungkinan perubahan muka laut setelah gempa kuat, khususnya bagi wilayah yang berada dekat sumber guncangan dan garis pantai.

Peringatan resmi tersebut ditujukan kepada otoritas setempat dan masyarakat di daerah pesisir agar memperhatikan informasi lanjutan, mengikuti petunjuk evakuasi, serta menjauhi pantai apabila diminta. Status peringatan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa gelombang tsunami telah tiba atau pasti terjadi. Perkembangan situasi tetap dipantau, sementara lembaga terkait dapat memperbarui, memperluas, atau mencabut peringatan berdasarkan data pemantauan laut dan seismik.

Presiden Panama José Raúl Mulino juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang saat menghadapi situasi tersebut. Melalui unggahan di platform X, ia menyampaikan bahwa peristiwa gempa tidak semestinya dimanfaatkan untuk menimbulkan kepanikan atau kekacauan. Imbauan pemerintah ini berbeda dari peringatan teknis layanan cuaca nasional: peringatan berisi pemberitahuan risiko dan arahan keselamatan, sedangkan pernyataan presiden menekankan ketertiban, ketenangan, dan penggunaan informasi yang dapat dipercaya. Warga diminta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, serta tetap mengikuti instruksi resmi dari pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, dan layanan pemantauan terkait.

Omar Smith dari Badan Perlindungan Sipil Nasional menyatakan bahwa kerusakan akibat gempa bumi paling banyak terkonsentrasi di Provinsi Veraguas, Herrera, dan Los Santos. Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada informasi mengenai kerusakan di Panama City. Ibu kota Panama itu memiliki ratusan gedung pencakar langit, sehingga kondisi bangunan di kawasan tersebut menjadi perhatian otoritas dan masyarakat.

Sejumlah media lokal juga menayangkan gambar dan video yang memperlihatkan dampak gempa di beberapa wilayah. Salah satu katedral Katolik dilaporkan runtuh, sementara sebagian fasad sebuah hotel di Penonomé, Provinsi Coclé, Panama bagian tengah, jatuh dan menimpa sejumlah mobil yang berada di bawahnya. Laporan visual tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut oleh petugas di lapangan, terutama untuk memastikan tingkat kerusakan struktur bangunan dan keamanan area di sekitarnya.

Sampai saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat gempa tersebut. Otoritas masih melakukan pemeriksaan dan menyelidiki kemungkinan kerusakan lain, termasuk di sekitar pusat gempa. Tim tanggap darurat juga terus mengumpulkan informasi dari berbagai provinsi untuk memperbarui data dampak serta menentukan kebutuhan evakuasi dan bantuan.

Sebagai informasi terpisah, korban tewas akibat gempa di Kolombia dilaporkan mencapai 331 orang, sedangkan 240 orang lainnya masih hilang. Data tersebut tidak dapat langsung disebut sebagai korban gempa Panama karena sumber yang tersedia tidak menyatakan hubungan langsung di kedua peristiwa itu.

Panama berada di kawasan Cincin Api Pasifik, jalur sepanjang sekitar 40.000 kilometer yang tersusun atas rangkaian gunung berapi dan patahan di sekitar cekungan Pasifik. Kawasan ini menjadi lokasi sebagian besar gempa bumi di dunia, sehingga pemantauan seismik, kesiapan evakuasi, dan pemeriksaan bangunan menjadi langkah penting setelah guncangan besar.