Serang | Sejumlah pemain papan atas disebut memiliki kontrak yang akan berakhir pada Juni 2027. Situasi tersebut dapat menarik perhatian klub-klub Eropa yang ingin memperkuat skuad tanpa membayar biaya transfer besar. Lima nama yang menjadi sorotan ialah Lisandro Martinez, Bruno Fernandes, Joao Felix, Christian Pulisic, dan Brahim Diaz. Meski demikian, status kontrak yang mendekati masa akhir hanya membuka kemungkinan bagi munculnya minat dan negosiasi, bukan pertanda bahwa para pemain itu pasti akan meninggalkan klub masing-masing.
Aturan transfer memungkinkan klub asing melakukan pendekatan prakontrak kepada pemain yang kontraknya memasuki periode akhir, dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Dalam aturan umum, pembicaraan semacam itu dapat dilakukan ketika masa kontrak tersisa enam bulan, meski prosedur dan penerapannya dapat bergantung pada regulasi kompetisi serta yurisdiksi terkait. Pendekatan juga harus dilakukan secara tertib, termasuk menghormati kewajiban untuk memberi tahu klub pemain apabila diwajibkan. Kesepakatan prakontrak dapat mengatur kepindahan pada musim berikutnya, tetapi tetap bergantung pada persetujuan pemain dan pemenuhan persyaratan administratif.
Peluang hengkang tanpa biaya baru benar-benar terbuka apabila masa kontrak berakhir tanpa perpanjangan atau kesepakatan baru, sehingga klub lama tidak lagi berhak meminta biaya transfer untuk melepas pemain. Sebelum titik itu, klub masih dapat berupaya mempertahankan asetnya melalui pembaruan kontrak, sementara pemain dapat mempertimbangkan peran, durasi, gaji, dan prospek olahraga yang ditawarkan. Jika pembicaraan berjalan lancar, kontrak baru bisa mengubah situasi dan menutup peluang transfer gratis. Sebaliknya, bila kedua pihak tidak mencapai kesepakatan, calon peminat berpotensi memperoleh kesempatan merekrut pemain setelah kontraknya habis. Karena itu, perkembangan lima pemain tersebut layak dipantau, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada negosiasi, pilihan pribadi, dan aturan yang berlaku. Sampai ada pengumuman resmi, kemungkinan transfer sebaiknya dipahami sebagai spekulasi yang memiliki dasar kontraktual, bukan kepastian kepindahan pada musim panas 2027.
Lisandro Martínez dan Bruno Fernandes sama-sama menjadi bagian penting Manchester United, tetapi situasi kontrak keduanya menyimpan pertanyaan berbeda menjelang 2027. Bagi Martínez, ketidakpastian tidak hanya berkaitan dengan durasi kesepakatan, tetapi juga hubungan internal. Sejumlah laporan menyebut hubungan bek Argentina itu dengan direktur sepak bola klub, Jason Wilcox, kurang harmonis. Martínez dikabarkan mempertimbangkan masa depannya di Old Trafford apabila pembicaraan kontrak tidak menghasilkan kesepakatan yang memuaskan.
Minat dari klub Spanyol, termasuk Atlético Madrid, pernah dikaitkan dengan Martínez, meski belum ada kepastian bahwa langkah konkret akan terjadi. Ia juga disebut memiliki opsi untuk memperpanjang kontrak hingga 2028, sehingga keputusan akhir dapat bergantung pada pembicaraan dengan klub dan rencana olahraga United. Menurut data Transfermarkt yang dikutip dalam laporan, nilai pasarnya berada di kisaran £38,1 juta. Apabila ia pergi setelah kontraknya berakhir tanpa perpanjangan, United berisiko kehilangan pemain sekaligus tidak memperoleh pemasukan transfer. Karena itu, penyelesaian masa depannya berpotensi menjadi persoalan penting dalam perencanaan skuad.
Fernandes menghadapi situasi berbeda. Sebagai kapten, gelandang Portugal tersebut menjadi sumber kreativitas utama United, membantu menciptakan peluang dan berkontribusi langsung melalui gol serta assist. Ia pernah dikaitkan dengan ketertarikan klub-klub Arab Saudi, tetapi memilih bertahan di Manchester. Kontraknya disebut berakhir pada Juni 2027, sehingga klub perlu menentukan apakah akan menawarkan perpanjangan dan bagaimana menyusun kesepakatan yang sesuai.
Peluang transfer Fernandes nantinya akan dipengaruhi beberapa pertimbangan, termasuk kepastian kontrak baru, besaran gaji, usia, serta ambisinya untuk tetap bersaing pada level tertinggi. Jika tidak ada kesepakatan, United harus menimbang nilai yang dapat diperoleh dari penjualan sebelum masa kontraknya semakin pendek, sementara pemain juga akan mengevaluasi pilihan kariernya. Untuk saat ini, belum ada kepastian bahwa salah satu pemain akan hengkang. Namun, perkembangan negosiasi Martínez dan Fernandes akan menentukan seberapa besar kendali United atas masa depan mereka, sekaligus memengaruhi stabilitas tim dan rencana transfer klub dalam beberapa musim mendatang.
