Jakarta Timur Pacu Pengumpulan ZIS demi Kembali Jadi Wilayah Terbaik

oleh -77 Dilihat
oleh
Jakarta Timur Pacu Pengumpulan ZIS demi Kembali Jadi Wilayah Terbaik

Jakarta | Pemerintah Kota Jakarta Timur optimistis dapat kembali meraih penghargaan sebagai wilayah dengan kinerja pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terbaik. Harapan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto di kantor wali kota pada Rabu. Optimisme itu menjadi dorongan bagi jajaran pemerintah kota untuk menjaga upaya penghimpunan ZIS tetap berjalan hingga penutupan tahun anggaran. Target tersebut sekaligus menegaskan bahwa capaian yang telah diraih bukan alasan untuk mengendurkan usaha. Sebaliknya, masih ada ruang untuk meningkatkan perolehan dan memperkuat hasil, sehingga Jakarta Timur berpeluang mempertahankan reputasinya di tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Kusmanto memperkirakan capaian pengumpulan ZIS masih dapat meningkat karena tahun anggaran belum berakhir. Masih ada dua bulan yang tersisa, yaitu November dan Desember, untuk mendorong hasil lebih tinggi. Dengan demikian, capaian saat ini dipandang belum menjadi angka akhir dan upaya pengumpulan tetap dapat dilanjutkan pada sisa periode tersebut. Harapan untuk kembali menjadi yang terbaik bergantung pada kemampuan mempertahankan semangat hingga penghujung tahun. Pernyataan itu memberi penekanan bahwa kesempatan untuk menambah capaian masih terbuka, sekaligus menjadi alasan bagi Jakarta Timur untuk terus mengupayakan hasil optimal dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah.

Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan wilayahnya kembali menerima penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, seperti yang diraih pada 2025. Penghargaan tersebut menjadi sasaran yang ingin dicapai kembali, bukan sekadar mengingat prestasi sebelumnya. Karena itu, sisa waktu pada November dan Desember menjadi kesempatan penting untuk memperbesar capaian sebelum tahun anggaran berakhir. Optimisme yang disampaikan Kusmanto mencerminkan harapan agar kinerja penghimpunan ZIS tetap terjaga dan meningkat. Jika target tersebut tercapai, Jakarta Timur dapat kembali memperoleh pengakuan atas kinerjanya sebagai wilayah dengan pengumpulan ZIS terbaik. Hingga akhir tahun, pemerintah kota masih berupaya mengejar sasaran itu dengan memanfaatkan waktu yang tersedia.

Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar rapat monitoring dan evaluasi untuk meninjau capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di seluruh kecamatan dan kelurahan. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi jajaran wilayah untuk menyampaikan perkembangan penghimpunan, mencermati pelaksanaan di lapangan, serta mengidentifikasi langkah yang masih dapat ditempuh. Evaluasi dilakukan menjelang akhir tahun, saat upaya mengoptimalkan pengumpulan dana umat perlu terus diperkuat agar hasilnya dapat mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Kusmanto menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi momentum bagi seluruh wilayah untuk meningkatkan kinerja penghimpunan ZIS. Menurutnya, dukungan dan koordinasi kecamatan, kelurahan, serta pihak terkait berperan penting dalam menjaga konsistensi pengumpulan. Ia mendorong jajaran setempat untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan mengintensifkan sosialisasi dan mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infak, serta sedekah melalui saluran yang tersedia. Dengan demikian, partisipasi warga dapat terus bertumbuh hingga penutupan periode pengumpulan.

Dalam evaluasi tersebut, rata-rata pencapaian pengumpulan di wilayah Jakarta Timur telah melewati 100 persen dari target. Sejumlah kecamatan dan kelurahan bahkan mencatat hasil yang berada pada kisaran 200 hingga 300 persen. Capaian ini menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dan kerja bersama aparatur wilayah dalam menghimpun dana umat. Kusmanto menyampaikan apresiasi kepada jajaran kecamatan dan kelurahan atas upaya serta hasil yang telah dicapai. Ia menilai kontribusi para petugas di tingkat wilayah menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut, sekaligus mendorong agar semangat kolaborasi tetap terjaga. Evaluasi berkala diharapkan membantu setiap wilayah mempertahankan capaian, memperbaiki proses yang masih perlu ditingkatkan, dan memastikan pengumpulan berlangsung tertib. Melalui pemantauan yang terarah, Pemkot Jakarta Timur dapat melihat perkembangan secara lebih menyeluruh dan menyelaraskan tindak lanjut sesuai kebutuhan masing-masing wilayah, tanpa mengabaikan upaya untuk terus mengajak masyarakat berpartisipasi hingga akhir tahun.

