Jakarta | Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan yang mengembangkan keluarga model Claude, mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat pada 26 Oktober 2026. Pengajuan tersebut menjadi langkah formal menuju kemungkinan perusahaan menawarkan saham kepada investor publik, tetapi bukan berarti IPO telah berlangsung atau sahamnya sudah dapat diperdagangkan. Anthropic merencanakan pencatatan saham kelas A di Nasdaq Global Select Market dengan kode saham ANT. Rencana itu masih bergantung pada proses peninjauan regulator dan tahapan penawaran yang berlaku.
Dokumen pengajuan memberi gambaran lebih terperinci mengenai bisnis Anthropic ketika perusahaan mempertimbangkan peralihan dari perusahaan privat menjadi emiten. Informasi yang disampaikan mencakup pertumbuhan pendapatan, kebutuhan komputasi untuk melatih dan menjalankan model AI, serta kondisi keuangan perusahaan. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan: permintaan terhadap Claude dapat mendorong penjualan, sementara pengembangan layanan dan pemenuhan kebutuhan pelanggan memerlukan kapasitas komputasi serta investasi yang besar. Karena itu, angka dan penjelasan dalam dokumen akan menjadi bahan penting bagi calon investor untuk menilai peluang dan risikonya.
Rencana pencatatan di Nasdaq juga menandai kemungkinan perubahan dalam cara pasar mengamati kinerja Anthropic. Sebagai perusahaan terbuka, Anthropic nantinya akan menghadapi kewajiban pengungkapan berkala dan perhatian lebih langsung terhadap hasil keuangan maupun strategi bisnisnya. Namun, pada tahap pengajuan ini, investor sebaiknya membedakan rencana dan realisasi: belum ada dasar untuk menyebut penawaran telah selesai, perdagangan telah dimulai, atau valuasi akhir telah ditetapkan. Rincian seperti jumlah saham yang ditawarkan dan harga penawaran dapat diketahui melalui dokumen resmi serta pembaruan berikutnya.
Dengan demikian, kabar pengajuan IPO Anthropic penting bukan hanya karena perusahaan di balik Claude berencana memasuki pasar modal, melainkan juga karena dokumen tersebut membuka akses pada informasi tentang skala pertumbuhan dan kebutuhan pendanaannya. Prospektus dapat membantu publik memahami bagaimana perusahaan menyeimbangkan ekspansi, biaya komputasi, dan kesehatan keuangan. Untuk saat ini, kode ANT dan Nasdaq Global Select Market masih merupakan bagian dari rencana pencatatan. Perkembangan selanjutnya, termasuk hasil peninjauan SEC dan ketentuan penawaran, akan menentukan apakah rencana itu berlanjut menjadi IPO yang benar-benar terlaksana.
Perbedaan angka valuasi Anthropic terutama muncul karena sumber dan konteks pengukurannya tidak sama. Angka US$965 miliar merujuk pada valuasi pendanaan resmi terakhir perusahaan, melalui putaran Series H pada Mei 2026. Angka ini terkait langsung dengan transaksi penggalangan modal yang melibatkan perusahaan dan investor, sehingga menjadi patokan yang lebih konkret untuk putaran tersebut. Namun, angka itu tetap menggambarkan kesepakatan pada waktu tertentu, bukan nilai tetap yang berlaku untuk semua transaksi atau kondisi pasar.
Berbeda dari angka pendanaan itu, Quartz melaporkan valuasi tersirat sekitar US$1,20 triliun di pasar sekunder pada Juli 2026. Pasar sekunder memungkinkan pemegang saham lama menjual saham kepada pembeli lain, tanpa harus menjadi bagian dari penerbitan saham baru oleh Anthropic. Harga transaksi semacam itu dapat digunakan untuk memperkirakan nilai perusahaan secara keseluruhan, tetapi hasilnya bersifat tersirat. Harga dapat dipengaruhi oleh jumlah saham yang tersedia, permintaan pembeli, hak yang melekat pada saham, serta ketentuan transaksi. Karena itu, angka tersebut bukan putaran pendanaan resmi dan tidak serta-merta mewakili harga seluruh saham Anthropic.
Angka yang lebih tinggi lagi muncul dalam laporan Reuters pada 15 Oktober 2026: sejumlah investor disebut membahas kisaran US$1,50–2,00 triliun menjelang kemungkinan IPO. Kisaran ini menggambarkan pembicaraan atau ekspektasi investor, bukan valuasi yang telah ditetapkan melalui transaksi final. Nilainya dapat berubah seiring perkembangan bisnis, kondisi pasar modal, minat investor, dan struktur penawaran. Pembahasan sebelum IPO juga tidak menjamin bahwa perusahaan akan melantai di bursa pada valuasi tersebut.
