Peduli Korban Erupsi Gunung Lewotobi : TB Mawar Merona dan Puan Indonesia Gandeng PGRI Flotim Hibur Anak-anak Pengungsian Lewat Trauma Healing

oleh -534 Dilihat

LARANTUKA, RADARNKRI – Sukarelawan dari Komunitas dan Taman Baca (TB) Mawar Merona dan Puan Indonesia yang berkolaborasi bersama PGRI Flotim kembali hadir dan menghibur anak – anak di lokasi pengungsian Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki lewat trauma healing.

Salah satu posko pengungsian yang di kunjungi oleh Komunitas dan Taman Baca Mawar Merona dan Puan Indonesia yang berkolaborasi bersama PGRI Flotim pada Minggu (07/01/2024) yakni di Desa Pululera, Kecataman Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Diikuti langsung oleh awak media ini, Anak – anak di lokasi pengungsian Desa Pululere diajak bermain sambil belajar oleh tim trauma healing Puan Indonesia dan Komunitas TB Mawar Merona.

Selain bermain, anak – anak di lokasi pengungsian itu juga diberikan beberapa materi pembelajaran tentang pengetahuan umum dan juga bentuk – bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta manajemen kesehatan menstruasi .

Tampak terlihat senyuman hangat dari anak-anak pengungsi saat itu, mereka sangat gembira menerima kehadiran para sukarelawan kemanusiaan yang datang jauh – jauh dari pusat kota Larantuka tersebut.

Di penghujung kegiatan, anak – anak pengungsian juga mendapat bingkisan berupa alat tulis seperti pulpen dan pensil serta buku dari tim trauma healing Komunitas Mawar Merona dan Puan Indonesia.

Nisya Tukan Founder Utama dari Komunitas dan Taman Baca Mawar Merona mengatakan pihaknya bersama Puan Indonesia yang berkolaborasi dengan PGRI Flotim terus berkomitmen melakukan pendampingan sosial bagi para pengungsi hingga masa recovery.

Ia menegaskan, bersama Komunitas Puan Indonesia juga akan berkomitmen untuk memberikan pendampingan khusus bagi kaum ibu, wanita, dan anak-anak di lokasi pengungsian.

“Setiap kali datang bencana, pengungsi terbanyak adalah perempuan dan anak-anak. Mereka rentan terhadap penyakit dan maaf berpotensi adanya pelecehan seksual. Mereka jugalah yang sering terabaikan kebutuhan khususnya. Karenanya kami merasa penting hadir bersamanya,” ujar nya.

Peduli Korban Erupsi Gunung Lewotobi : TB Mawar Merona dan Puan Indonesia Gandeng PGRI Flotim Hibur Anak-anak Pengungsian Lewat Trauma Healing
(Anak – Anak di lokasi pengungsian Desa Pululera mendengarkan materi yang dibawakan oleh tim Trauma Healing Puan Indonesia dan Komunitas Mawar Merona)

Dalam kegiatan trauma healing di lokasi pengungsian kata Nisya, anak – anak di bagi dalam dua kelas, yakni usia Sekolah Dasar (SD) yang di gabung dengan anak-anak usia TK serta usia Sekolah Menengah Pertaman (SMP) yang digabung dengan Usia Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Untuk anak-anak yang masih duduk di bangku SD dan TK kita memberikan beberapa materi seputaran pengetahuan umum, sementara untuk anak-anak di bangku SMP dan SMA kita juga memberikan materi tambahan tentang bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta manajemen kesehatan menstruasi bagi anak-anak perempuan yang akan memasuki masa pubertas,” jelas Nisya

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur Maksimus Masan Kian mengatakan, PGRI akan terus bergerak mengajak para guru se Nusantara, untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada korban erupsi gunung Lewotobi.

“PGRI Flores Timur tidak akan pernah diam merespon fenomena alam ini. PGRI akan terus bergerak mengajak para guru se Nusantara, untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada korban erupsi gunung Lewotobi. Semua titik akan PGRI kunjungi. Selain membawakan sumbangan berupa sembako, fokus perhatian kami adalah, memberikan trauma healing kepada anak-anak,” tutur Maksi. ***(Ell).