Kusmanto meminta wilayah-wilayah yang capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS)-nya masih berada di bawah 100 persen agar segera meningkatkan upaya. Permintaan tersebut ditujukan kepada jajaran terkait supaya sisa waktu yang tersedia dimanfaatkan secara lebih terarah. Capaian yang belum memenuhi target, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama dan ditindaklanjuti melalui langkah nyata di masing-masing wilayah.

Ia mendorong petugas dan pengelola di tingkat wilayah untuk meninjau kembali strategi penghimpunan, memperkuat koordinasi, serta memperluas komunikasi dengan masyarakat dan calon muzaki maupun donatur. Upaya tersebut diharapkan berjalan konsisten, dengan pendekatan yang sesuai kondisi setempat. Dengan demikian, peluang untuk menambah penerimaan ZIS tetap terbuka, sementara masyarakat juga memperoleh informasi yang jelas mengenai kanal dan tata cara penyaluran.

Kusmanto menyampaikan optimisme bahwa wilayah yang belum mencapai target dapat mengejar, bahkan melampaui 100 persen, dalam dua bulan tersisa. Optimisme itu menjadi dorongan bagi seluruh jajaran untuk menjaga semangat dan meningkatkan intensitas kerja, bukan tanda bahwa target telah tercapai. Karena itu, perkembangan pengumpulan perlu dipantau secara berkala agar hambatan dapat segera diketahui dan upaya perbaikan dapat dilakukan tepat waktu.

Ia juga mengharapkan setiap wilayah menyusun langkah lanjutan berdasarkan capaian aktual, termasuk menentukan prioritas dan menjaga kesinambungan kegiatan penghimpunan. Kerja sama antarpihak menjadi penting agar potensi ZIS dapat dijangkau secara lebih luas. Pesan tersebut menegaskan bahwa capaian di bawah 100 persen masih dapat dikejar, selama jajaran terkait bergerak aktif hingga batas waktu yang tersedia. Dengan kerja terukur dan dukungan masyarakat, peluang mencapai hasil yang lebih baik tetap terbuka bagi seluruh wilayah di Jakarta Timur.

Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur, Eka Nafisah, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperkuat kerja sama dengan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, mulai dari tingkat kota hingga kelurahan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memaksimalkan waktu yang tersisa dalam upaya meningkatkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus menjaga agar berbagai program dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Eka menyampaikan apresiasi kepada Wakil Wali Kota Jakarta Timur, jajaran asisten kesejahteraan rakyat, para camat, serta lurah yang selama ini turut mendukung pengumpulan ZIS. Menurutnya, capaian yang telah diraih bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan buah dari kolaborasi dan koordinasi lintas jajaran. Dukungan para pemangku kepentingan di wilayah membantu mendorong partisipasi masyarakat serta memperkuat pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Ke depan, Baznas Bazis Jakarta Timur akan melanjutkan komunikasi dengan perangkat daerah dan pengelola wilayah agar langkah yang ditempuh tetap terarah. Koordinasi diperlukan untuk mengetahui perkembangan penghimpunan, mengenali kendala yang dihadapi, dan menyusun tindak lanjut sesuai kondisi setiap wilayah. Dengan demikian, upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada capaian angka, tetapi juga pada pengelolaan dana yang tertib dan penyaluran manfaat secara tepat sasaran.

Bagi wilayah yang masih memerlukan dorongan, Baznas Bazis menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan intensif. Dukungan dapat diarahkan pada penguatan koordinasi, sosialisasi, serta upaya mengajak lebih banyak warga dan pihak terkait berpartisipasi. Pendekatan tersebut diharapkan membantu wilayah mengidentifikasi kebutuhan dan peluang, sehingga proses pengumpulan ZIS dapat berjalan lebih efektif. Pendampingan juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan merumuskan langkah praktis bersama.

Dalam dua bulan ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat menjaga momentum dan mendorong capaian melampaui target yang telah ditetapkan. Eka menekankan pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia dengan kerja bersama yang konsisten. Pada akhirnya, peningkatan penghimpunan perlu beriringan dengan perluasan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi warga yang membutuhkan.

Baca juga: Cuaca Jakarta Hari Ini: Potensi Hujan di Beberapa Wilayah | Jakarta Masuk Daftar 50 Destinasi Wisata Belanja Terbaik Dunia 2026 | Jakarta Masuk Dalam 50 Besar Destinasi Belanja Dunia 2026