Pasar Tertua di Paris Hancur Dilalap Api dalam Semalam

oleh -684 Dilihat
oleh
Pasar Tertua di Paris Hancur Dilalap Api dalam Semalam

Kota Paris Pusat Ariel Weil | Kebakaran melanda Marché des Enfants Rouges di pusat Paris, Prancis, pada Senin malam, 12 Oktober 2026, dan menghancurkan sebagian besar atap pasar tersebut. Api menyebabkan kerusakan parah pada bangunan yang dikenal sebagai pasar makanan tertutup tertua di Paris itu. Kobaran api terlihat dari kawasan sekitarnya ketika bangunan pasar dilalap api dalam semalam.

Marché des Enfants Rouges merupakan salah satu lokasi kuliner dan wisata yang paling dikenal di ibu kota Prancis. Pasar bersejarah ini berada di kawasan Marais, tidak jauh dari sejumlah tujuan wisata populer di pusat kota Paris. Di dalamnya terdapat berbagai lapak makanan dan tempat makan yang selama bertahun-tahun menjadi tujuan warga setempat maupun wisatawan.

Kerusakan paling mencolok terlihat pada bagian atap, yang tidak mampu menahan kobaran api. Struktur bangunan dan area di bawahnya juga terdampak, sehingga kondisi pasar mengalami kehancuran serius. Skala kerusakan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan salah satu situs bersejarah yang masih berfungsi sebagai ruang kuliner publik di Paris.

Peristiwa ini langsung menjadi perhatian karena Marché des Enfants Rouges tidak hanya memiliki nilai komersial, tetapi juga arti penting bagi sejarah kota. Pasar tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan kawasan Marais dan termasuk tempat yang kerap direkomendasikan kepada pengunjung Paris. Kebakaran yang terjadi dalam satu malam itu mengubah wajah pasar secara drastis, dari ruang kuliner yang ramai menjadi bangunan bersejarah dengan bagian atap dan area internal yang rusak berat.

Penanganan setelah kebakaran akan menentukan apakah bangunan itu dapat dipulihkan dan kembali dibuka. Pemeriksaan terhadap struktur, inventarisasi kerusakan, serta penilaian terhadap unsur-unsur bersejarah menjadi langkah penting sebelum proses pemulihan dimulai. Untuk sementara, pasar tersebut menghadapi masa depan yang tidak pasti setelah kebakaran besar melanda pusat Paris.

Wali Kota Paris pusat, Ariel Weil, menyampaikan bahwa Marché des Enfants Rouges telah “hancur total” setelah kebakaran yang melanda pasar tersebut dalam semalam. Pernyataan itu menggambarkan kondisi pasar sebagaimana disampaikan oleh pejabat setempat, tanpa memperluasnya dengan penilaian atau rincian lain mengenai tingkat kerusakan. Marché des Enfants Rouges dikenal sebagai salah satu pasar tertua di Paris, sehingga kabar mengenai kebakaran dan kondisi bangunannya menjadi perhatian.

Setelah api melanda area pasar, petugas pemadam kebakaran melakukan operasi penyelamatan di lokasi. Upaya tersebut berlangsung sebagai bagian dari penanganan langsung terhadap dampak kebakaran, termasuk pemeriksaan area dan penanganan bagian-bagian yang terdampak. Petugas tetap berada di lokasi untuk memastikan situasi dapat ditangani, sementara kondisi pasar terus dipantau setelah kobaran api berhasil dikendalikan.

Beberapa jam setelah kebakaran, petugas pemadam kebakaran masih menangani puing-puing yang mengeluarkan asap. Asap dari sisa-sisa bangunan dan material di dalam area pasar membuat proses penanganan belum sepenuhnya berakhir. Karena itu, operasi di lokasi berlanjut dengan fokus pada puing-puing yang masih berasap dan bagian pasar yang terdampak kebakaran. Pernyataan Ariel Weil mengenai pasar yang “hancur total” menjadi gambaran resmi tentang kondisi Marché des Enfants Rouges setelah peristiwa tersebut, sementara petugas terus melakukan penanganan di tempat.

