Selat Sele, PBD – Unsur Satuan Kapal Patroli jajaran Guspurla Armada III, KRI Gulamah-869 melaksanakan operasi Search and Rescue (SAR) terhadap KM Wahyu Abadi 88 yang mengalami kerusakan mesin di koordinat 130° 59’ 27” T – 01° 21’ 16” S, wilayah Selat Sele, Papua Barat Daya, Rabu (18/2/26).
Kejadian bermula pada pukul 15.30 WIT saat KRI Gulamah-869 melaksanakan patroli rutin dan mendapati secara visual KM Wahyu Abadi 88 mengapung di tengah alur pelayaran. Kapal tersebut diketahui berlayar dari wilayah ZEEI WPP NRI 715 menuju Sorong sebelum mengalami gangguan mesin di perairan Sele.
Melihat kondisi tersebut, Komandan KRI Gulamah-869 Mayor Laut (P) Rian Prasetian, S.S.T.Han., S.T., segera memerintahkan unsur untuk merapat dan melaksanakan pertolongan. Pada pukul 16.00 WIT dilaksanakan aksi tunda (towing), kemudian pukul 16.20 WIT KRI Gulamah-869 bergerak menuju Dermaga Perikanan Sorong dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan pelayaran.
Setelah proses penundaan berjalan aman dan lancar, pada pukul 21.15 WIT KM Wahyu Abadi 88 berhasil sandar dengan selamat. Lima orang ABK atas nama Elysfikal, Ilham, M. Ibrahim, Muh. Irfan dan Refi Saputra seluruhnya dalam keadaan sehat dan aman.
Keberhasilan pelaksanaan SAR ini sejalan dengan arahan Panglima Armada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman SN., S.E., M.Si., M.Tr.Opsla., yang menekankan kepada seluruh unsur jajaran Armada III untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan operasional, respons cepat terhadap situasi darurat di laut, serta memastikan keselamatan pelayaran dan perlindungan masyarakat maritim di wilayah kerja Armada III.
Tindakan sigap KRI Gulamah-869 merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan laut sekaligus melaksanakan tugas kemanusiaan. Usai melaksanakan SAR, KRI Gulamah-869 kembali melanjutkan patroli sektor sesuai perintah operasi.
(Tim Armada III/Red)

