**Probolinggo** – Dalam upaya mencegah paham radikal serta memperkuat jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda, Koramil 0820/18 Kotaanyar melaksanakan kegiatan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) untuk anggota Gerakan Pramuka Ambalan Antasari Malahayati Gudep 19.119-19.120, Pangkalan SMAN 1 Paiton. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 September 2024, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para peserta, terutama di era milenial saat ini.
Sertu Saiful, anggota Koramil 0820/18 yang ditugaskan untuk memberikan materi, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan disiplin di kalangan anggota Pramuka. “Melalui pelatihan PBB dan Wasbang, kami ingin anggota Pramuka dapat mengerti dan menerapkan peraturan baris berbaris, serta memahami wawasan kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila,” ungkapnya.
Pelatihan dimulai dengan penyampaian teori mengenai dasar-dasar PBB, termasuk gerakan di tempat, cara berjalan, dan tata cara penghormatan yang benar. Setelah sesi teori, para peserta langsung mempraktikkan gerakan tersebut di lapangan. Sertu Saiful juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, agar peserta dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan wawasan kebangsaan yang kuat, diharapkan anggota Pramuka Ambalan Antasari Malahayati dapat menjadi generasi yang toleran, saling menghormati, serta mencintai tanah air. Jiwa nasionalisme yang tinggi adalah ciri khas bangsa Indonesia sejati,” tambah Sertu Saiful.
Pelatihan ini diikuti oleh belasan anggota Pramuka dan mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Banyak pihak yang berharap kegiatan ini akan berlanjut dan semakin meluas, mengingat pentingnya pendidikan karakter dan kebangsaan di kalangan generasi muda.
Dengan kegiatan ini, Koramil 0820/18 Kotaanyar menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang tidak hanya disiplin, tetapi juga cinta tanah air dan memiliki kesadaran akan identitas kebangsaan yang kuat. Kegiatan seperti ini sangat relevan di tengah tantangan globalisasi dan potensi paham radikal yang mengancam generasi muda saat ini.
**Sumber:** Pen0820/Probolinggo
**Published:** Edi D