Menurut laporan media Prancis, kebakaran di pasar tertua Paris mulai terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Waktu tersebut menempatkan munculnya api pada dini hari, ketika peristiwa itu kemudian menyebabkan kawasan pasar dilalap api dalam semalam. Informasi mengenai waktu kejadian menjadi penanda awal dalam kronologi kebakaran yang diberitakan oleh media setempat.

Setelah kebakaran diketahui, petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api dan dampaknya. Upaya pemadaman tidak langsung berakhir setelah api utama ditangani. Beberapa jam kemudian, petugas masih berada di lokasi untuk memadamkan puing-puing yang berasap. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan di tempat kejadian terus berlangsung setelah kebakaran awal terjadi.

Kronologi yang tersedia menggambarkan rentang waktu dari sekitar pukul 03.00 hingga beberapa jam sesudahnya, ketika petugas masih berupaya memastikan puing-puing tidak lagi mengeluarkan asap. Laporan tersebut tidak memberikan keterangan lebih terperinci mengenai durasi pasti proses pemadaman, jumlah petugas yang terlibat, atau tahap penanganan lain di lokasi.

Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Sumber yang dilaporkan tidak menyebutkan asal mula api, kemungkinan kelalaian, maupun kondisi bangunan sebelum kejadian. Laporan itu juga tidak memberikan keterangan mengenai ada atau tidaknya korban. Karena itu, informasi yang dapat ditegaskan baru mencakup waktu kebakaran yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat serta kegiatan petugas yang masih memadamkan puing-puing berasap beberapa jam kemudian.

Marché des Enfants Rouges merupakan salah satu pasar tertua yang masih dikenal di Paris. Pasar ini didirikan pada 1615, ketika Prancis berada di bawah pemerintahan Raja Louis XIII. Letaknya berada di distrik Marais, kawasan yang sejak berabad-abad lalu menjadi bagian penting dari perkembangan sosial, perdagangan, dan kebudayaan ibu kota Prancis.

Pendirian pasar tersebut berkaitan dengan kebutuhan warga Marais terhadap tempat untuk memperoleh bahan pangan dan berbagai keperluan sehari-hari. Selama berabad-abad, kegiatan jual beli di lokasi ini membentuk hubungan erat dengan kehidupan masyarakat setempat. Para pedagang menawarkan sayuran, buah-buahan, daging, serta produk segar lainnya, sementara para penduduk datang untuk berbelanja dan berinteraksi. Tradisi pasar terbuka itu kemudian menjadi bagian dari karakter khas kawasan Marais.

Nama Marché des Enfants Rouges memiliki asal-usul yang berkaitan dengan sebuah panti asuhan di dekat lokasi pasar. Anak-anak yang tinggal di panti tersebut mengenakan pakaian berwarna merah, sehingga masyarakat setempat menyebut mereka sebagai “anak-anak merah”. Sebutan itu kemudian melekat pada pasar dan bertahan hingga sekarang, menjadi salah satu unsur paling mudah dikenali dari identitas sejarahnya.

Selain nilai ekonominya, pasar ini merekam perubahan kehidupan kota Paris dari masa monarki hingga era modern. Lingkungan sekitarnya mengalami berbagai transformasi arsitektur dan sosial, tetapi pasar tetap dipandang sebagai ruang yang mempertahankan tradisi perdagangan lokal. Bangunannya dan aktivitas di dalamnya menghadirkan gambaran tentang cara warga Paris berbelanja, bersantap, serta menggunakan ruang publik dari generasi ke generasi.

Status historis tersebut menjadikan Marché des Enfants Rouges lebih dari sekadar pusat perdagangan. Pasar ini menjadi situs bersejarah sekaligus daya tarik wisata di Marais, terutama bagi pengunjung yang ingin memahami lapisan masa lalu Paris melalui tempat yang masih berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Riwayat sejak 1615, asal-usul namanya, dan kesinambungan aktivitasnya memberikan pasar ini kedudukan khusus dalam warisan budaya kota.