Kodim 1505 Tidore, Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H

Kodim 1505/Tidore melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah yang berlangsung di Aula Jenderal Soedirman Makodim 1505/Tidore, Jl. Mayor Daud Kelurahan Goto Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Senin (02/10/2023).

Kegiatan di awali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sertu Wahyudin dan di hadiri oleh Kasdim 1505/Tidore Mayor Inf Kusairi, Ketua Persit KCK Cabang XXVIII Ny. Affiani Purba, Ustadz Ridwan, Para Perwira Staf Kodim 1505/Tidore, Personil Bintara, Tamtama dan PNS Kodim 1505/Tidore Serta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVIII Kodim 1505.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengangkat tema “Menebar Empati, Memperkuat Silaturrahmi dan Bertekad Menjadi Teladan”.

Kasdim 1505/Tidore Mayor Inf Kusairi dalam sambutannya menyampaikan, kegitan yang di laksanakan ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kami ucapkan terima kasih kepada Prajurit yang telah hadir untuk mengikuti kegiatan ini, Mari Kita bersama-sama mendengarkan tausiyah yang akan disampaikan oleh Ustadz Ridwan”, Ucap Kasdim.

Sementara dalam tausiyah Ustadz Ridwan menyampaikan, bahwa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kepatuhan ajaran dan sunnah Nabi besar Muhammad SAW.

“Tujuan penyelenggaraan ini tidak hanya untuk memperingati hari kelahiran junjungan kita Nabi Muhammad SAW, Namun juga sebagai upaya agar kita dapat meneladani akhlak beliau”.

Bulan rabiul awwal adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan manusia, karena pada tanggal 12 rabiul awwal tahun gajah, telah dilahirkan seorang pemimpin umat manusia yang merupakan rahmat bagi alam semesta. Beliau adalah junjungan kita yakni Nabi muhammad SAW.

Kita mungkin mempunyai pangkat dan jabatan yang tinggi di dunia ini, namun ketika di tanya di hari kiamat nantinya, bukan pangkat dan jabatan kita yang di tanya melainkan amal ibadah kita di dunia.

Walaupun pangkat dan jabatan kita di kantor tinggi akan tetapi sampai di rumah kita akan menjadi kepala rumah tangga dan membantu istri kita di rumah.

Dia juga mengajak, Untuk selalu mengingat Maulid Nabi SAW. “Semoga kita akan di pertemukan oleh Nabi muhammad SAW di hari kiamat nantinya”.

Dia mengingatkan, Sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW, Kita wajib merayakan Maulid Nabi, karena Nabi sudah memimpin 100 kali berperang termaksud perang Qodar terakhir.

Ketika perang parit, Nabi Muhammad SAW hanya memimpin pasukan 3.000 orang sedangkan musuh Nabi muhammad SAW 100.000 orang.

Disaat kondisi kita seperti ini ingatlah Nabi. Nabi di usia 6 tahun dadanya di belah, saat beliau di angkat sebagai Nabi Muhammad di usia 60 tahun Nabi sudah tidak bisa berbuat apa- apa.***