Perjalanan Joao Felix dalam beberapa musim terakhir memperlihatkan karier yang penuh perubahan. Setelah membela Atletico Madrid, ia sempat memperkuat Barcelona dan Chelsea, lalu melanjutkan kiprahnya bersama AC Milan. Perpindahan dari satu klub besar ke klub lain memberinya pengalaman di sejumlah kompetisi dan lingkungan sepak bola yang berbeda. Namun, perjalanan tersebut juga membuat status serta rencana jangka panjangnya kerap menjadi bahan pembicaraan. Pada musim panas 2025, Felix bergabung dengan Al-Nassr di Arab Saudi, membuka babak baru dalam kariernya setelah bertahun-tahun bermain di Eropa.
Sejak tiba di Al-Nassr, Felix dilaporkan tampil produktif. Ia disebut telah membukukan 30 gol dan 23 assist dalam 57 penampilan, catatan yang menunjukkan kontribusi langsungnya dalam serangan tim. Angka tersebut menjadikannya salah satu pemain yang diperhatikan dalam skuad, sekaligus memperkuat alasan klub untuk mempertahankannya. Meski demikian, produktivitas di lapangan belum otomatis menjawab pertanyaan mengenai kelanjutan kariernya. Kontrak Felix disebut berpotensi berakhir pada 2027, sehingga pembicaraan mengenai masa depannya dapat berkembang seiring mendekatnya periode akhir kesepakatan.
Di sisi lain, Felix dikabarkan memiliki keinginan untuk kembali ke Barcelona. Laporan mengenai minat tersebut belum berarti bahwa kepindahan telah disepakati atau akan terjadi; situasinya masih bergantung pada keputusan pemain, klub, serta kemungkinan syarat transfer. Al-Nassr, sementara itu, dilaporkan berupaya mempertahankannya dengan memanfaatkan opsi perpanjangan kontrak. Jika kedua pihak mencapai kesepakatan baru, pembahasan mengenai statusnya pada 2027 bisa mereda. Namun, apabila negosiasi tidak menghasilkan kontrak lanjutan, masa depan Felix kemungkinan kembali menjadi perhatian menjelang bursa transfer musim panas. Untuk saat ini, belum ada kepastian bahwa ia akan meninggalkan Al-Nassr ataupun kembali ke Barcelona. Perkembangan kontrak dan sikap masing-masing pihak akan menentukan apakah isu tersebut berubah menjadi langkah konkret atau tetap sebatas spekulasi.
Christian Pulisic memiliki pengalaman di dua kompetisi besar Eropa setelah membela Chelsea di Premier League sebelum melanjutkan karier bersama AC Milan. Winger tim nasional Amerika Serikat itu dikenal mampu membawa bola, menciptakan peluang, dan bergerak dari sisi lapangan ke area tengah. Kombinasi pengalaman lintas liga dan kreativitas tersebut dapat menarik perhatian klub yang ingin menambah variasi dalam serangan. Namun, minat potensial tidak otomatis berujung pada kepindahan, sebab performa, kebutuhan tim, dan nilai kontraknya tetap menjadi pertimbangan.
Kondisi kebugaran juga berperan dalam menilai prospek Pulisic. Riwayat cedera dilaporkan memengaruhi jumlah penampilannya pada musim ini, sehingga calon peminat perlu mempertimbangkan konsistensi ketersediaannya, bukan hanya kualitas teknisnya. Situasi kontrak menjadi faktor penting berikutnya. Jika masa kerjanya memang mendekati akhir pada 2027 dan tidak ada kesepakatan baru, Milan dapat menghadapi pilihan memperpanjang kontrak atau mempertimbangkan penjualan sebelum ia berpotensi pergi tanpa biaya. Kepastian soal durasi dan opsi kontrak akan menentukan seberapa realistis skenario tersebut.
Brahim Diaz menawarkan profil berbeda, tetapi sama-sama memiliki pengalaman di lingkungan klub papan atas. Pemain internasional Maroko itu pernah berada di Manchester City dan AC Milan sebelum kembali ke Real Madrid. Ia dapat bermain sebagai gelandang serang maupun di beberapa posisi lini depan, memberikan fleksibilitas taktis bagi pelatih. Pengalamannya di Liga Champions juga menambah daya tarik, terutama bagi klub yang membutuhkan pemain dengan paparan terhadap pertandingan bertekanan tinggi.
Peluang Diaz mencari tantangan baru bergantung pada sejumlah hal: masa berlaku kontraknya, rencana Real Madrid, serta perannya dalam persaingan skuad.