Dengan demikian, ketiga angka itu sebaiknya dibaca sebagai ukuran yang berbeda: valuasi pendanaan resmi, estimasi berdasarkan transaksi saham pemegang lama, dan kisaran yang dibicarakan investor. Perbandingan langsung tanpa menjelaskan dasar masing-masing dapat menimbulkan kesan bahwa Anthropic telah memiliki satu nilai pasar yang pasti. Sampai ada transaksi baru atau harga IPO final, angka-angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai titik referensi dari waktu dan mekanisme yang berbeda.
Pengembangan Claude dan perluasan kapasitas komputasi membutuhkan modal dalam skala besar. Pelatihan model yang semakin canggih, pengoperasian layanan untuk lebih banyak pengguna, serta pembangunan infrastruktur pusat data menuntut investasi berkelanjutan. Dalam konteks ini, pendanaan Series G dan Series H Anthropic secara gabungan mencapai US$95 miliar. Dengan tambahan tersebut, total pendanaan privat perusahaan dilaporkan telah melampaui US$126 miliar, mencerminkan besarnya kebutuhan untuk menopang pertumbuhan sekaligus persaingan di industri kecerdasan buatan.
Series H dipimpin Altimeter, Dragoneer, Greenoaks, dan Sequoia. Putaran ini juga mencakup US$15 miliar komitmen investasi hyperscaler yang telah diumumkan sebelumnya, termasuk US$5 miliar dari Amazon. Dukungan para investor strategis dapat membantu Anthropic memperoleh sumber daya finansial dan akses komputasi, meski komitmen investasi tidak selalu sama dengan dana tunai yang langsung diterima. Besarnya penghimpunan modal perlu dibaca bersama kinerja operasional dan kebutuhan belanja perusahaan, bukan semata-mata sebagai ukuran nilai bisnis.
Pada semester pertama 2026, pendapatan Anthropic tercatat US$16,29 miliar. Perusahaan membukukan rugi bersih yang membesar, tetapi rugi operasional menyusut dan arus kas operasional berbalik positif. Rugi bersih tersebut mencakup beban perubahan nilai wajar surat utang konversi, liabilitas derivatif, dan SAFE sebesar US$72,39 miliar. Karena unsur ini berkaitan dengan pengukuran akuntansi, jumlah rugi bersih tidak dapat langsung disamakan dengan uang tunai yang dibelanjakan. Pada kuartal II-2026, Anthropic mencatat laba operasional US$974 juta dari pendapatan US$11,56 miliar.
Posisi likuiditas juga tampak besar: per 30 Juni 2026, kas, setara kas, dan investasi jangka pendek berjumlah US$131,65 miliar. Namun, sebagian besar liabilitas terkait surat utang konversi, dengan nilai buku US$108,57 miliar yang menggunakan pengukuran nilai wajar. Pokok surat utang yang masih beredar sekitar US$6,20 miliar. Perbedaan nilai buku dan pokok tersebut penting saat menilai neraca, karena perubahan nilai wajar dapat memengaruhi angka akuntansi tanpa mencerminkan arus kas setara pada periode yang sama. Dengan demikian, kebutuhan pendanaan, pertumbuhan pendapatan, profitabilitas operasional, likuiditas, dan kewajiban konversi perlu dinilai secara bersamaan untuk memahami kapasitas Anthropic membiayai ekspansi Claude.
Skala bisnis komersial Anthropic terlihat dari besarnya basis pelanggan perusahaan yang menggunakan layanan Claude. Per September 2026, lebih dari 11.900 pelanggan masing-masing menghasilkan pendapatan minimal US$100.000 bagi Anthropic dalam 12 bulan terakhir. Di mereka, sekitar 250 pelanggan menghasilkan setidaknya US$10 juta per pelanggan. Angka tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan Claude tidak hanya berasal dari pengguna individu atau proyek percobaan, tetapi juga dari organisasi yang mengalokasikan belanja signifikan untuk kecerdasan buatan. Meski demikian, jumlah pelanggan dan nilai belanja ini menggambarkan aktivitas bisnis, bukan dengan sendirinya ukuran keuntungan atau arus kas perusahaan. Kinerja komersial tetap perlu dinilai bersama biaya komputasi, pengembangan, penjualan, serta kemampuan mempertahankan pelanggan dari waktu ke waktu.
Salah satu produk komersial utama Anthropic adalah Claude Code, alat yang membantu pekerjaan pengembangan perangkat lunak dengan model Claude.
Baca juga: Pertumbuhan Pendapatan KAI di Semester I 2026 Mencapai Rp 18 Triliun
